Langit Akdiasa

Langit Akdiasa
Kedatangan Laurent dan Diana


__ADS_3

Jesya, Rachel dan Jennie sedang membuat cake di dapur. Mereka sedang menghias cake dengan Lili yang berada di dalam stroller bayinya, dia sibuk mengemut tangannya.


"Jadi Diana yang akan menjadi sekertaris Langit, unn?" tanya Rachel.


"Iya, unnie kasihan dengan Diana," jawab Jennie.


"Tidak takut terjadi sesuatu antara Langit dan Diana, unn?" tanya Rachel.


"Tidak, unnie percaya dengan Langit. Mereka hanya rekan kerja," jawa Jennie.


"Benar, tidak baik curiga dengan suami sendiri. Langit bisa dipercaya," imbuh Jesya.


"Iya unn, lalu siapa yang akan menjemput Diana dan Laurent, unn?" tanya Rachel.


"Sekertaris unnie," jawab Jennie.


Jesya dan Rachel menganggukan kepala.


***


Di bandara Korea, sekertaris Jennie sedang menunggu kedatangan Diana dan Laurent.


"Miss Diana?" tanya Sekertaris.


"Ah, iya," jawab Diana yang menggendong Laurent.


"Saya sekertaris Miss Jennie. Mari saya antar ke mobil, biarkan mereka yang membawa barang-barang Miss," ucap Sekertaris.


"Iya, terima kasih sebelumnya," ujar Diana.


"Sudah menjadi tugas saya, Miss," kata Sekertaris.


Diana dan Laurent masuk kedalam mobil. Sekertaris menjalankan mobil menuju masion Jennie dan Langit. Setelah beberapa waktu akhirnya mereka tiba di mansion Jennie dan Langit. Bertepatan dengan Langit yang baru pulang dari kantor. Langit tersenyum pada Diana dan sekertaris istrinya.


"Selamat datang di Korea, tolong bawa masuk Diana dan putrinya. Saya masuk dulu untuk membersihkan diri," Langit pamit masuk duluan karena ingin cepat-cepat mandi dan bertemu istri dan anaknya.


"Mari Miss," ajak Sekertaris Jennie membawa Diana masuk ke dalam mansion.


Di dalam mansion sudah ada Jesya, Rachel dan Jennie yang sedang menggendong putrinya di ruang TV.


"Mom," panggil Langit pada istrinya, semua orang menoleh ke arah Langit.

__ADS_1


"Unn, Rachel," Langit menyapa Jesya dan Rachel.


"Sudah pulang dad," kata Jennie menghampiri suaminya dan hendak menyentuh suaminya tapi Langit mencegatnya.


"Daddy membersihkan badan dulu mom, daddy dari luar," pamit Langit.


"Iya dad," ucap Jennie memberikan Lili pada Rachel dan ikut menyusul suaminya untuk menyiapkan baju santai suaminya.


"Unnie titip Lili. Unnie siapkan baju untuk suami unnie dulu," ucap Jennie.


"Iya unn," jawab Rachel menerima Lili, mencium pipi Lili.


"Utu, utu, utu, ditinggal mommy dan daddynya yang sedang berpacaran," Rachel meledek Lili.


Lili langsung menangis.


Owek, Owek, Owek.


"Astaga, jaga ucapanmu. Lili itu pencemburu," tegur Jesya mengambil alih tubuh Lili dan memeluknya.


"Maaf unn, aku kira bayi tidak akan mengerti," ucap Rachel.


"Hais. Tidak sayang. Daddy hanya mandi sebentar," ucap Jesya memeluk Lili dan ajaibnya Lili langsung diam.


"Ah, sudah tiba. Perkenalkan Jesya dan ini Rachel, kami sahabat sekaligus saudari Jennie," ucap Jesya memperkenalkan diri.


"Rachel," Rachel tersenyum.


"Diana dan ini putriku Laurent," kata Diana.


"Jennie sedang mengurus suaminya, mari duduk," ajak Jesya.


"Iya," saut Diana sedikit canggung.


"Miss, saya pamit undur diri," pamit Sekertaris.


"Iya, terima kasih," ujar Jesya.


"Iya Miss," ucap Sekertaris pergi meninggalkan ruang TV.


"Apa sebaiknya Laurent diletakkan di kamar saja," usul Rachel.

__ADS_1


"Tidak perlu, Rachel. Sepertinya sebentar lagi akan bangun," tolak Diana.


Dan benar saja, Laurent perlahan-lahan membuka matanya.


"Mommy," panggil Laurent.


"Iya sayang," saut Diana.


"Kita dimana?" tanya Laurent yang belum menyadari di depannya ada Jesya dan Rachel.


"Di mansion uncle dan aunty," jawab Diana.


"Benarkah, dimana adik Lili mom?" tanya Laurent.


"Di sini," jawab Jesya. Laurent langsung melihat ke arah Jesya yang di gendongannya ada Lili.


"Oh, hallo aunty's, perkenalkan Laurent," ujar Laurent langsung turun dari pangkuan mommynya dan membungkuk di depan Jesya dan Rachel.


"Hallo, perkenalkan aunty Jesya, aunty Rachel dan ini adik Lili," terang Jesya dengan tersebyum manis.


"Oh, adik Lili," balas Laurent mendekati Jesya untuk melihat Lili.


"Cantik," puji Laurent melihat kecantikan putri Jennie dan Langit.


"Seperti uncle handsome dan aunty Jenjen," ujar Laurent.


"Benar, sangat cantik bukan," ucap Jennie menyahuti pujian dari Laurent yang baru tiba bersama suaminya yang sudah mandi.


"Hallo aunty, uncle handsome," sapa Laurent membungkuk di depan Jennie dan Langit.


"Hallo Laurent," sapa balik Jennie dan Langit duduk di sofa bergabung bersama mereka.


"Selamat datang di Korea," sambut Jennie.


"Ah, iya. Terima kasih Jennie dan Langit," kata Diana.


"Jangan bahas itu lagi, sebaiknya kita pergi makan. Nanti lanjut cerita lagi," tukas Jennie yang memeluk lengan suaminya.


"Iya," saut mereka kompak.


Mereka makan dengan tenang, dengan posisi seperti biasa. Lili di gendongan daddynya, Jennie yang menyuapi suami dan dirinya. Laurent tidak henti-hentinya tersenyum melihat keluarga kecil Jennie dan Langit.

__ADS_1


Maaf sayang, karena dirimu harus merasakan bagaimana rasanya tidak dibesarkan oleh kasih sayang seorang daddy, batin Diana.


Jesya memperhatikan tatapan Diana yang menyiratkan sesuatu.


__ADS_2