Landless Sky (Langit Tak Bertiang)

Landless Sky (Langit Tak Bertiang)
Unfaithful Man


__ADS_3

Jika bisa aku ulang waktu,aku ingin kembali ke hari dimana ada orang-orang yang mencintai ku masih berkumpul menjadi satu


Terkadang waktu lah yang mengubur semua kenangan hingga menjadi abu


Suara musik yang memekakkan telinga di salah satu klub malam paling elit di Jakarta itu tetap berdendang ria sejak matahari mulai menghilang hingga bulan mulai berganti cahaya.gadis bertubuh mungil itu terus menggoyangkan pelan tubuhnya di antara ratusan pasang manusia,dia hanya tidak tertarik berbaur dengan lawan jenisnya,dia lebih suka berbaur dengan teman-teman perempuan nya,karena baginya itu lebih membuat nya aman.


seketika bola matanya menatap ke arah berbeda,tampak seorang laki-laki tengah memeluk seorang perempuan sambil terus bercumbu ria,sesekali laki-laki itu meminum minumannya dan sedetik kemudian laki-laki itu mencium bibir perempuan yang ada dihadapannya itu,dan gilanya tidak tahu kenapa seketika Nayla merasa tidak suka


"kenapa"


temannya nindi bertanya bingung melihat perubahan ekspresi Nayla


"dia benar-benar membuat ku penasaran"


Nayla bicara sambil merapatkan tubuhnya ke meja bartender,melirik kembali ke arah kirinya sambil mengoceh pada temannya


"apa aku tidak menarik?"


dia bertanya cepat dengan perasaan kesal


"come on,itu pertanyaan yang paling tidak masuk akal yang pernah aku dengar dari mulut mu"


nindi berkata sambil meminta segelas minuman ke bartender yang ada didepannya


Nayla mungkin sedikit gila,tapi dia mengorek informasi soal laki-laki itu kemarin.laki-laki itu seorang pengacara dan baru datang ke Indonesia beberapa Minggu ini.dia fikir bukankah cukup bagus bisa mendapatkan laki-laki dengan pekerjaan hebat seperti itu, setidaknya dia tidak harus berkutat dengan urusan perusahaan ayahnya jika dia bisa mendapatkan laki-laki mandiri itu


"aku rasa dia sedang tertarik dengan laki-laki kemarin"


bartender itu bicara cepat sambil menyerahkan segelas winsky kepada nindi


"kau tahu Don? dia memang seperti itu,jika belum mendapatkan nya dia pasti tampak tergila-gila,tapi setelah mendapatkan dia pasti akan membuang nya"


setelah berkata seperti itu,nindi tampak cekikikan


bartender yang di panggil Don itu menjitak pelan kepala nindi

__ADS_1


"Akhh"


nindi meringis


"ada-ada saja"


katanya cepat


"apa aku tidak cantik?"


lagi-lagi pertanyaan konyol terucap dari bibir Nayla,matanya tidak lepas memandangi laki-laki yang tak lain adalah alan,yang tengah berciuman mesra dengan seorang perempuan yang usianya hampir sama seperti kakak laki-laki nya itu


ya ya baginya laki-laki itu dan perempuan itu punya usia yang sama,hanya dia yang usianya masih terlalu muda.jika bukan karena ayahnya,kakaknya ataupun karena klub ini milik keluarga nya maka dia pasti tidak akan bisa hilir mudik ditempat ini dengan bebas


"cantik,kau cukup cantik"


tiba-tiba terdengar sahutan dari arah belakang Nayla,zuu kakak laki-laki nya bicara kemudian meminta sebotol anggur kepada Don dan segelas wine


"kak?"


"kenapa kakak disini?"


dia mengerutkan keningnya


"menemani Mr. tamura bersenang-senang sebelum aku berangkat besok ke Palembang"


zuu bicara sambil menatap lurus ke arah depan


Nayla ikut menoleh ke asal Mata zuu memandang


"Kakak mau keluar kota?"


Nayla bertanya sambil mengerutkan dahinya


"hanya untuk 1 minggu"

__ADS_1


setelah berkata begitu,zuu meraih gelas wine yang diberikan Don kepada dirinya dan secara berlahan menghabiskan nya


"laki-laki yang mana membuat mu tertarik?"


tiba-tiba zuu bertanya,kemudian matanya menatap ke arah nindi


yang di tatap langsung merasa malu dan merinding.malu karena dia fikir kenapa laki-laki tampan ini kakak temannya,jika tidak dia akan memikirkan cara untuk menarik perhatian nya.takut jika dia salah bicara,karena sebenarnya sejak awal mungkin dia sudah salah bicara


nindi menunjuk pelan ke arah depannya


Nayla tampak merengut


"kakak berhenti lah jadi wartawan atau bahkan mata-mata untuk ku"


tidak dia pungkiri Kakaknya selalu punya andil mengatur tiap jalan hidupnya apalagi soal laki-laki


seketika mata zuu menatap tajam ke arah yang di maksud nindi,dia fikir bukankah laki-laki itu kekasihnya bii? Karena dalam semua kondisi laki-laki itu selalu ada untuk gadis itu,tapi siapa sangka laki-laki itu rupanya pemain ulung dan sekarang bersama seorang perempuan lain ditempat seperti ini,dia fikir apakah gadis itu tahu kelakuan laki-laki yang dicintainya itu.


"jangan laki-laki itu"


ucap zuu dingin menatap bola mata Nayla tajam


"kenapa? apakah karena dia setampan kakak?"


Nayla mencoba menggoda


"dia seorang player,dia sudah memiliki seorang kekasih tapi masih bermain dibelakang nya,kamu tidak pantas mendapatkan laki-laki seperti itu"


zuu bicara cepat sambil menatap bola mata Nayla


"laki-laki yang pandai mengkhianati kekasihnya karena perempuan lain,pada akhirnya pasti akan mengkhianati mu juga karena wanita lainnya lagi setelah menikah,persis seperti azzur suami ibu kita"


setelah berkata begitu zuu melangkah pergi meninggalkan Nayla dan nindi tanpa suara


Nayla terdiam,dia kehilangan kata-kata sambil terus menatap punggung kakaknya yang pergi menjauhinya.

__ADS_1


__ADS_2