Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Meet with all and know about reality


__ADS_3

Pada akhirnya kau menjadi angin yang bertiup entah kemana


menghilang terbawa entah ke arah mana


meskipun ingin aku minta dia kembali


dia tidak lagi ingin kembali


Bii


Tidak tahu sejak kapan dia tertidur, melewati jalan yang cukup panjang membuat lelah mata dan fikiran nya, tiba-tiba dia merasa seseorang menepuk pelan wajah ya


"Sayang, Valen bangun"


samar-samar dia melihat wajah yang sudah tidak asing lagi tepat berada di hadapannya, menatapnya dengan penuh cinta, air mata tampak mulai memenuhi kelopak mata nya


tidak, ini bukan mimpi kan?


bii mencoba bicara dari dalam hatinya, dia takut ini hanya halusinasi atau bahkan mimpi nya


dia mencoba menyentuh wajah orang itu, terasa begitu nyata dan hangat, dia fikir kenapa rasanya begitu nyata, terasa seolah-olah dia tidak sedang bermimpi, seakan-akan dia benar-benar sudah terbangun dari tidurnya dan mendapatkan kenyataan yang begitu dia harapkan. seketika air matanya tumpah


"Kak...."


suara nya terdengar serak


"Apakah ini mimpi? kenapa kau terlihat begitu nyata? aku sangat merindukanmu, 8 tahun ini aku begitu merindukan mu"


katanya pelan sambil terus menatap wajah Elle, dia takut bayangannya menghilang karena itu dia takut mengedipkan mata nya meskipun hanya sekali. air matanya tumpah tidak terbendung, dia ingin sekali memeluk tubuh elle tapi ketakutan-ketakutan besar di masa kemarin terus menghantuinya


acapkali dia bermimpi kemudian saat menyentuh wajah itu rupanya hanya sekelabat bayangan tidak nyata,saat dia memeluknya semua menghilang bagaikan angin, ketika sadar rupanya dia hanya tengah berada di alam mimpinya, dan ketika terbangun dia hanya mendapati Alan yang dengan setia memeluk dirinya sambil berkata


"Semua baik-baik saja"


"Ini aku, Elle. ini kakak Valen"


suara itu terasa begitu nyata, dia terus berusaha menyentuh wajah Elle dalam waktu yang begitu lama.


kemudian Elle memeluk erat tubuhnya, aroma itu tetap sama dan pelukan itu terasa sangat nyata.


"Dia masih merasa bingung sayang, bii mungkin berfikir dia sedang bermimpi"


tiba-tiba terdengar suara Zain memecah semua pemikiran yang cukup meragukan perasaan nya, dia menoleh


"Apa kau juga masuk ke dalam mimpi ku?"


bii bertanya pelan ke arah Zain


"Dia masih berfikir ini mimpi Elle, bii itu kakak mu"


ucapnya kemudian membuka cepat pintu mobil

__ADS_1


"Mama mu sudah menunggu dengan gelisah sejak tadi, bii"


ucap Zain lagi sambil menunjuk ke arah depan


bii menoleh ke depan dengan mata terbelalak, kemudian mencoba melepaskan pelukan nya dari Elle,dia benar-benar kehilangan kata-kata


"Ini nyata?"


Elle mengangguk pelan, membawa adiknya agar segera keluar dari mobilnya


Dalam hitungan detik bii berlarian ke arah wanita paruh baya yang berdiri tepat didepan rumah entah milik siapa,dia berhamburan memeluk wanita itu yang selalu dia panggil mama dulu. itu adalah mamanya, yah itu adalah mama nya yang 8 tahun dia fikir tewas bersama keluarga lainnya, yang dia fikir dia telah kehilangan sosoknya, yang acapkali dia mimpikan, dia rindukan bahkan dia harapkan kehadirannya.


"Ma..."


air matanya tumpah tidak dapat terbendung lagi, dia menangis histeris ditengah gelap nya angin malam, tidak bisa berhenti meskipun di ingin menghentikan nya, dia benar-benar kehilangan kata-kata, dia benar-benar kehilangan kata-kata.


