Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
passion challenged


__ADS_3

kau tahu kenapa laki-laki bisa lepas dari kendali hasrat nya?


karena terkadang perempuan yang memancing adrenalin nya


juga karena syetan selalu berbisik untuk terus menghasut nya


selain itu karena memang ada keinginan untuk menghancurkan dahan dari akar pohon nya agar tumbang


Alan


*****


sejak kehilangan bii Alan menjadi cukup sering hilir mudik ke club malam hanya untuk menghabiskan waktu membuang jauh-jauh perasaannya,dan beberapa hari ini terasa terlalu berat untuk dirinya, anggaplah akal sehatnya telah hilang karena gadis itu dan alasannya sederhana karena dia terlanjur jatuh cinta padanya dan benar seperti kata bii dulu,gadis itu selalu memperingati dirinya


"jangan pernah jatuh cinta pada ku, karena orang yang jatuh cinta akan ceroboh pada waktunya"


pada akhirnya dia menjadi begitu ceroboh,dia salah menempatkan perasaan nya pada gadis itu padahal selama ini dia tahu jika gadis itu sama sekali tidak punya cinta di hatinya karena gadis itu hanya menempatkan ambisi dan pembalasan dendam di dalam hati nya.


dia sadar mereka punya target balas dendam terhadap azzura company serta orang-orang yang terlibat didalamnya,tapi bagi alan merencanakan sesuatu melibatkan diri bii sejauh itu tentu saja bukan rencana awalnya, Karena rencana awalnya dialah yang seharusnya masuk menuju ke azzura company melalui putri bungsunya.


dan kemarahan terbesar lainnya adalah ibunya, kenapa membuat rencana hebat dibelakang dirinya, bahkan di waktu yang sangat tepat,dan juga aila yang ternyata ikut menyusul pulang ke kampung halaman nya di Palembang tanpa seizin nya


"kalian merencanakan semuanya dengan baik"


gurat kemarahan terlihat jelas di wajah Alan,dia benar-benar ingin menghancurkan apapun yang ada dihadapannya saat ini


gadis yang ada dihadapannya itu,aila yang telah beberapa waktu bersama dengan dirinya di club malam ini membantu dirinya membuat rencana,pada akhirnya seolah-olah mengkhianati dirinya


"Alan.."


kalimat nya menggantung begitu tinggi,dia kehilangan kata-kata untuk berhadapan dengan laki-laki itu


"pergilah illa"


Alan enggan menatap wajah gadis itu yang selalu dia panggil illa


kalimat Illa terasa seperti asing di telinga nya,Alan tidak pernah begitu enggan menyebut namanya.baginya Alan tidak pernah semarah itu pada dirinya, laki-laki itu selalu bersikap hangat meskipun didalam dirinya tersimpan dendam yang sangat mendalam.


"apa kamu sudah jatuh cinta pada gadis itu?"


aila bertanya sambil menelan ludahnya,dia tidak menyangka jika laki-laki itu rupa-rupanya jatuh cinta pada gadis itu


"maafkan aku, karena tidak menyadari hati mu"


aila memandang wajah Alan dari samping,dia menyentuh wajah laki-laki itu sambil memejamkan matanya pelan


"aku telah menghancurkan hati mu"


ucapnya lagi

__ADS_1


Alan tidak bergeming,meraih gelas minumannya dan menegak semua sisa minuman nya


*****


seperti biasa gadis kecil itu terus berada di sekitarnya,Alan menghentikan langkah kakinya, mengerutkan dahinya sejenak saat melihat gadis kecil itu telah berdiri tepat di hadapannya


"kau mabuk lagi?"


Nayla bicara cepat ke arah nya kemudian berjalan mendekati alan


"sepertinya kamu benar-benar tertarik padaku"


Alan bertanya sambil menjongkokkan tubuhnya ke arah gadis itu, menatap matanya dalam sambil memperhatikan dengan seksama Wajah gadis itu.karena tubuhnya jauh lebih tinggi dari gadis itu,jadi mau tidak mau dia menjongkok


tercium dengan jelas aroma minuman di balik tubuh dan mulut laki-laki itu dari balik hidung nayla


"apa kau jatuh cinta pada ku,huh?"


