
Bii menatap nanar ke arah Sarah, sejak semalam mereka tiba tidak ada yang berniat buka mulut dimana zuu saat ini, bahkan Zain hanya diam saja, berulang kali berkata maaf pada nya atau pada kakak nya Elle.
Bii mendengar penangkapan yang terjadi dipimpin oleh zuu, kemudian desas-desus merebak dengan cepat jika di tengah penangkapan tembakan telah mengenai zuu, setelah itu tidak ada yang buka suara dimana laki-laki itu dirawat sejak semalam hingga saat ini.
Alan berkata jika dia melihat zuu di bawa oleh para dokter ke rumah sakit, setelah itu mereka sempat melakukan operasi, namun setelah itu zuu bagaikan menghilang ditelan bumi, semua orang tutup mulut termasuk pengacara Mufti dsn seluruh pihak kepolisian yang terlibat.
elle tampak marah pada Zain sang suami, berulang kali dia bertanya dimana laki-laki yang sudah seperti kakak kandungnya itu dibawa pergi tapi suami nya itu ikut bungkam sejuta bahasa.
"Katakan pada ku dimana dia"
ucap bii pelan, mendekati Sarah sambil menyentuh tangan wanita itu pelan
"Aku bersumpah akan pergi setelah aku tahu Dimana zuu, setelah aku tahu dia baik-baik saja"
Sarah hanya menggeleng pelan
"Maafkan aku"
"Jika kau mencintai dia,aku akan melepaskan nya, asalkan aku bisa melihatnya sekali ini saja, aku hanya ingin tahu bagaimana keadaannya"
Sarah menarik kasar nafasnya
"meskipun aku mencintai dia, aku tidak sedang tertarik untuk mendapatkan dia dengan cara seperti ini, sungguh maafkan aku bii, tidak bisa membantumu memberitahu kan soal zuu"
"Ini semua atas perintah zuu"
"Sarah... Sarah...katakan pada ku apa dia baik-baik saja?"
bii berusaha terus menarik lengan gadis itu
__ADS_1
Sarah kembali menarik nafasnya pelan, memejamkan pelan matanya kemudian menggeleng
"Katakan pada ku"
"Sarah"
Zain bicara Cepat ke arah gadis itu, mencoba memperingati sarah
"Maaf"
Sarah bicara sambil melepaskan tangannya dari bii, berjalan menjauhi bii bersamaan dengan Zain.
Bii tampak mematung menatap nanar punggung Sarah dan zain yang semakin menjauh, tidak tahu kenapa hatinya terasa begitu menyakitkan. dia menangis di sana sambil menahan isakannya, mencoba berjalan sambil memikirkan semua hal yang telah dia lakukan hingga menyakiti zuu.
Sejak awal dia yang menipu laki-laki itu, dia yang berpura-pura mencintai nya, dia yang berpura-pura tidak punya niat lain di hadapan laki-laki itu, sejak awal zuu menahan semuanya, menerima semua kebohongan nya tanpa mengeluh sedikitpun, bahkan laki-laki itu tetap memperlakukan dirinya dengan sangat baik, begitu hangat dan lembut.
bahkan saat terakhir kali zuu bertanya apa dia pernah mencintai laki-laki itu meskipun hanya sedikit, dia dengan kejam berkata
"aku sedikit pun tidak mencintai mu"
lalu bagaimana sekarang? bahkan rasa nya begitu menyakitkan,dia merindukan laki-laki itu, dia sungguh merindukan nya ,dia ingin sekali menyentuh wajah itu dan meneriaki laki-laki itu soal perasaan nya hingga jutaan kali, dia sangat merindukan nya.
"Zuu"
"Zuu"
dia menangis dalam jangka waktu yang begitu lama sambil terus melangkah ke depan,berjalan bingung ke arah yang tidak dia ketahui kemana
*******
__ADS_1
"Sayang, kenapa belum bangun juga?"
"Bii apa kau sudah makan?"
"Kenapa kamu begitu kurus belakangan? apa kah semua baik-baik saja?"
"bii..."
suara itu acapkali didengar nya dalam beberapa waktu ini, bahkan sentuhan tangan nya terasa begitu nyata, namun ketika dia terbangun dari tidurnya yang dia dapati tidak ada seorang pun yang ada di samping nya.
Bii berjalan mengitari kamar yang selalu di tempati dirinya dan zuu, dia berjalan ke arah meja hias, duduk disana sambil menatap sebuah map hitam, didalam nya terdapat sebuah surat cerai yang masih bersih belum tersentuh atau di bubuhi tanda tangan siapapun. seketika air mata Bii tumpah, ingatan nya kembali terpatri
"Mari kita bercerai"
Dia bicara sambil mengeluarkan air matanya malam itu, hanya karena sikaf egois dan amarah nya yang memuncak atas apa yang dia lihat di televisi
"Sesuai kemauan mu"
Laki-laki itu bahkan masih memeluk tubuhnya dengan sangat erat, mencium tengkuknya untuk beberapa waktu kemudian tenggelam dalam diam
"Sudah hampir 3 bulan, zuu"
ucap bii pelan sambil menyentuh pelan perut nya yang mulai terasa penuh
"Sayang"
seseorang mengetuk pelan pintu kamarnya, tampak Alan menyeruak kedalam
"Mereka sudah datang sayang,Mari kita lakukan fitting gaun pengantin nya"
__ADS_1
bii hanya mengangguk pelan, meninggalkan kamarnya dan menutup pintu secara berlahan