
Kesetiaan seorang istri itu di uji, ketika suaminya sedang dalam keadaan susah, baik susah finansial atau pun susah dalam artian sakit. Sama seperti yang di hadapi oleh Jennie Akdiasa, istri Langit Akdiasa yang sedang terbaring di rumah sakit dengan tidur panjangnya. Kesetiaan Jennie hanya bertahan 4 bulan setelah Langit di nyatakan koma. Kehamilan Jennie yang memasuki usia 2 bulan, memutuskan dia untuk kembali bekerja sebagi CEO untuk mengalihkan pikiran dan kesedihannya dari suaminya yang koma.
Semuanya berjalan lancar, sampai 2 bulan setelah dia mengemban kembali jabatan sebagai CEO. Dia berselingkuh di belakang suaminya yang sedang koma. Berselingkuh dengan CEO muda yang menjalin kerjasama dengan perusahaan Arkan Company. James Clen, CEO perusahaan Clen yang bergerak di bagian perhotelan. Mereka dekat dalam waktu 1 bulan dan lanjut dengan mengubah status menjadi pasangan kekasih. Kedekatan mereka berjalan dengan sangat rapi, hingga pada akhirnya Jesya merasakan ada sesuatu hal yang disembunyikan oleh Jennie.
Dari rasa kecurigaannya, Jesya akhirnya menyuruh beberapa orang untuk mengikuti setiap aktivitas yang dilakukan oleh Jennie. Hingga akhirnya semua kebohongan Jennie di ketahui oleh Jesya. Jesya yang tidak terima dengan perbuatan Jennie yang lagi-lagi menyakiti cinta pertamanya. Akhirnya melabrak Jennie di kantornya dan apa yang Jesya temukan adalah sesuatu hal yang mengejutkan.
Jennie sedang berciuman dengan seorang laki-laki yang Jesya kenali.
"Ini yang dilakukan seorang istri di belakang suaminya yang sedang koma, berjuang antara hidup dan mati!" murka Jesya yang menghardik dua pasang makhluk yang menjijikkan di depan matanya.
"Hati-hati di jalan," kata Jennie tersenyum pada James setelah Jesya mengganggu sesi ciuman mereka dan kebetulan James juga ingin pamit meninggalkan Arkan Company.
"Sampai jumpa lagi baby," ucap James meninggal ruangan dan tersisa Jennie dan Jesya.
"Kau tahu sopan santun unn, tahu bagaimana cara mengetuk pintu terlebih dahulu dari pada menerobos langsung masuk ruangan orang lain," ketus Jennie.
"Apa yang kau lakukan di belakang suamimu yang sedang koma!" bentak Jesya tidak menghiraukan perkataan Jennie tadi.
"Seperti yang kau bisa lihat sendiri unn, aku bosan menunggu Langit yang tidak tahu kapan akan bangun. Atau mungkin dia akan mati," sarkas Jennie mendoakan suaminya untuk segera mati.
Plak ... Jesya berjalan cepat ke depan Jennie dan menampar pipi kanannya.
"Jaga ucapanmu!" bentak Jesya tidak terima Langit dianggap sudah mati begitu saja.
"Why? kenapa unnie ikut campur urusan rumah tanggaku! Kau menyukainya unn? Sama seperti Rachel? Ambillah unn, ambil! Aku sudah lelah dan tidak membutuhkan sampah tak berguna itu lagi! Aku hanya obses selama ini dengannya, bukan mencintainya!" tegas Jennie memekik mengeluarkan emosinya.
"Iya, dia cinta pertamaku!" pekik Jesya akhirnya mengakui isi hatinya.
__ADS_1
"Sebelumnya aku melepaskannya untukmu. Aku kira kau akan benar-benar mencintainya. Ternyata aku salah, bahkan kesalahanku terulang ketiga kalinya. Aku bersumpah Jennie Arkan, aku Jesya William akan merubah namaku menjadi Jesya Akdiasa. Pegang sumpahku!" tantang Jesya menatap mata Jennie dengan mata memerah penuh amarah dan kebencian, bukan seperti mata seorang kakak yang menyayangi adiknya lagi.
Brak ... Pintu ruangan Jennie di banting kuat oleh Jesya.
"Kenapa banyak sekali yang menginginkan sampah tak berguna itu!" hardik Jennie tak menghiraukan ucapan Jesya.
***
Selama menjalani hubungan dengan James, Jennie bermain sangat rapi di depan keluarganya. Tidak ada yang tahu kecuali Jesya. Hubungan Jennie dan James semakin menjadi, mereka bertemu setiap hari. Jennie sangat cantik dalam permainannya, di kantor dia memiliki kekasih dan ketika pulang dari kantor dia menjalankan perannya selayaknya sebagai seorang istri di depan keluarganya.
Hingga tiba di waktu ketika baby Lili lahir dan Langit sempat mati suri. Semua berjalan mulus, tidak ada yang mengetahui kebusukan dari Jennie yang masih terus bermain di belakang suaminya. Hingga Jesya yang benar-benar kasihan melihat Langit yang begitu mencintai keluarganya. Namun, dibalas pengkhianatan oleh istrinya. Langit bekerja keras, mengambil alih jabatan CEO Jennie, agar istrinya bisa menghabiskan waktu bersama princessnya.
Tapi yang Langit dapati adalah kebohongan dari istrinya. Jesya akhirnya memberikan semua bukti foto-foto dan video yang memperlihatkan kebohongan Jennie selama ini pada Langit. Langit yang tidak ingin rumah tangganya hancur begitu saja, memilih untuk mengikuti langsung istrinya, setelah dia mengetahui kebenarannya. Langit bertanya secara baik-baik dengan istrinya, tapi yang dia dapatkan adalah kata-kata kasar dan barang-barang yang melayang melukai dirinya.
