
Kau tahu apa yang membuat ku paling takut didunia ini?
Melihat mu menangis atau terluka !
Rumah sakit siloam
jakarta
19.20 pm
Mata alan mengitari tiap sudut ruangan mencari sosok yang sulit dia temukan sejak tadi, anggaplah dia adalah laki-laki paling bodoh didunia ini karena selalu menatap pada satu sosok dalam seumur hidupnya. Kekhawatirannya begitu besar dia tahu gadis itu bisa melakukan apapun dibelakangnya tanpa aba-aba atau perintah dari nya, gadis itu bisa berbuat apapun sesuai dengan keinginannya dan itulah yang membuatnya sama sekali tidak bisa melepaskan pandangan atau pun dirinya dari jangkauan gadis itu selama in.
Seketika matanya menatap nanar kedepan sebuah pintu, dalam beberapa langkah tergesa-gesa dia menghampiri sosok itu dan memeluknya kemudian dengan sangat erat
"Apa yang kau lakukan, hm?"
Tanyanya dengansuara bergetar
Bii tidak bergeming, hanya menerima pelukan alan tanpa berniat membalasnya
"Kamu lagi-lagi bertindak diluar kendali"
Alan tampak marah, terus memeluk erat tubuh gadis itu dalam waktu yang begitu lama
"Terkadang untuk menutupi satu kebohongan, kita harus kembali membuat kebohongan kan?"
Bii bicara cepat kepada Alan
"Jika aku paksa membuka pintunya sesaat dia datang, maka akan menimbulkan suara gesekan keras, itu akan membuat ku ketahuan bukan? satu-satunya cara adalah dnegan menciptakan suara baru untuk menutupi suara lainnya bukan, alan?"
Kata bii kemudian dengan nada yang begitu datar
Alan melepaskan pelukannya, menatap dalam bola mata bii
"kamu tidak memperhitungkan keselamatan mu?"
Dia tampak marah
Bii tersenyum kecil
"Apa semua itu penting?"
"Bii"
Alan tampak marah
"Kita sudah sampai sejauh ini, apa kamu masih mau bermain dengan hati? bukankah sudah aku katakan, alan? Jangan gunakan hati mu, itu akan membuat langkah mu menjadi bodoh dikemudian hari"
__ADS_1
Alan diam, menatap bola mata bii dengan pandangan nanar
"Kamu banyak berubah, bii"
"Waktu yang mengubah kita, berhentilah menampakkan wajah khawatir berlebih. Kita baru berada di pertengahan jalan, apa kamu ingin berhenti hanya karena urusan hati?"
Bii tampak marah, menatap bola mata alan secara bergantian
"Target mu belum terealisasi, kita pada akhirnya akan saling menyakiti hingga semuanya sampai pada garis finish. kita akan kembali setelah semua nya usai alan, kita akan kembali"
Mata bii tampak berkaca-kaca menatap wajah alan dalam tenggang waktu begitu lama
"Mari selesaikan semuanya hingga tuntas, setelah itu kita pulang ke manhattan"
Lanjut nya lagi
Alan menarik nafasnya berat, mencium kening bii berlahan lantas kembali memeluk gadis itu dalam
"Berjanjilah, jangan menyakiti dirimu lagi meskipun dalam keadaan terdesak"
"Apa yang kalian lakukan disini?"
Tiba-tiba sebuah suara mengagetkan mereka
Bii dan alan tampak menoleh, Nayla berdiri di ambang pintu dengan wajah tidak suka, tiba-tiba zuu masuk dari arah belakang masih sambil fokus memegang ponselnya bersama seorang gadis yang tidak lain adalah sarah
"Nay, kenapa kamu disini?"
"Sayang, bukankah kondisi kamu belum begitu baik?"
Sarah bertanya cepat
Nayla menoleh, kemudian kembali menatap bii dan alan bergantian
"Kenapa kau ada di kamar kakak ipar?"
Nayla kembali bertanya, dia tanpa sengaja memergoki laki-laki itu memeluk istri kakaknya. meskipun nayla menyukai alan, tapi bukan berarti dia mesti buta dalam pandangan
Bii dan alan tampak bingung menjelaskan, zuu menatap bingung dengan ketidak sukaan nayla
"Kakak ipar?"
Sarah bertanya bingung ke arah nayla, dia tidak paham dengan maksud ucapan nayla
"Dia istri kak zuu, kenapa kau ada di sini paman?"
Nayla bicara sambil bertanya pada alan
__ADS_1
Seketika Sarah tercekat
"Is..istri?"
Dia menaikkan alisnya, dahinya seketika mengerut menatap gadis didepannya kemudian menoleh ke arah zuu
Nayla tercekat, dia lupa seharusnya dia tidak asal bicara, karena adegan yang barusan dia lihat membuat otaknya tidak berfungsi dengan baik
"Kak"
Nada suara nayla tercekat menatap kakaknya dan sarah bergantian
"Sayang, maksudnya bagaimana?apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"
Sarah masih bertanya dengan perasaan bingung
"Dia istri siapa?"
Tanya nya kembali masih dengan perasaan bingung
Bola mata zuu tampak berubah, ekspresinya sulit di ungkapkan, dia mencoba meraih tangan sarah
"Istri mu, zuu?"
Sarah mencoba kembali bertanya, takut jangan sampai dia salah sangka
"he em"
Zuu hanya berdehem mengengguk pelan
Seketika ekspresi sarah berubah, wajahnya memerah dan matanya mulai berkaca-kaca
"Kau sedang berbohong kan?"
tanya nya sedetik kemudian
Zuu menggeleng pelan
"Maafkan aku"
Seketika sarah membuang nafasnya dalam, menatap wajah bii untuk beberapa saat kemudian kembali menatap ke arah zuu
"Apa ini balas dendam?"
Matanya berkaca-kaca bicara dengan intonasi yang bergetar
"Kau mengkhianati ku"
__ADS_1
Lanjutnya
setelah berkata begitu dalam hitungan detik dia memutar badannya dan berjalan dengan langkah cepat meninggalkan semua orang. Zuu yang tampak bingung menoleh sejenak ke arah bii dan nayla, kemudian membuang pandnagannya lantas mengejar cepat langkah sarah