Langit Akdiasa

Langit Akdiasa
Menyambut Diana & Laurent


__ADS_3

Pagi hari di kediaman mansion pasangan suami-istri Jennie dan Langit. Mereka masih bermesraan di atas tempat tidur, sementara baby Lili masih tidur di tempat tidur khusus dirinya di samping Jennie. Langit menepati janji untuk memuaskan istrinya dengan caranya sendiri. Jennie memuaskan suaminya dengan caranya sendiri juga. Mereka sama-sama puas, walaupun tanpa menyatukan alat kelamin mereka.


"Sore nanti Diana dan Laurent akan tiba di Korea, dad?" tanya Jennie mengusap dada suaminya.


"Iya mom, biarkan supir yang menjemput mereka," jawa Langit mencium kening istrinya.


"Mereka akan tinggal di sini malam nanti dad, besok baru mereka akan menempati apartemen mereka," ujar Jennie menikmati perlakuan suaminya.


"Terima kasih mom, karena sudah menerima mereka dengan sangat baik," ucap Langit kagum dengan kebaikan hati istrinya.


"Sudah seharusnya, jika suamiku bisa berbuat baik pada orang lain, maka aku akan lebih berbuat baik pada orang lain itu," ucap Jennie.


"Mommy terbaik, hari ini ingin ikut daddy ke kantor?" tanya Langit.


"Tidak dad, hari ini mommy akan masak untuk menyambut kedatangan Laurent dan Diana. Jadi tidak masalahkan dad, bila mommy dan princess di mansion saja," kata Jennie mencium dada suaminya.


"Tidak masalah sama sekali mom. Kalau begitu daddy bersiap untuk ke perusahaan mom," ujar Langit ingin melepaskan pelukannya pada istrinya, tapi ditahan Jennie.


"Ciuman sebelum memulai aktivitas dad," pinta Jennie cemberut.


"Maaf mom, daddy lupa," ucap Langit mencium wajah dan berakhir di bibir istrinya.


"Pergilah mandi dad, mommy siapkan baju daddy nanti," ujar Jennie tersenyum setelah mendapat amunisi dari suaminya.


"Iya, terima kasih mom," saut Langit pergi masuk ke dalam kamar mandi.


Jennie bangun dari kasur mengecek kondisi putrinya, setelah memastikan putrinya masih betah dalam mimpinya, dia pergi untuk menyiapkan baju kantor suaminya.


"Istri idaman," gumam Jennie tersenyum setelah menyiapkan pakaian kantor suaminya. Menunggu suaminya selesai mandi dan ternyata putrinya sudah bangun tidur, tepat ketika Langit selesai mandi.


"Princess mommy sudah bangun, ya. Morning sayang," sapa Jennie mencium bibir Lili.


"Sudah bangun princess mom?" tanya Langit yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya dengan bagian atas bertelanjang.


"Barusan dad," saut Jennie tersenyum melihat pemandangan tubuh atletis suaminya.


"Ugh, morning sayang," sapa Langit mencium pipi Lili dan Lili tersenyum manis.


"Daddy pakai baju dulu, ya," ucap Langit meninggalkan Lili untuk memakai pakaian kantornya.


"Giliran dengan daddy saja tersenyum manis," ledek Jennie yang gemas dengan tingkah bucin putrinya.


***


Setelah selesai merapikan pakaian suaminya, keluarga kecil itu turun ke lantai bawah untuk sarapan. Lili sudah di beri uyyu oleh mommynya. Jadi dia anteng di gendongan daddynya.


"Kemarikan princess dad, biar daddy sarapan dulu," pinta Jennie ingin mengambil Lili tapi di cegat oleh suaminya.


"Tidak, mommy sarapan dulu. Setelah itu baru daddy. Mommy akan lupa waktu jika sudah mengurus princess dan melalaikan jam makan mommy," tutur Langit lebih mengutamakan istrinya ketimbang dirinya.

__ADS_1


"Kalau begitu, satu suap satu suap, ya," tawar Jennie mengambil jalan tengah.


"Iya mom," Langit.


Jennie dan Langit makan dengan tenang. Lili yang tenang juga di dekapan daddynya. Selesai makan, Jennie meminta pelayan untuk membawakan suaminya bekal untuk makan siang. Setelah semuanya selesai, Jennie menggendong Lili dan mengantar suaminya untuk pergi bekerja di depan pintu keluar mansion.


"Daddy bekerja dulu mom, princess," pamit Langit mencium wajah, bibir anak dan istrinya.


"Iya dad, semangat bekerjanya," ucap Jennie mewakili baby mencium balik wajah dan bibir suaminya, mencium punggung tangan suaminya.


"Iya, tunggu daddy pulang," Langit berjalan meninggalkan anak dan istrinya sambil melambaikan tangan sebagai bentuk perpisahan dan Jennie membalas lambaian tangan suaminya.


