
Andai waktu bisa ku ulang kembali
Aku ingin kau dan aku tidak saling mengenali
karena dengan begitu kita tidak saling menyakiti
Karena acapkali orang-orang seperti kita
nyaris tidak dapat membedakan antara cinta dan benci
mansion utama zuu
01.55 am
dini hari
Zuu membuka pelan pintu kamarnya,tampak sosok bii tengah tertidur pulas di atas kasur. secara berlahan dia menutup pintu kamarnya kemudian berjalan berlahan mendekati gadis itu yang telah menjadi istri sahnya, seketika dia mengelus lembut rambut BII sambil menatap dalam wajah yang tengah tertidur pulas itu.
zuu menjongkokkan tubuhnya kemudian mencium lembut kening bii, tidak lama kemudian dia bicara dengan setengah berbisik
__ADS_1
"maafkan aku"
Setelah berkata begitu dia menjahui gadis itu, kemudian melepaskan secara berlahan jas serta kameja miliknya,meraih sebuah handuk menuju ke arah kamar mandi
*****
bii mengeliat pelan kemudian memiringkan tubuhnya ke arah kiri,sejenak dia mencoba membuka matanya karena mendengar suatu benda terjatuh, dia fikir siapa yang membuat sedikit keributan di tengah malam. tampak zuu masih menggunakan kimono mandinya tengah memegang sebuah botol dan kapas,bii mencoba membiasakan matanya melihat apa yang tengah dilakukan oleh laki-laki itu.
Dia melihat seluruh jemari dan punggung tangan zuu terluka,tampak sangat banyak dan tidak beraturan.dengan cepat bii bangun menatap zuu yang berusaha menyiramkan sesuatu ke tangannya yang terluka. Dia mengerutkan dahinya dia fikir mana ada orang terluka langsung menuangkan obatnya tanpa membersihkan lukanya lebih dulu dengan benar
"bukan begitu"
ucap bii cepat hingga membuat zuu terkejut, menoleh ke arah nya untuk beberapa saat
"Apakah terjadi sesuatu yang tidak baik?"
tanya bii kemudian meraih lembut tangan zuu
zuu diam tak bergeming, menatap wajah gadis itu dari samping tanpa mengeluarkan suara sepatah katapun
__ADS_1
bii menuangkan alkohol ke tangan zuu,sejenak laki-laki itu meringis membuat bii tiba-tiba tersenyum
"Ayah ku sering bilang, laki-laki akan menjadi semakin kuat setelah terluka"
zuu tersenyum simpul,merasa bodoh karena meringis tidak jelas barusan.dia melirik menatap sisa luka di tangan kiri bii Karena terkena pecahan kaca walk in closed Beberapa hari yang lalu
bii menghapus lembut luka-luka itu secara berlahan kemudian menuangkan Betadine sedikit demi sedikit, memberikan obat bubuk pada luka yang paling parah kemudian membalut kan perban mengelilingi telapak tangan laki-laki itu
"Maafkan aku jika membuat mu terluka"
zuu bicara cepat ke arah bii, menyentuh tangan bii lembut kemudian kembali menatap wajah gadis itu dari samping.
sejenak bii terdiam tidak membalas kata-kata zuu
"Apa kamu benar-benar mencintai laki-laki itu? harusnya aku tidak membuat kekacauan sejak awal"
tanya zuu kemudian
bii menghentikan gerakan tangannya,menoleh ke arah zuu, menatap intens bola mata laki-laki itu,tampak ada banyak penyesalan terdapat didalamnya. Bii sama sekali tidak menjawab, mencoba memikirkan tentang apakah dia mencintai Alan.
__ADS_1
Dia tidak bisa menjawab nya,bukan kah itu aneh? dia hanya sudah terbiasa hidup bersama laki-laki itu selama 8 tahun ini, melewati banyak hal bersama juga, laki-laki itu menjadi tempat tumpuan nya juga tempat nya bergantung untuk waktu yang cukup lama. lalu apakah itu bisa di bilang cinta? Dia sama sekali tidak bisa menjawab nya,bukankah itu lucu sekali
Seketika tangan zuu menyentuh lembut wajah bii,masih menatap gadis itu dengan tatapan teduhnya. Tiba-tiba zuu mendekati wajahnya ke wajah bii,dalam hitungan detik laki-laki itu menautkan bibirnya pada Bii dengan gerakan yang sangat lembut. bii sejenak membeku ditempat dengan gerakan tiba-tiba yang dilakukan zuu, dia kehilangan kata-kata tanpa tahu harus berbuat apa.