Langit Akdiasa

Langit Akdiasa
Daddy CEO


__ADS_3

"Sudah mom?" tanya Langit menghampiri istrinya yang baru selesai berdandan.


"Sudah dad, baby tidur?" tanya Jennie melihat putrinya yang sedang menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.


"Tidak mom, hanya sedang mendengarkan detak jantung daddy," jawab Langit.


"Princess daddy sekali ya, apa-apa daddy," ledek Jennie mencium jemari putrinya. Tapi, Lili menarik jarinya dan menyembunyikannya.


"Ugh, tidak ada sayangnya dengan mommy," ucap Jennie bergumam dan memeluk lengan suaminya.


"Kita pergi sekarang mom?" tanya Langit.


"Iya dad," jawab Jennie dan Langit meninggalkan kamar untuk turun kelantai dasar.


Hari ini mereka akan pergi ke Arkan Company untuk menghadiri serah terima jabatan CEO untuk Langit. Jennie dan Lili mendampingi Langit, untung kemarin Jennie melahirkan tidak Caesar. Jadi bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dengan sangat cepat, ketimbang melahirkan secara Caesar.


***


Tiba di pintu perusahaan Arkan Company, mereka di sambut dengan daddy dan mommy Arkan, Malvin dan Falensia, serta semua karyawan. Lili berada di gendongan mommynya, karena Langit akan menerima serah terima jabatan di ruangan khusus, yang di hadiri oleh para manager berbagai devisi. Di sana juga ada Jennie, Lili, Malvin, Falensia dan mommy Arkan.


"Perhatian semuanya, disini saya langsung ke intinya saja. Mulai saat ini, terhitung detik, menit, jam, hari dan tanggal ini, CEO Jennie Arkan, digantikan dengan suaminya Langit Akdiasa. Tolong ikuti peraturan dan kebijakan yang beliau sudah putuskan dan bantu dia selama masa jabatannya. Saya pribadi mengucapkan selamat untuk Langit Akdiasa yang sudah resmi menjabat sebagai CEO dari Arkan Company," tutur daddy Arkan mengulurkan tangannya dan Langit langsung menjabat tangan mertuanya.


"Yey, daddy CEO," pekik Malvin kegirangan dan bertepuk tangan, begitu juga dengan seisi ruangan yang mengucapkan selamat pada CEO baru mereka.


"Terima kasih dad, terima kasih boy dan terima kasih semuanya. Mohon kerjasamanya," ucap Langit membungkukkan tubuhnya.


"Congratulation dad," ujar Jennie tersenyum dan mencium bibir suaminya di depan orang ramai, wajah Langit merona atas tindakan manis istrinya.


"Terima kasih mom," balas Langit tersenyum manis.


"Selamat Langit," ujar Falensia mengulurkan tangannya.


"Terima kasih unn," balas Langit membalas uluran tangan kakak iparnya.


"Daddy! Selamat daddy," pekik Malvin dengan bersemangat.


"Terima kasih, boy," ucap Langit menggendong Malvin dan mencium kening putranya.


"Dad," panggil Jennie memanggil suaminya, untuk melihat ke arah putrinya yang cemburu dengan abangnya.


"Hahah, maaf princess," sesal Langit memeluk Lili dengan memberikan Malvin terlebih dahulu pada Falensia.


"Ugh, pencemburu sekali seperti mommynya," ledek mommy Arkan pada Lili.


"Mom, baby mengerti apa yang mommy katakan," kata Jennie.


"Loh, memang benarkan. Itu fakta," ledek mommy Arkan.


"Sudah-sudah, lebih baik mom fotokan kami," pinta Jennie memberikan hpnya pada mommy Arkan untuk mengambil foto keluarga kecilnya.


"Dasar kucing Oren," ledek mommy Arkan mengambil foto keluarga kecil itu dan tersenyum karena melihat kebahagiaan dari keluarga kecil itu.


