
Langit meneteskan air mata. Dia membayangkan bagaimana jika nanti dirinya sudah tidak berada di alam yang sama dengan putrinya. Bagaimana dengan putrinya, dengan siapa putrinya nanti. Putrinya masih terlalu dini untuk kehilangan sosok seorang daddy dalam hidupnya. Jika saja Langit belum memiliki princess, Langit akan sangat siap, kapan pun dirinya di panggil Tuhan untuk kembali.
Tapi pertama kali dalam hidupnya, Langit mencoba menggoda Tuhan untuk memberikan dia belas kasihan. Menggoda untuk meminta dirinya diberikan beberapa waktu lagi untuk bersama putrinya. Setidaknya sampai Lili berusia 5 tahun. Tapi, sepertinya itu hanya sebuah keajaiban yang belum menunjukkan tanda-tanda. Karena waktu Langit tidak akan lama lagi.
Jesya memberikan kode pada Jennie untuk mendekat, mengganti posisi dirinya. Setelah Jennie mendekat, Jesya keluar dari ruangan menemui Dokter yang menangani Langit tadi. Jennie menunduk, meremat celana panjang hitamnya. Dia malu dengan semua kebusukannya, dia tidak pantas menampakkan dirinya lagi di depan Langit dan Lili.
"Bagaimana kabar Miss? Maaf kali ini kita bertemu dengan kondisiku yang sangat jauh dari kata baik," kata Langit.
Jennie mendongakkan kepalanya, menatap wajah Langit yang menyuguhinya dengan senyuman manis. Padahal Langit sedang kesakitan. Padahal orang yang ada di depan mata Langit adalah orang yang memberikan luka begitu dalam untuk hidup mantan suaminya. Jennie menangis, air matanya menetes. Jennie tidak tahu lagi harus mendeskripsikan ketulusan dan kemurnian hati Langit dengan kata-kata apa lagi.
"Maaf Langit," hanya itu yang Jennie sanggup katakan.
"Tidak, semua sudah menjadi takdir Tuhan jika sudah terjadi. Kita sebagai umatnya hanya bisa berserah dan berdoa," ujar Langit.
"Langit, aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan dirimu," ucap Jennie bersungguh-sungguh.
"Terima kasih Miss untuk kebaikan hati Miss Kim. Aku tidak bisa merepotkan orang lain lagi. Semua aset-asetku untuk Lili. Aku tidak memiliki uang untuk mengganti biaya yang Miss Kim keluarkan untukku nanti," tolak Langit.
"Tidak Langit, aku tidak meminta uangku untuk kembali. Aku benar-benar membantumu," ucap Jennie, ada rasa sakit di hati Jennie ketika Langit mengatakan hal itu, sebegitu tidak inginnya mantan suaminya berhubungan lagi dengannya.
__ADS_1
"Tidak perlu Miss. Aku sudah cukup dengan kebaikan Tuhan selama ini. Tuhan sudah sangat baik memanjangkan usiaku, hingga saat ini Lili berusia 2 tahun. Aku sudah tidak sanggup lagi Miss, semakin hari tubuhku semakin melemah. Aku hanya menunggu waktu untuk Tuhan panggil kembali," ujar aunty Langit tersenyum lirih mencium kepala putrinya.
"Tidak Langit, tolong bertahan. Jika aku bukan alasanmu untuk bertahan dari rasa sakitmu, tolong bertahan untuk Lili. Dia sangat menyayangi dirimu, Lili lebih membutuhkan daddynya dari pada orang lain termasuk aku mommynya. Tolong bertahan Langit," lirih Jennie menangis mencium punggung tangan Langit.
"Lili adalah ketakutan terbesarku Miss. Aku takut jika waktu di duniaku sudah habis, dengan siapa Lili akan di rawat," ungkap Langit mengutarakan ke khawatiran akan putrinya.
"Aku Langit, aku yang akan merawat dan membesarkan Lili. Tolong bertahan Langit, kita akan bersama-sama membesarkan Lili. Sekalipun kita tidak berstatus sebagai pasangan suami-istri lagi. Bertahan Langit, tolong bertahan," ucap Jennie.
***
Di rooftop rumah sakit lantai ruang rawat Langit.
