
Saat ini pasangan mantan suami istri sedang duduk di bangku rooftop mansion daddy Arkan. Setelah kejadian gelas yang pecah, Falensia meminta Langit untuk berbicara face to face. Ke inginan Falensia sangat tidak disetujui oleh Jennie, adiknya sendiri. Bagaimana Jennie bisa setuju, bila melihat suaminya akan menghabiskan waktu dengan mantan istrinya yang tidak lain adalah unnienya sendiri. Terlebih lagi Jennie seperti bisa merasakan jika unnienya masih memiliki rasa untuk suaminya.
Langit yang merasa ada sesuatu hal yang masih belum selesai antara dirinya dengan mantan istrinya itu, memilih untuk menyelesaikan semua urusan mereka dengan baik-baik. Langit menyetujui keinginan mantan istrinya itu. Langit meyakinkan istrinya, semuanya akan baik-baik saja, tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Langit hanya ingin antara dirinya dan mantan istrinya yang sekarang jadi kakak iparnya itu bisa memiliki hubungan yang baik. Jennie yang mengingat perkataan suaminya kunci dari sebuah hubungan adalah kepercayaan dan komunikasi, memilih untuk mengizinkan suaminya, Jennie percaya pada suaminya.
"Happy Birthday untukmu, Langit," ucap Falensia membuka obrolan, pandangannya tertuju pada langit malam.
"Terima kasih, unn," ucap Langit.
"Dan selamat untuk kehamilan Jennie," ucap Falensia.
"Iya unn, terima kasih unn," saut Langit Lisa.
"Kamu bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Falensia.
"Sangat unn, terlebih lagi Tuhan sedang memberikan kami kepercayaan untuk memiliki baby. Aku sangat bahagia unn," ungkap Langit tersenyum mengingat istrinya. Tidak dengan Falensia yang justru merasa dadanya mulai sesak, setelah mendengar pernyataan dari mantan suaminya.
"Bagaimana dengan persiapan pernikahan unnie dengan Samudra?" tanya Langit.
__ADS_1
"Aku, aku ragu, Langit," jawab Falensia tertunduk.
"Kenapa unn? Apa yang menjadi keraguanmu?" tanya Langit.
"Kamu, kamu adalah alasan terbesar kenapa aku ragu dengan pernikahanku bersama Samudra," ucap Falensia menatap ke arah Langit.
"Ada apa dengan aku, unn?" tanya Langit yang bingung dengan ucapan Falensia.
"Aku, aku mencintaimu Langit. Aku, aku belum bisa merelakan dirimu bersama wanita lain, termasuk bersama adikku sendiri," ungkap Falensia menatap Langit dengan tatapan sendu.
"Aku berterima kasih untuk kamu yang mencintaiku, unn. Aku tidak berhak meminta unnie untuk berhenti mencintaiku. Tapi unn, hidup terus berjalan, syukuri apa yang sudah Tuhan titipkan pada unnie, sebelum Tuhan mengambil kembali titipannya. Cinta itu relatif unn untuk kita bijak menyikapinya, ada cinta yang benar-benar untukkita miliki dan ada cinta yang benar-benar bukan untuk kita miliki," tutur Langit dengan tenang.
"Cobalah untuk bersahabat dengan masa lalu unn, bukan untuk di kenang ataupun di ulang. Unnie membuka hati unnie hanya sebagian, tidak full unn. Unnie selalu membandingkan diriku dengan Samudra, hal itu yang membuat unnie sulit untuk menerima Samudra, unn. Cukup lihat dan hargai setiap momen yang di buat seulgi untuk unnie, jangan pernah bandingkan dirinya dengan diriku, unn," terang Langit.
"Bukankah akan sangat menyakitkan jika Samudra sampai mengetahui kebenarannya, unn? Cintanya tidak lagi menginginkannya, melainkan menginginkan orang lain. Unn, belajarlah untuk mencintai orang yang mencintaimu unn, jangan stay dengan orang yang tidak mencintai kamu, unn," tutur Langit.
Tidak ada obrolan lagi antara Langit dan Falensia, mereka diam beberapa saat. Keheningan malam, ditemani kelap-kelip bintang dan sinar bulan. Mereka berdua diam dalam pemikiran mereka masing-masing.
"Bisakah berikan aku sebuah pelukan Langit?" tanya Falensia menatap wajah Langit.
__ADS_1
Langit tanpa basa-basi langsung membawa mantan istrinya untuk masuk kedalam dekapannya.
"Berbahagia lah unn, jangan biarkan perasaan unnie yang masih menyelam di masa lalu, menghancurkan kehidupan unnie di masa mendatang unn. Samudra orang yang baik, unn," ungkap Langit sambil menatap langit malam. Falensia diam dalam dekapan nyaman dan hangat yang diberikan Langit.
Sementara dari halam luar mansion, Samudra bisa melihat apa yang dilakukan calon istrinya dengan adik ipar calon istrinya yang sudah menjadi mantan suami dari calon istrinya.
"Kau akan mendapatkan balasannya Langit. Karena kau, Falensia tidak bisa menerimaku lagi di hidupnya. Kau harus di lenyapkan Langit," gumam Samudra dari dalam mobil, dia bisa melihatapa yang dilakukan Langit dan Falensia, tapi tidak dengan isi pembicaraan Langit dan Falensia.
Sementara di sisi rooftop, ada Jennie yang mendengar semua obrolan pasangan mantan suami-istri itu. Dia bersyukur karena suaminya sangat bijak dalam menyikapi pernyataan cinta dan isi hati dari mantan istrinya yang tidak lain adalah unnienya sendiri. Jennie percaya dengan suaminya, Langit tidak pernah mengkhianatinya dan baby mereka. Jennie tersenyum dan berjalan mendekat ke arah suami dan unnie yang masih berpelukan.
"Hubby, apa sudah selesai?" tanya Jennie.
Langit dan Falensia langsung melepaskan pelukan mereka dan melihat ke arah Jennie.
"Sudah," bukan Langit yang menjawab, melainkan Falensia.
"Bisakah dirimu menunggu sebentar di pintu masuk hubby. Aku ingin berbicara sebentar dengan unnie," pinta Jennie.
"Iya wife, panggil aku jika sudah selesai," ucap Langit berdiri mencium kening istrinya. Jennie memejamkan matanya saat suaminya mencium keningnya.
__ADS_1