Setelah acara serah terima jabatan CEO, keluarga kecil itu saat ini sedang berada di ruangan CEO Jennie yang mulai saat ini menjadi ruangan Langit. Lili di gendong daddynya, sementara Jennie memberitahu apa saja yang harus di kerjakan dan menjadi tugas suaminya setelah menjadi CEO.


"Ada yang sulit dipahami dad?" tanya Jennie setelah selesai memberitahu suaminya.


"Tidak mom, sudah semua mom. Terima kasih mom," kata Langit tersenyum dan mencium kepala Lili.


"Dari tadi Lili terus dad, mommy juga butuh amunisi pengisi tenaga," ujar Jennie cemberut dari tadi suaminya sibuk menciumi putrinya.

__ADS_1


"Kemari," ucap Langit memberi ruang pada istrinya untuk duduk di pangkuannya. Jennie langsung mendekat dan duduk di pangkuan suaminya. Langit mencium bibir istrinya sekilas, Jennie tersipu dan memainkan kancing kemeja suaminya.


"Andai saja, sudah lebih dari 40 hari," ucap Jennie yang rindu di sentuh suaminya.


"Hahah, mommy ingin?" tanya Langit.


"Sangat, tapi tidak bisa dad," lirih Jennie sendu, memilih untuk menciumi rahang suaminya.


"Nanti malam, oke," Langit mencium kening istrinya.


"Bagaimana bisa dad?" tanya Jennie.


"Secret," kata Langit.


"Mommy pegang kata-kata daddy," ujar Jennie.


"Iya, setelah princess kita tidur mom," ucap Langit.


"Iya dad," Jennie tersenyum senang.


"Oh mom, sepertinya princess kelaparan," ujar Langit, merasa putrinya menjilat dan mengemut kemajanya, hingga basah.


"Astaga princess, mommy baru ingin bermanja dengan daddy. Ada saja ya, tingkah princess untuk memisahkan mommy dan daddy," Jennie mengambil Lili dan mulai menyusui putrinya. Tidak perduli dilihat suaminya. Toh itu suaminya sendirikan, jadi tidak masalah. Jennie menyusui Lili dengan posisi duduk di pangkuan suaminya.


"Mom," panggil Langit memanggil istrinya.


"Iya dad," saut Jennie masih melihat putrinya yang menyusu tapi menjawab panggilan suaminya.


"Mommy ingat Diana?" tanya Langit.


"Iya dad, yang memiliki seorang putri Laurent 'kan, di Paris?" tanya Jennie.


"Iya mom. Mom dia sedang membutuhkan pekerjaan," ucap Langit.


"Bagaimana kalau Diana menjadi sekertaris daddy mom?" tanya Langit.


"Kenapa Diana?" tanya Jennie menatap mata suaminya.


"Karena daddy berpikir agar dia bisa membawa Laurent saat bekerja mom. Jika dia menjadi sekertaris daddy. Laurent tidak akan di tinggal sendiri mom, saat Diana bekerja," tutur Langit.


"Hanya sebatas CEO dan sekertaris?" tanya Jennie.


"Iya mom, sebatas pekerjaan," jawab Langit.


"Bisa di pegang kata-kata daddy?" tanya Jennie.


"Iya mom," jawab Langit meyakinkan istrinya, karena memang benar dia hanya ingin membantu Diana dan Laurent saja.


Jadi setelah perpisahan Laurent, Diana dan Langit di Paris. Waktu itu, Diana sempat meminta nomor Langit, untuk menghubungi Langit ketika sewaktu-waktu Laurent merindukan Langit. Walaupun pertemuan singkat, tapi Laurent yang notabennya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, merasa sangat bahagia dan lengket dengan pertemuannya pada Langit di Paris waktu itu.


Jennie tahu? Ya, Jennie tahu hubungan Langit dan Laurent dan Jennie percaya dengan suaminya. Karena setiap Video call dengan Laurent, Langit selalu melibatkan dirinya. Pembahasan mereka hanya obrolan biasa dan tidak ada campur tangan Diana. Jadi Jennie mudah menyetujui permintaan suaminya, selain itu Jennie sangat percaya dengan suaminya.