Alan bicara sedikit mengejek


seketika wajah nayla tampak memerah


"tidak..."


Alan memainkan alisnya kemudian mendengus


*hm sedikit sih*


gumam Nayla dalam hati


Alan segera beranjak dari posisi nya, meninggalkan Nayla sambil berkata


"kalau begitu usahakan agar tidak bertemu lagi"


Nayla membulat kan matanya,dia seakan tidak rela,dengan cepat mengejar langkah Alan


"paman,aku..."


Alan dengan tiba-tiba menghentikan langkahnya


buuukk


seketika tubuh Ayla yang kecil menabrak punggung Alan


"Akhh"


Nayla meringis


"kenapa berhenti tiba-tiba?"

__ADS_1


gerutu nya kemudian


"paman?"


alan seakan tidak peduli dengan pertanyaan Nayla soal kenapa berhenti tiba-tiba,dia berbalik kemudian menatap Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan,dia merasa sangat tua sekali saat gadis ingusan itu memanggil nya paman


"paman?"


ulang nya lagi


"iya,paman"


Nayla juga mengulang ucapannya tadi


Alan menggeleng, kemudian kembali membalikkan badannya


"baiklah,aku memang jauh lebih tua dari mu,bahkan mungkin usia kita terpaut hampir 10 tahun"


Nayla mengangguk-anggukkan kepalanya


*tuh tau*


batin nya sambil tertawa dalam hati


"hey keponakan,tidak bisakah kamu berhenti mengikuti aku?"


Alan bertanya sambil terus melangkah ke depan tanpa mempedulikan Nayla,kali ini akal warasnya masih cukup bekerja dengan baik,dia mabuk yah memang kembali mabuk tapi dia ingat dia tidak semabuk kemarin,dia berdiri disamping mobil nya lantas merogoh kantong nya


"aku fikir paman sedang mabuk berat, sebaiknya jangan pergi menyetir"


Nayla bicara cepat mencoba menghentikan langkah alan, merebut kunci yang baru saja keluar dari kantong alan


Alan mendengus, kemudian menoleh ke arah Nayla, tangan kanannya sudah berada di pinggiran mobil menahan tubuh gadis itu dan mendorong tubuhnya memepet ke mobil


Nayla sontak terkejut,jarak mereka bahkan tidak mampu di kikis angin,sangat dekat dan begitu intim.tubuh laki-laki itu benar-benar berada tepat didepan tubuhnya


"aku tidak begitu tertarik dengan anak kecil,kau tahu ? aku lebih suka bergumul di atas kasur dengan gadis yang sudah berpengalaman,bukan dengan bocah yang belum berpengalaman"


seketika wajah nayla memerah, tidak tahu kenapa akal warasnya seketika menghilang, bibirnya tiba-tiba berbicara


"aku bisa,kalau begitu mari lakukan"


sedetik kemudian bola mata mereka bertemu untuk beberapa saat,Alan memandang wajah gadis itu dalam kemudian tiba-tiba bibirnya dengan cepat menyambar bibir gadis itu tanpa aba-aba, alih-alih menolak jantung Nayla berpacu dengan sangat cepat,gadis itu malah menikmati nya dan membalas ciuman itu dengan caranya sendiri.tanpa dia sadari senyum licik terpatri di balik bibir dan hati Alan,bola matanya hanya dipenuhi oleh sesaknya dendam


*burung kecil ikut masuk kedalam perangkap nya bukan?*


pada akhirnya tanpa kau sadari kau telah terperangkap,kemudian akan terluka dengan cara mu sendiri di tangan seorang pendendam


alan

__ADS_1


__ADS_2