
Banyak hal yang sudah di lakukan Langit ketika hari ini tiba dirinya untuk berbicara terakhir kali dengan Jennie. Sebelum berada di hari ini, Langit sudah memenuhi semua list-nya, seperti:
Mengembalikan uang Jennie selama dia koma.
Menginvestasikan uang tabungannya yang sudah memiliki rumah sederhana, mobil dan fasilitas di dalamnya untuk dia tinggali bersama putri dan pasangannya nanti, di negara lain.
Sudah memiliki usaha di negara yang akan dia tempati bersama putri dan pasangannya.
Mengurus surat cerai dan surat asuh anak.
__ADS_1
Semua list sudah terpenuhi dan oleh karena itu, hari ini Langit berani untuk to the point berbicara dengan Jennie. Lili bersama daddy dan mommy Arkan di mansion mertuanya, di sana ada Jesya juga.
Saat ini Langit sedang menunggu mantan istrinya, ya mantan istrinya, bukan istrinya lagi, setelah surat perceraian mereka keluar kemarin, bersamaan dengan surat hak asuh anak. Pasangan Jennie dan Langit sudah berakhir. Langit berdiri di depan pintu luar mansion Jennie yang dulunya adalah mansion mereka. Tapi, setelah bercerita dan Jennie yang membeli mansion ini dengan uangnya, jadi Langit yang keluar dari mansion.
Lama menunggu sekitar 45 menit, akhirnya Jennie tiba juga dengan mobil sportnya. Pandangan Jennie dan Langit bertemu. Jennie yang ingin melewati Langit begitu saja, tiba-tiba terhenti dengan suara suaminya, karena dia belum tahu status baru mereka.
"Bisa bicara sebentar, hanya untuk yang terakhir," kata Langit berbicara dengan tenang.
***
"Miss Arkan," panggil awal Langit untuk membuka obrolan dengan Jennie.
Jennie mengerenyitkan dahinya karena mendengar suaminya memanggil dirinya dengan hal formal seperti itu. Tapi, Jennie diam, membiarkan suaminya untuk berbicara.
"Terima kasih banyak sudah begitu baik dengan diriku. Sudah sudi untuk menjadikan aku sebagai pasangan untukmu dan sudah mewujudkan mimpiku untuk memiliki seorang princess yang begitu cantik dan cerdas," ucap Langit menjeda kalimatnya.
Jennie benar-benar merasa aneh dengan ucapan suaminya kali ini, tapi dia masih diam.
"Miss Arkan, aku minta maaf untuk semua ketidak puasan dirimu dengan diriku. Maaf untuk perkataan atau pun tindakan yang aku lakukan, tetapi bertolak belakang dengan keinginan Miss Arkan," ucapan Langit di potong oleh Jennie.
"To the point, kau membuang-buang waktuku!" bentak Jennie.
__ADS_1
"Iya, maaf. Aku hanya ingin mengatakan kita bukan lagi pasangan suami istri-" lagi-lagi ucapan Langit terpotong oleh Jennie.
"Omong kosong, kau benar-benar membuang waktuku!" murka Jennie berdiri dan melangkahkan untuk masuk ke dalam mansion, beberapa langkahnya terhenti dengan mendengar ucapan suaminya.
"Di dalam laci meja kamar, sudah ada surat sah perceraian kita dan surat hak asuh Lili yang akan ikut denganku. Di sana juga ada cek nominal uang yang aku pakai ketika aku koma," ujar Langit dengan melihat ke arah kolam ikan.
Deg ... Hati Jennie sakit.
Bugh ... Tas di genggaman tangan Jennie terjatuh.
Langit berdiri memutar badannya, maju melangkah tepat di depan Jennie yang masih linglung dengan pernyataan Langit.
"Semuanya sudah aku selesaikan. Daddy dan mommy Arkan juga sudah mengetahui ini. Lili saat ini sedang berada di mansion. Jika ingin menemui Lili, temuilah sebelum besok kami akan pergi ke luar negeri," terang Langit menatap wajah mantan istrinya yang tiba-tiba memucat dan masih terpaku dalam lamunan.
"Ini, aku kembalikan," Langit membuka cincin di jari manisnya dan mengambil tangan kanan Jennie lalu meletakkan cincin itu di sana dan mengepalkan tangan Jennie untuk menutupnya agar tidak jatuh. Jennie melihat ke arah kepalan tangannya, kesadarannya baru terkumpul. Jennie meneteskan air mata, dia menggeleng kepala.
"Kalau begitu aku permisi Miss Arkan," pamit Langit membalikkan badan dan pergi meninggalkan Jennie yang terpaku dengan kejadian yang sebelumnya tidak pernah dia bayangkan, lidahnya keluh sampai mobil Langit sudah pergi meninggalkan halaman mansion.
Jennie berlari masuk ke mansion, dengan keadaan air mata menetes. Dia ingin cepat-cepat menuju kamarnya dan melihat bahwa yang dikatakan Langit hanya sebatas lelucon dan ancaman saja. Jennie akan memberikan Langit hukuman jika ini adalah sebuah lelucon. Tapi, dia tidak siap jika perkataan Langit adalah sebuah kebenaran. Sampai dia tiba di kamar dan membuka laci, lalu buru-buru membuka salah satu amplop, disana ada 3 amplop.
"Tidak!" teriak Jennie menangis setelah membaca isi surat di amplop pertama adalah surat keputusan pengadilan tentang surat perceraian dirinya dan Langit. Lalu dia membuka aplop kedua dan itu surat hak asuh Lili yang jatuh ke tangan Langit dan amplop terakhir adalah cek dengan nominal 125 Milyar dari Langit, sebagai ganti uang perawatan Langit selama koma.
Jennie menangis beberapa waktu, lalu dia membawa 3 surat itu dan mengambil tasnya yang masih tergeletak di atas rumput tempat terakhir dirinya dan Langit berbicara. Dia pergi menyusul Langit dan Lili ke mansion daddynya. Sepanjang perjalanan dia menangis.
Cit ...
__ADS_1