
Malam tragedi 8 tahun yang lalu
5 jam sebelum tragedi
18.58
Zuu tampak tercekat, fikiran nya sudah melayang jauh entah kemana. Dia yakin ibunya menemui selingkuhan ayahnya siang ini, kecemburuan yang menggebu disertai amarah yang memuncak pasti membawa ibunya untuk melakukan hal yang salah
Setelah Zain membawa ibunya menuju ke villa utama, dia mencoba untuk kembali ke ruang kerjanya, namun dia yakin kekacauan lain juga terjadi di gedung konstruksi, ayah nya dan MR. X tampak membicarakan kekacauan di lokasi yang sama Siang ini
ayahnya tampak masuk ke ruangan kerja milik pribadi ayahnya dengan wajah penuh amarah, terdengar suara pintu di banting dengan kencang
"kenapa kau membuat kecerobohan besar hah? kau telah melempar panah pada perusahaan ini tanpa perintah, 2 pekerja itu meninggal ditempat dan kita harus membuat pernyataan"
suara pria itu menggelegar sepanjang ruangan
"buat seolah-olah keluarga Aidil dan Bambang yang melakukan semua"
terdengar sahutan seseorang dari arah pintu masuk, suaranya sangat dingin dan garang,itu adalah orang yang selalu di panggil MR. X oleh semua orang
"kau sudah gila"
tuan azzur tampak sangat marah
"apa kau ingin kita mundur kembali ? atau kau ingin membiarkan mereka hidup dan membuka mulut mereka soal semua kenyataan Yang ada?"
Mr. X itu bertanya seperti tanpa beban
"aku tidak bisa mempertaruhkan karir ku di dunia politik, hari pencalonan akan tiba,aku tidak ingin hanya karena hal bodoh begini menghancurkan karir Yang aku buat selama bertahun-tahun"
setelah itu terdengar suara seperti sebuah cekikan mengerikan, pria itu seakan tengah mencekik leher seseorang,terdengar rontahan keras dibalik dinding untuk waktu cukup lama,kemudian seperti benda jatuh yang besar terhempas begitu saja ke lantai
"bereskan semuanya sebelum matahari terbit besok pagi,atau jika tidak..."
hanya terdengar suara bisikan yang tidak tahu apa
"jangan libatkan mereka,bahkan dirinya"
tuan azzur tampak marah
"maka dengarkan apa yang aku sarankan,azzur"
setelah itu tercipta keheningan lama
zuu memejamkan matanya,dia menarik kasar nafasnya,dengan cepat meraih kunci mobilnya dan mencoba menghubungi seseorang
"bawa aku kembali ke gedung konstruksi"
ucapnya cepat menuju ke arah pintu belakang
******
Gedung konstruksi
3 jam sebelum tragedi
malam
Zuu tak bergeming menatap seorang gadis sudah tidak bernyawa di hadapannya, dia menoleh ke atas, sisi kiri dan kanannya, tampak beberapa CCTV berada di beberapa titik
"Bawa semua rekaman nya pada ku"
ucap zuu cepat dengan suara serak kepada beberapa pengawal nya
"Baik tuan"
"Bereskan semuanya, jangan sampai meninggalkan sedikit pun jejak"
"Baik tuan"
dia dengan tangan gemetaran mencoba menghubungi seseorang
__ADS_1
"Ya zuu?"
terdengar sahutan dari seberang sana
"Paman"
*******
Setelah kembali dari gedung konstruksi
Rumah utama azzur
2 jam sebelum tragedi
malam
"Kau dari mana saja hah?"
azzur tampak marah begitu melihat zuu baru kembali ke rumah
"ada apa ayah?"
"Dengarkan aku, kita tidak punya pilihan lain"
ayah nya bicara sambil menatap bola mata zuu dalam
"Mr. X sudah merencanakan semuanya dengan matang, merea akan masuk kekediaman Aidil dalam 1 1/2 jam, kau bawa gadis itu kembali ke villa"
azzur bicara cepat ke arah zuu
zuu tampak mengerutkan keningnya
"Bawa tunangan mu kembali ke villa, putri bungsu aidil bagaimana pun caranya"
zuu masih tidak paham dengan ucapan ayahnya
"Sisanya akan di selesaikan oleh Mr. x hanya bii yang tidak masuk dalam catatan kartu keluarga, bawa anak itu pergi dengan segera"
"Zain, lacak keberadaan putri bungsu aidil, sekarang"
zuu masih belum paham dengan situasi ini semua,tapi dia memaksa kepalanya untuk mencerna setiap ucapan azzur
"Malam ini keluarga itu akan habis tak bersisa, kau paham?"