"Waktunya princess mandi," seru Jennie masuk ke dalam mansion untuk memandikan putrinya, mencium wajah baby.


Setelah selesai memandikan Lili.  Lili lanjut menyusu dan tertidur. Ketika Lili tidur, Jennie baru membersihkan dirinya. Jennie mandi, luluran, memanjakan tubuhnya.


***


Arkan Company.


"Selamat pagi tuan," sapa karyawan pada Langit yang masuk ke dalam kantor sambil membawa tas bekal dari istrinya.


"Pagi," sapa balik Langit tersenyum ramah, sangat berbeda dengan istrinya.


"Tuan ini ada berkas-berkas yang harus tuan koreksi. Saya adalah orang yang disuruh tuan Arkan untuk membantu tuan sementara waktu. Sampai sekertaris tuan masuk bekerja nanti," ucap Stiff.


"Iya, terima kasih. Tolong bantuannya," ujar Langit dengan murah hati.


"Iya," kata Langit tersenyum manis.


Stiff meninggalkan ruangan dan Langit mulai mengoreksi berkas-berkas yang di berikan Stiff. Langit membacanya dengan sangat teliti dan hati-hati. Ada beberapa point yang dilingkari Langit, yang artinya tidak sesuai atau harus di revisi ulang lagi. Dia mulai enjoy dengan pekerjaannya.


***


Di Thailand.


"Sudah tidak ada yang tinggal lagi sayang?" tanya Diana bertanya pada putrinya sebelum mereka menaiki taksi untuk pergi menuju bandara.


"Sudah mom, ayo kita berangkat mom. Aku tidak sabar untuk bertemu dengan uncle handsome, aunty dan adik Lili," jawab Laurent bersemangat.


"Iya sayang, kalau begitu ayo kita berangkat," saut Diana menggenggam tangan putrinya memasuki taksi yang sebelumnya sudah ada barang-barang mereka di bagasi belakang. Mobil berjalan menuju ke arah bandara.


"Mom, berapa lama kita diperjalanan menuju Korea?" tanya Laurent.


"6 Jam kurang sayang," jawab Diana.


"Wow, cukup lama mom," ujar Laurent.


"Tidak akan lama, jika kamu tertidur nanti sayang," ucap Diana mengelus rambut anaknya.

__ADS_1


"Iya mom, tolong bangunkan aku nanti ketika aku tertidur di perjalanan mom," tutur Laurent,


"Iya, nanti mommy bangunkan sayang," ujar Diana.


***


Apartement Jesya dan Rachel.


"Unn, kita ke mansion Jennie unnie yuk, unn. Aku merindukan Lili," ucap Rachel di sela sarapannya.


"Telepon terlebih dahulu Jennie, apa dia di mansion atau di luar," ucap Jesya.


"Iya unn," ucap Rachel langsung berlari menuju kamarnya untuk mengambil handphonenya. Jesya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah adik bungsunya.


"Morning unn," sapa Rachel bersemangat setelah panggilan videonya diterima oleh Jennie.


"Morning Rachel," balas Jennie tersenyum manis.


"Lili sedang apa unn?" tanya Rachel to the point.


"Tidur, setelah mabuk uyyu," jawab Jennie tersenyum melihat ke arah putrinya.


"Astaga, maniak uyyu. Unn, aku dan Jesya unnie rencananya akan ke mansion unnie. Apa boleh?" tanya Rachel.


"Kebetulan sekali, pergilah kesini. Unnie dan Lili tunggu, bantu unnie masak," ucap Jennie.


"Oh, memangnya ada acara apa unn?" tanya Rachel.


"Nanti unnie ceritakan, pergilah ke sini," ujar Jennie.


"Iya unn," kata Rachel dan Jennie mengakhiri panggilan video.


"Bagaimana?" tanya Jesya.


"Kita di tunggu unn, Jennie unnie minta kita membantunya untuk masak," jawab Rachel kembali duduk di kursi meja makan.


"Ada acara apa?" tanya Jesya.


"Aku juga tidak tahu unn, tiba-tiba saja," jawab Rachel.


"Baiklah, selesaikan makanmu. Kita akan pergi ke sana," ujar Jesya.


"Iya unn," ucap Rachel dan Jesya kembali menyantap sarapan mereka.


***


Mansion Jennie dan Langit.


"Bibi tolong bantu aku, Jesya unnie dan Rachel masak nanti. Soalnya akan ada tamu jauh yang akan datang dan tolong bersihkan kamar tamu," ujar Jennie.

__ADS_1


"Iya nak Jennie," ucap bibi Choi pergi menemui pelayan yang bagian membersihkan kamar untuk menyampaikan amanat dari majikannya tadi.


"Nanti saja, masaknya tunggu Jesya unnie dan Rachel tiba. Aku ke atas saja, menunggu kesayanganku bangun," ucap Jennie tersenyum menghampiri Lili yang sedang tidur.


__ADS_2