"Kalau begitu mommy izinkan," kata Jennie.


"Terima kasih mom. Daddy janji hanya sebatas rekan kerja. Dan tidak akan mengecewakan mommy dan princess," ucap Langit mencium bibir istrinya.


"Iya dad," kata Jennie ******* bibir Langit, dengan posisi baby masih menyusu.


Mereka melepaskan ciuman itu karena kehabisan pasokan udara dan ponsel Langit berdering. Langit mengambil ponselnya yang ada di atas meja depan dirinya, lalu meminta izin pada Jennie untuk mengangkatnya.

__ADS_1


"Angkat saja dad," ucap Jennie tersenyum.


"Iya mom," ujar Langit mengangkat panggilan video dari Laurent.


"Hai uncle handsome, aunty," sapa Laurent tersipu.


"Hahah, hai Laurent," sapa balik Langit dan Jennie.


"Uncle sedang apa? Laurent mengganggu uncle? Apa itu adik Lili aunty?" tanya Laurent.


"Uncle sedang di ruang kerja, tidak Laurent, uncle dan aunty sedang bersantai," jawab Langit.


"Iya Laurent, ini adik Lili," saut Jennie.


"Apa Laurent boleh melihat adik Lili aunty?". Laurent


"Temui langsung adik Lilinya," ucap Jennie tersenyum manis.


"Yah, Laurent tidak akan bisa melihat adik Lili jika seperti itu," ujar Laurent.


"Kenapa seperti itu?" tanya Jennie.


"Karena Laurent tidak akan ke Korea," jawab Laurent sedih.


"Kata siapa? Katakan pada mommy untuk berkemas. Besok Laurent akan berangkat ke Korea bertemu adik Lili," ucap Jennie.


"Oh, benarkah aunty? Uncle handsome?" tanya Laurent terkejut.


"Iya, katakan pada mommy,"ucap Jennie tersenyum, Langit menganggukan kepala.


Laurent : Mommy, kita harus berkemas. Besok kita akan ke Korea.


Diana : Tidak sayang, apa yang Laurent katakan hm. Kita tidak bisa ke Korea dalam waktu dekat.


Laurent : Tidak mommy. Aunty dan uncle handsome sendiri yang mengatakan. Besok kita ke Korea dan dan temu dengan adik Lili. Ya 'kan aunty, uncle?


Jennie dan Langit tersenyum mendengar percakapan ibu dan anak perempuan itu. Pasalnya percakapan mereka terdengar jelas oleh pasangan Jennie dan Langit.


"Ah, apa yang dimaksudkan Laurent?" tanya Diana merasa canggung setelah menyadari obrolan dirinya dan putrinya terdengar oleh pasangan Jennie dan Langit.


"Iya, Laurent benar. Besok kalian akan ke Korea. Nanti sekertarisku yang mengurus semuanya. Kamu di terima menjadi sekertaris suamiku," jawab Jennie tersenyum manis.


"Benarkah?" tanya Diana tidak percaya.


"Iya, jadi berkemas lah. Besok kami tunggu kedatanganmu dan Laurent di Korea," ucap Jennie tersenyum manis.


"Iya, terima kasih. Terima kasih banyak Jennie, Langit," seru Diana terharu.


"Iya, kalau begitu sudah dulu, ya. Sepertinya putriku ingin tidur," pamit Jennie.


"Iya Jennie," ucap Diana tersenyum haru.


Langit tersenyum manis.


Panggil video terputus. Langit meletakkan handphonenya di atas meja, lalu melihat kearah putrinya yang mulai mengantuk.


"Kemari mom, biar princess daddy tidurkan," tawar Langit.


"Tidak dad, biar kali ini dengan mommy, ya. Daddy peluk mommy saja," pinta Jennie tersenyum manis.

__ADS_1


"Iya mom," kata Langit memeluk tubuh istrinya yang berada di pangkuannya.


Diana racun atau bestie Jennie nantinya?


__ADS_2