"Didalam gedung konstruksi Proyek pembangunan yang kau tangani,terjadi pembunuh 2 pekerja siang ini. dan semua dana sudah di manipulasi, kita tidak punya pilihan lain, Mr. x sudah mengatur semuanya, mereka akan mencari rekaman CCTV nya, kita harus mengorbankan Beberapa orang disini"
"Pergi cari tunangan mu, sebelum dia kembali ke rumah utama Aidil malam ini"
zuu mundur beberapa langkah, lidahnya tercekat, seketika seluruh fikiran terpecah kemana-mana
Gedung konstruksi, rekaman CCTV siang ini, pembunuh pekerja, pembunuhan yang dilakukan ibunya, keluarga Aidil. dia tampak kehilangan kata-kata, saat ayah nya pergi berlalu dari hadapan nya, dia dengan segera menghubungi Zain
"Bagaimana dengan ibu ku?"
"Semua baik-baik saja, bibi sudah kembali ke villa utama"
"apa kau tahu? "
tanya zuu Kemudian
"Mr. X akan membantai keluarga Aidil dan keluarga mu"
"Apa?"
"Kembali ke rumah keluarga Aidil, selamat kan siapapun yang bisa kau selamatkan, aku sedang menuju ke sana sekarang"
ucap zuu cepat, mematikan ponselnya nya Kemudian melesat pergi dari sana menuju ke arah parkiran, membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi berharap mereka masih bisa menyelamatkan siapapun yang ada disana
******
1jam sebelum pembantaian
__ADS_1
Zain tampak panik, dia mencoba menghubungi Rudi sejak tadi namun sama sekali tidak di angkat oleh saudara nya itu
tanpa fikir panjang dia mencoba menghubungi Elle, hubungan buruk yang mereka jalani sejak kecil tidak lagi dia hiraukan, dia membuang semua nya demi untuk dapat melindungi salah satu dari mereka
"Halo?"
"Kau dimana?"
Zain bertanya panik
"Dijalan"
"oranga tua ku dimana? Rudi dimana?"
"Mereka dirumah utama,sedang mempersiapkan gaun pernikahan nya"
"Dimana kau sekarang?"
"Dijalan bersama mama, kami dalam perjalanan kembali kerumah"
"Jangan kembali,jangan kembali, kalian Dimana? aku akan kesana sekarang"
"Ada apa?"
"Aku bilang jangan kembali, katakan dimana kalian"
teriak Zain memecah kesunyian malam
"Jangan matikan panggilan nya, aku akan segera kesana"
"Ada apa dengan dia, apa dia begitu membenci ku? kenapa selalu membentak ku setiap kali bicara?"
terdengar samar-samar keluhan Elle dari balik ponselnya
"Ada apa?"
terdengar suara seorang wanita
"Zain bilang agar kita tidak kembali kerumah saat ini"
"hmm kita tunggu saja dia"
"maa,...aku tidak suka padanya"
"sudah sudah, kita akan menunggu nya disini"
"Ma..."
******
2 hari setelah tragedi
"Aku tidak bisa memberikan rekaman CCTV itu, paman"
pengacara Mufti tampak diam
"jika aku berikan pada pihak kepolisian,itu artinya ibu ku akan menjadi tersangka utama atas pembunuhan gadis itu"
zuu bicara cepat sambil menatap tajam bola mata pengacara Mufti
"Aku hanya bisa memberikan copy an yang telah terpotong, aku hanya bisa melakukan itu"
" Itu artinya keluarga Aidil dan Bambang menjadi tersangka utama atas kasus ini zuu, semua orang akan tahu mereka adalah seorang pembunuh, mereka memanipulasi dana,menipu dan melakukan aksi bunuh diri untuk membuang rasa malu yang mendalam"
pengacara Mufti mencoba mengingat kan diri nya
"aku tahu, aku tahu itu. tapi jika aku memberikan nya, itu artinya keluarga azzur yang hancur, ibu ku pun ikut hancur"
pengacara Mufti memegang erat pundak zuu
"Aku mengerti"
__ADS_1
"Aku hanya ingin menemukan gadis itu, jika sudah waktunya aku pasti akan kembali membuka kasusnya, ku mohon tunggu lah hingga hari itu tiba, paman"