Langit terus mencoba untuk menyadarkan istrinya dan menyelamatkan rumah tangganya. Tapi hasilnya sia-sia, karena yang berjuang hanya Langit sendiri. Sedangkan Jennie malah semakin berani bermain gila terang-terangan di depan Langit. Jennie tidak sungkan untuk berciuman, berpelukan di depan Langit. Dan parahnya, Langit pernah memergoki Jennie yang sedang berada di bawah kungkungan James.
Di titik itu, Langit benar-benar mematikan hatinya untuk Jennie. Setelah saat ini Langit hanya fokus dengan putrinya, tidak mempedulikan istrinya yang entah pergi kemana dan pulang jam berapa. Dan selama itu juga Langit dan Jesya menjadi dekat. Sampai Jennie berhenti untuk menyusui Lili dan Jesya yang langsung mengambil alih mengorbankan dirinya untuk melakukan program ASI, agar bisa menyusui Lili. Bukan karena dia ingin menarik simpati Langit. Tapi, karena di benar-benar kasihan dengan Lili yang harus berhenti mendapatkan ASI karena keegoisan mommynya sendiri.
Tumbuh kembang Lili tidak lepas dari campur tangan Jesya. Jadi sangat wajar, bila Lili memanggil Jesya dengan sebutan myy dan memanggil Langit dengan dyy. Kalimat yang pertama keluar dari Lili adalah dyy, ya dia memanggil Langit lebih dulu ketimbang mommynya. Bucin akut sekali anak Langit yang satu ini.
Rencananya mereka akan tinggal di Thailand membangun keluarga impian mereka di sana. Di Thailand Langit sudah membeli rumah sederhana untuk keluarga, mobil dan usaha dari uang tabungannya. Jesya notabennya adalah orangĀ kaya, ketika ingin membantu Langit untuk membangun usaha dan membeli rumah, di tolak oleh Langit. Langit mengatakan itu adalah tanggung jawabnya sebagai kepala rumah tangga nanti, Jesya yang menghargai keputusan Langit, akhirnya mengikuti keputusan Langit.
Merek akan pindah satu hari setelah hubungan Langit dan Jennie benar-benar berakhir, dan melangsungkan pernikahan 3 hari setelah mereka tiba di Thailand. Daddy dan mommy Arkan setuju dengan rencana mereka dan mendoakan semua hal baik untuk mereka. Di bilang sakit ya pasti sakit, melihat menantunya yang begitu baik harus berakhir tragis lagi di pernikahan karena ulah kedua putri mereka. Tapi, mereka tidak bisa egois karena sudah terlanjur menganggap Langit sebagai anak laki-laki mereka sendiri. Mereka mendukung pernikahan Langit dengan Jesya, karena Langit berhak untuk bahagia.
***
Langit tiba di kediaman daddy Arkan, di sana dia melihat daddy dan mommy Arkan, serta Jesya sedang bermain dengan Lili yang tertawa sambil memegang biskuit di tangan kanannya.
__ADS_1
"Dyy, dyy," panggil Lili yang menyadari kedatangan daddy kesayangannya langsung menjatuhkan biskuitnya dan menyodorkan kedua tangannya di depan daddynya.
"Tahu saja daddynya datang," ledek mommy Arkan tersenyum melihat tingkah cucunya yang bucin dengan daddynya.
"Sudah selesai?" tanya Jesya berdiri mendekati pasangan daddy dan princess itu, senyum Lili merekah.
"Sudah," jawab Langit membalas senyuman Jesya.
"Jadi besok kalian akan berangkat?" tanya daddy Arkan.
"Iya dad, besok kami akan berangkat. Mohon doanya dad," jawab Langit dengan tersenyum manis.
"Daddy dan mommy akan selalu mendoakan kalian. Tolong jangan memutuskan hubungan kita. Sekali pun daddy tahu ini kesalahan putri daddy," ucap daddy Arkan.
"Tidak akan dad, bagaimanapun daddy dan mommy adalah grandpa dan grandma dari Lili," ujar Langit.
"Terima kasih Langit, mommy minta maaf atas nama Jennie," ucap mommy Arkan dengan tulus.
"Lupakan mom, kami tidak di takdirkan untuk bersama. Langit juga memiliki kekurangan," kata Langit dengan bijak
Keluarga itu berbincang-bincang ringan. Melihat tingkah Lili yang entah begitu random, kadang mengoceh sendiri, asik memasukkan tangan ke dalam mulut dan menarik-narik kemeja daddynya, ketika Langit tidak memperhatikan dirinya.
Sampai perbincangan ringan mereka harus terputus dengan kedatangan Jennie yang entah penampilannya sangat berantakan dengan mata sembab, wajah memerah.
"Kita perlu bicara," kata Jennie tiba-tiba, lalu pergi ke halaman mansion belakang.
Langit melihat ke arah Jesya, meminta jawaban apa yang harus dia lakukan dan Jesya mengangguk kepala.
__ADS_1
"Pergilah," ucap Jesya mengelus bahu Langit dan mengambil Lili dari Langit.
Jesya memberikan Jennie dan Langit waktu untuk menyelesaikan masalah mereka. Sepertinya Jennie masih ada beberapa hal yang ingin di tanyakan oleh Langit. Jadi Jesya memberikan mereka waktu, karena Jesya tidak ingin nantinya di kehidupan mendatang, Langit masih terbayang-bayang dengan masa lalunya dan Jesya juga nanti akan berbicara serius dengan Jennie.