Langit Akdiasa

Langit Akdiasa
Daddy dan Aunty Jenjen 3


__ADS_3

Keluarga kecil itu sudah tiba di masion mereka. Jennie menggendong Malvin, sedangkan Langit membawa masuk semua belanjaan mereka di supermarket tadi. Langit meletakkannya di dekat kulkas, biar nanti dia yang menyusunnya. Langit akan meletakkan Malvin di kamar terlebih dahulu.


"Wife, kemari biar Malvin aku tidurkan di kamar," kata Langit menghampiri istrinya yang sedang memeluk Malvin setelah dirinya mencuci kedua tangannya.


"Iya hubby, letakkan di kamar tamu saja. Takutnya kalau di letakkan di kamar kita, dia akan bangun dan kita tidak mengetahuinya," usul Jennie memberikan Malvin pada suaminya.


"Iya wife. Belanjaan tadi aku letakkan di dekat kulkas. Nanti akan aku susun, setelah meletakkan Malvin," ujar Langit.


"Iya hubby," kata Jennie.


Langit pergi ke kamar tamu meletakkan Malvin di atas kasur sambil menyelimuti tubuh putranya. Sedangkan Jennie berjalan ke arah dapur, dia mulai menyusun bahan-bahan makanan yang mereka beli tadi di supermarket ke dalam kulkas.

__ADS_1


"Selamat istirahat boy, daddy menyayangimu," kata Langit meninggalkan kamar tamu setelah meninggalkan kecupan di kening putranya.


Langit berjalan menuju dapur dan melihat istrinya sedang merapikan bahan-bahan makanan yang mereka beli tadi di supermarket.


"Wife, kenapa dirimu melakukan hal ini. Ini tugasku wife, pergilah bersihkan tubuhmu," kata Langit memegang bahu istrinya yang sedang asik menyusun bahan-bahan.


"Astaga," pekik Jennie yang terkejut.


"Maaf wife, aku mengejutkan. Aku tidak bermaksud seperti itu wife. Are you okey?" tanya Langit membalikkan tubuh istrinya, menangkup kedua pipi istrinya menatap lekat wajah istrinya yang masih memegangi dadanya.


"Iya wife, maaf, ya. Pergilah bersihkan dirimu," usul Langit memeluk tubuh istrinya sambil mencium rambut istrinya.

__ADS_1


"Tidak papa hubby. Tapi sedikit lagi selesai hubby. Ini hanya pekerjaan kecil," ujar Jennie memeluk balik tubuh suaminya.


"Tidak, ini menjadi urusanku wife. Aku tidak ingin istriku kelelahan. Pergi ke kamar bersihkan dirimu hm," kata Langit dengan lembut.


"Iya hubby. Aku ke atas dulu," pamit Jennie menuruti perkata suaminya. Siapa yang tidak merasa beruntung memiliki suami yang tidak sama sekali berat tangan dalam membantu pekerjaan yang kebanyakan di lakukan para istri, tapi malah dilakukan Langit. Suami idaman bukan?


Langit dan Jennie melerai pelukan mereka. Jennie pergi ke kamar mereka yang ada di lantai 2 sebelum itu dia memberikan ciuman sekilas di bibir suaminya baru dia ke kamar untuk membersihkan diri. Sedangkan Langit melanjutkan pekerjaan yang sebelumnya di kerjakan istrinya, yakni menyusun bahan-bahan makanan untuk di masukkan ke dalam kulkas.


Setelah semuanya selesai Langit mulai untuk memasak, dia akan memasak untuk istri dan putranya. Langit mulai mengumpulkan bahan-bahan yang akan dia gunakan, mencucinya dan memotongnya. Langit melakukan itu dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajah menawannya.


Sementara Jennie di dalam kamar, tepatnya di depan meja riasnya, dia sedang mempercantik diri, menggunakan makeup sederhana untuk diperlihatkan pada suaminya. Senyum Jennie merekah ketika mengingat kata-kata dan perlakuan manis suaminya.

__ADS_1


"Bodohnya diriku, kenapa baru sekarang aku sadar. Andai saja dari awal aku memperlakukan suamiku dengan baik, sudah jelas aku akan merasakan selalu di sayang dan di cintai suamiku dari lama. Dasar Jennie bodoh. Tapi tidak papa, aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk suamiku. Love you my husband," ucap Jennie tersenyum melihat dirinya di meja riasnya. Setelah selesai Jennie keluar dadi kamar turun ke lantai bawah. Di pertengahan tangga dia bisa mencium aroma masakan yang begitu harum dan menggugah selera makan siapapun yang mencium harumnya.


Jennie sangat tahu siapa yang sedang masak di dapur, siapa lagi kalau bukan suaminya. Karena di mansion itu hanya ada dirinya dan suaminya. Tidak ada pelayan karena sebelumnya Jennie mengerjakan suaminya sebagai pelayan di mansion mereka. Tapi untuk kedepannya dia akan mengisi mansion mereka dengan beberapa pelayan, mungkin sekitar 10 pelayan cukup untuk membersihkan mansion, agar suaminya tidak membersihkan mansion lagi.


__ADS_2