
Mencintai orang yang tidak mencintai mu itu
seperti memaksa menelan sesuatu yang bukan makanan mu
Parkiran bawah
apartemen alan
18.30 pm
jelang malam
"Bajingannnnnnn..."
Teriakan kesal dari mulut Eden menggema memenuhi area parkiran bawah tanah itu
Bugg
seketika hantaman keras melesat ke wajah Alan, emosi nya benar-benar tidak dapat dia kendalikan dengan baik.
suasana sepi semakin mendukung perasaan Eden untuk semakin menghajar wajah laki-laki yang usia nya mungkin selisih 1-2 tahun dari nya itu.
"kau berani sekali menyentuh tubuh nya, Bajingan"
Alan yang sedikit sempoyongan mencoba menyadarkan dirinya, membalas Eden dalam sekali pukulan
Bug...
"Kenapa kau begitu peduli hah? kau menyukainya? ambil... aku sudah tidak membutuhkan nya"
Eden membulat kan matanya
"Kau bilang apa?"
"Kau Fikir aku melakukan nya karena benar-benar menyukainya?"
Alan bicara sambil menatap tajam bola mata Eden
__ADS_1
"Aku beri tahu kau satu rahasia... aku hanya suka tidur dengan barang baru, lalu pergi meninggalkan nya ketika aku benar-benar merasa bosan"
"brengsek kau..."
bugg
Eden kembali memukul bibir Alan
Alan mendengus, mencoba menyentuh bibirnya yang terasa perih dan mengeluarkan rasa asin di balik mulutnya
"Kau tidak pernah mencintai nya?"
Eden bertanya dengan ekspresi yang sulit di jelaskan
"Aku tanya apa kau pernah mencintai nya?"
ulang nya lagi
Alan mendengus pelan
"Cinta? bulsyet dengan cinta"
"Malam itu, Alex adalah jebakan nya, dan kau memberiku jalan mudah untuk melangkah masuk menuju ke apartemen nya melalui aila"
seketika rahang Eden mengeras
"Kauuu"
Eden tampak kehilangan kata-kata
"Kau tahu kenapa aku begitu menikmati saat bercinta dengan anak itu? kenapa aku tidak begitu tertarik untuk terus bersama nya huh? coba tanyakan pada ayah nya, kesalahan apa yang telah di lakukan nya pada keluarga kami, keluarga ku dan tunangan ku dulu!"
Alan tampak sangat marah, bicara dengan suara begitu di tekan, dia mendorong tubuh Eden hingga terjungkal ke tanah
"Putri nya pantas mendapatkan balasan yang setimpal atas perlakuan yang sudah ayah nya perbuat kepada kami"
"Kau bilang apa?"
__ADS_1
Eden bertanya dengan ekspresi yang luar biasa terkejut
"Kau bilang apa barusan?"
alih-alih menjawab, Alan kembali melanjutkan kata-katanya
"Sejak awal target nya untuk menghancurkan anak-anak nya, tapi gadis itu datang sendiri ke arah perangkap, lalu siapa yang pantas disalahkan huh?"
setelah berkata begitu Alan membuang rokoknya yang baru dihisapnya beberapa kali, menginjak sisa nya dengan kasar sambil menatap wajah Eden Beberapa waktu kemudian berkata
"Azzura harus merasakan bagaimana rasanya melihat putri kesayangannya menangis, sama seperti aku dan tunangan ku yang harus kehilangan semuanya 8 tahun yang lalu"
setelah berkata begitu, Alan dengan cepat melesat pergi dari hadapan eden
Nayla yang sejak tadi meringkuk didalam mobil Eden yang diselimuti kaca hitam pekat, hanya mampu menutupi mulutnya sambil menahan air matanya agar tidak jatuh atau tumpah secara terus menerus.
Nayla tampak gemetaran, sekarang dia paham kenapa sejak awal Alan sama sekali tidak merespon dirinya, membuat dirinya begitu tergila-gila pada laki-laki itu, membuat dia merasa laki-laki itu cukup berbeda dengan orang lain, dia baru paham jika laki-laki itu sengaja melakukan nya, membuat dirinya masuk ke dalam perangkap nya secara berlahan, itu adalah target utamanya.
Seketika dia menyandarkan kepalanya, mencoba menarik nafasnya pelan, air matanya jatuh berguguran, dia menangis sejadi-jadinya didalam sana setelah sosok Alan benar-benar dirasa telah menghilang.
"kita akan menemui Alan"
"Eden tidak"
"Kita harus membicarakan soal kehamilan mu"
Eden bicara sambil menatap tajam bola mata nayla
"kita akan menemui nya, tapi berjanjilah tidak membicarakan soal kehamilan ku, kau harus pastikan dulu apakah dia benar-benar menginginkan aku atau tidak"
"nayla..."
"Aku mohon, Eden"
"tapi nay"
"Jika dia tidak mencintai ku, maka berhentilah dan jangan ceritakan soal apapun kepadanya, berjanjilah pada ku"
__ADS_1
Nayla terus memohon sambil menatap dalam bola mata Eden