"Mama merindukan mu, mama merindukan mu Valen, oh Tuhan mama sungguh merindukanmu, putri ku ya Tuhan putri ku..."


mama nya berulang kali berkata betapa dia merindukan putri nya itu


Elle ikut berhamburan memeluk adik dan mama nya itu ikut larut dalam tangisan yang mendalam, melepas kerinduan yang benar-benar memuncak selama 8 tahun ini , membuat mereka kehilangan kata-kata yang relevan, membuat mereka tidak tahu harus memulai semuanya dari mana. Yang jelas mereka bahagia karena telah dipertemukan dengan cara yang sangat luar biasa


*******


Mereka berkumpul di hadapan meja makan bundar, bii terus menghapus air matanya saat mamanya meletakkan beberapa makanan di atas piring nya, Elle sejak tadi terus tersenyum bahagia, membantu mamanya menyiapkan makan malam yang sedikit tertunda, setelah zuu bilang Valen akan pulang, mereka menyiapkan semua makanan kesukaan adik ya itu sejak sore tadi.


"Kau Tumbuh dengan sangat cantik"


ujar mamanya sambil menatap dalam bola mata Bii


bii mengangguk pelan


"Kakak juga semakin cantik"


dia bicara sambil melirik ke arah Elle


"Kakak ipar mu yang membuat ku cantik,kau harus berterima kasih pada nya"


goda Elle sambil meletakkan piring makan milik Zain


"kakak ipar?"


bii mengerutkan dahinya


"Dia suami kakak, Valen"


"Ya?"


bii tampak terkejut


"Apa zuu memperlakukan mu dengan baik,sayang?"

__ADS_1


mama nya bertanya cepat


"Zain kenapa zuu tidak ikut pulang?"


tanyanya lagi sambil menatap dalam wajah Zain


Zain tampak diam, tidak menjawab pertanyaan mertua nya itu


"Mama kenal zuu?"


jelas saja mama nya mengerutkan keningnya


"Tentu saja, dia yang menyelamatkan mama dan kak Elle mu ,dia melewati masa sulit selama 8 tahun ini, demi melindungi orang tua nya juga yang tidak sengaja terlibat dalam urusan 8 tahun yang lalu, kami terpaksa menahan semua bukti nya agar tidak keluar"


"Awalnya dia ingin mengatakan soal semuanya, tapi mama bilang dia akan kehilangan masa depan jika memaksa membuka kasus itu, maka nya semua bukti-bukti itu dulu disimpan oleh mama agar zuu tidak mengambil keputusan dengan gegabah"


lanjut Elle


"Lalu dimana kak zuu sekarang? kenapa dia tidak ikut dengan kalian"


dia bertanya cepat ke arah bii kemudian menoleh ke arah Zain secara bergantian


bii tampak gemetaran


"Apa?"


"Sayang, kenapa kau diam saja?"


Elle bertanya cepat ke arah Zain


seketika dia membulatkan matanya, menatap curiga ke arah Zain


"Jangan bilang..."


Elle langsung berdiri, menatap tajam bola mata suaminya itu


"Apa kak zuu dan kamu merencanakan sesuatu yang tidak kami ketahui?"


tanya nya panik, berteriak marah ke arah Zain


Zain hanya mampu menatap Balik bola mata Elle


"Maafkan aku, aku sudah mencoba menghentikan nya"


Seketika air mata Elle tumpah, dia melesat cepat berlarian menuju ke arah tangga mencoba menuju ke lantai atas, jika dia tidak salah menebak dia yakin zuu pasti mencuri buktinya saat kembali terakhir kali ke rumah.


Bii tampak bingung, berdiri dari duduknya dengan perasaan yang berkecamuk menjadi satu


apa yang telah aku lakukan? apa yang telah aku lakukan?


bii tampak bergumam, air matanya tumpah seketika,dia kehilangan kata-kata, mencoba berjalan menuju ke arah tangga untuk mengejar langkah kakak perempuan nya itu, namun belum sempat dia melangkah terlalu jauh tiba-tiba dia merasa kehilangan keseimbangan, perasaan mual dan pusing menyeruak di dalam dirinya dan dalam hitungan detik tubuhnya jatuh tumbang dalam seketika

__ADS_1


"Valen...."


"Bii..."


__ADS_2