Lili berada di pelukan mommynya, Langit duduk di kursi roda dan Jennie duduk di bangku rooftop samping Langit. Langit meminta untuk dirinya bisa menghirup udara luar ruangan dan jadilah Langit, Jennie dan Lili di rooftop. Mereka melihat ke arah gedung-gedung bangunan yang tinggi, lalu lintas kendaraan dan orang-orang yang berlalu lalang dengan berjalan kaki. Sekalipun di sana sudah tengah malam, tapi aktivitas masyarakat masih seperti di siang hari. Lili sudah tertidur di dalam pelukan mommynya.
"Ya," saut Jennie menolehkan kepalanya ke wajah Langit.
"Bisakah aku meminta 1 permintaan," ujar Langit.
"Tentu, katakan," balas Jennie tersenyum, ini kali pertama selama Langit bersama dirinya. Langit baru meminta sesuatu padanya.
__ADS_1
"Tolong cintai dan rawat Lili," pinta Langit
"Kenapa?" tanya Jennie merasa was-was dengan permintaan sederhana mantan suaminya. Pasalnya itu bukan hanya permintaan biasa. Itu adalah permintaan memiliki makna di dalamnya.
"Biar bagaimana pun Miss Kim adalah mommynya. Aku percaya dengan Miss Kim. Sekalipun nanti Miss Kim akan memulai hidup baru dengan pasangan Miss Kim, tolong tetap cintai dan rawat Lili. Apa bisa?" tanya Langit.
"Aku tidak akan memulai hidup dengan siapa pun, kecuali itu dengan dirimu Langit. Aku akan mencintai dan merawat Lili, karena dia putriku. Aku mencintaimu dalam kesendirianku Langit, hatiku sudah benar-benar tidak ada sisanya lagi untuk orang lain miliki. Semuanya sudah ada di dalam dirimu, sekalipun nanti kamu menikah dengan perempuan lain. Aku akan tetap memilih sendiri dalam mencintai dirimu," ungkap Jennie bersungguh-sungguh.
"Bisakah aku meminjam bahumu? Aku butuh waktu sebentar untuk memulihkan tenagaku dengan tidur sementara waktu," pinta Langit baru menatap balik wajah Jennie dengan senyum manisnya dan tak lupa wajah pucatnya.
"Tentu, tidur sesuka hatimu. Bahuku hanya untukmu dan putri kita. Setelah selesai tidur, tolong bangun dan berjuang lagi untuk aku dan Lili," pinta Jennie tersenyum getir. Dia ragu dengan ucapannya karena melihat wajah pucat mantan suaminya dan dari tadi Langit seperti menahan rasa sakit di tubuhnya.
Langit menjatuhkan perlahan kepalanya di bahu Jennie. Dia menggenggam tangan putrinya yang sedang tertidur di pelukan mantan istrinya. Langit merasakan sakit di tubuhnya. Tapi, dia tersenyum karena mendengar jawaban mantan istrinya yang berjanji akan mencintai dan merawat putrinya. Sekarang Langit bisa pergi dengan tenang.
"Love you princess daddy," ucap Langit tersenyum lirih.
"Love you queen," ucap Langit menutup matanya perlahan, napasnya mulai melemah dan Langit meninggal di bahu mantan istrinya, dengan senyum manis dan wajah pucatnya.
Jennie meneteskan air mata, ini yang dia khawatirkan. Hari ini juga lukanya begitu banyak, dia bercerai dengan suaminya, putrinya di tinggal pergi daddynya ketika berusia 2 tahun dan mantan suaminya meninggal di bahunya. Semuanya terjadi dalam waktu 1 hari.
__ADS_1
"Aku titip dia Tuhan, dia orang baik. Langit aku janji akan mencintai dan merawat putri kita, hingga napas terakhirku. Tolong maafkan semua kesalahanku. Tunggu kami, tunggu aku dan putri kita, jika hari itu sudah tiba untuk kita kembali berkumpul bersama. Love you too daddy (Jennie mewakilkan Lili). Love you too king," lirih Jennie menatap langit malam, sembari air matanya di biarkan mengalir begitu saja.
Jesya, daddy dan mommy Kim meneteskan air mata, melihat adegan family yang begitu menyayat hati siapa pun. Mereka tidak bisa menyalahkan salah satu pihak, termasuk Jennie. Karena Langit yang disakiti oleh Jennie, justru memilih untuk tidak membalaskan rasa sakitnya pada Jennie. Mereka tidak akan menghakimi Jennie, karena Tuhan sudah begitu banyak memberikan karma pada Jennie.