Langit Akdiasa

Langit Akdiasa
Daddy dan Aunty Jenjen (4)


__ADS_3

Jennie berjalan ke dapur dan tersenyum dengan senyum manisnya melihat punggung suaminya yang sedang fokus dengan masakannya. Dia memperhatikan suaminya yang terlihat lebih menawan dengan apron yang melilit di tubuh suaminya dan style suaminya memasak.


Jennie mengambil beberapa foto suaminya yang sedang masak, sampai saat ini suaminya belum menyadari keberadaan istrinya yang dari tadi memperhatikan dirinya. Jennie yang puas dengan beberapa foto dari suaminya, dia meletakkan handphonenya lalu masuk ke dalam pelukan suaminya yang sedang masak.


"Ganteng banget suami aku," puji Jennie mencium rahang suaminya. Langit tersenyum dengan pujian istrinya.


"Benarkah? Padahal aku belum membersihkan diri wife," ujar Langit memeluk istrinya dengan 1 tangan, sedangkan tangan 1 nya dia gunakan untuk membolak-balik masakannya.


"Tapi suami aku wangi, aku suka mencium wangi tubuh suamiku," puji Jennie terus memberikan kecupan di rahang tegas suaminya.


"Istriku pintar menggombal," ledek Langit mencium kening istrinya.


"Tidak, aku jujur hubby," tolak Jennie.


"Kalau begitu, terima kasih queen yang always beautiful," puji Langit.


"Sama-sama handsome. Sedang masak apa hubby?" tanya Jennie masih mencium rahang suaminya.


"Pasta keju dan sosis panggang wife. Boleh minta tolong wife?" tanya Langit.


"Iya hubby," saut Jennie.


"Tolong bangunkan Malvin, kita akan makan. Aku akan menata ini di meja makan, bisakah?" tanya Langit dengan lembut.

__ADS_1


"Tentu hubby," ujar Jennie mencium bibir suaminya, lalu beranjak ke kamar tamu untuk membangunkan Malvin. Sedangkan Langit mematikan kompor dan mulai menata makanan di meja makan.


***


"Astaga, tidurmu seperti baling-baling helikopter Malvin. Berputar-putar kesana-kemari," ledek Jennie mengelus pipi Malvin, cara yang dia dapatkan dari suaminya ketika membangunkan dirinya.


"Bangun boy, Daddy menunggu kita di meja makan," kata Jennie berucap dan hebatnya Malvin langsung membuka mata mendengar kata-kata Daddy yang keluar dari mulut auntynya.


"Ajaib begitu menyebut nama Daddy langsung bangun. Benar-benar bucin Daddy," ledek Jennie sambil terkekeh melihat tingkah ponakannya.


"Aunty," panggil Malvin merentangkan tangannya minta di gendong.


"Iya, kita menemui Daddy di meja makan, ya," ujar Jennie menggendong Malvin menuju meja makan, di sana Langit sudah duduk di kursinya menunggu queen dan Princenya.


"Daddy," panggil Malvin merentangkan tangannya.


"Iya dad/hubby," jawab Jennie dan Malvin serentak.


Setelah selesai mencuci wajah dan tangan, Jennie dan Malvin kembali ke meja makan. Malvin duduk di pangkuan Langit.


Malvin di suapi Daddynya dan Langit di suapi Jennie. Setelah selesai menyuapi Malvin, Langit menyuapi istrinya. Keluarga idaman guys. Setelah selesai makan, Jennie yang menggendong Malvin menunggu Langit yang sedang mencuci piring. Jennie tadi ingin mencuci piring, tapi suaminya menolaknya dan mengatakan biar dirinya saja. Setelah selesai, mereka bersantai di ruang TV dengan Malvin bersandar di dada Daddynya dan Jennie menjatuhkan kepalanya di bahu suaminya


"Hubby," panggil Jennie.

__ADS_1


"Iya wife," saut Langit.


"Aku ingin mansion kita memiliki pelayan," ucap Jennie.


"Untuk apa wife? Aku bisa mengerjakan semuanya wife," kata Langit.


"Tidak, dirimu suamiku bukan budakku. Aku tidak ingin menjadi istri durhaka lagi. Biarkan mansion kita di urus dengan beberapa pelayan hubby, aku ingin suamiku fokus kerja mengurus kedai dan diriku saja, bukan mengurus mansion," kata Jennie menatap wajah suaminya.


"Baiklah, apa pun untuk istriku. Terima kasih wife," kata Langit.


"Aku yang berterima kasih karena sudah memberikan aku kesempatan untuk menjadi istri yang baik untukmu," ujar Jennie dengan tulus.


"Jangan bahas itu lagi wife," kata Langit mencium kening istrinya.


"Iya hubby," kata Jennie menikmati ciuman yang di berikan suaminya.


"Ayo nanti malam buat baby hubby, aku ingin segera menjadi mommy," ajak Jennie dengan serius tapi dengan senyum manisnya.


"Serius wife? Aku tidak memaksa wife, jika dirimu-" ucapan Langit terpotong.


"Hubby, aku yang menginginkan ini. Aku sendiri, aku sama sekali tidak terpaksa, aku ingin menjadi mommy. Aku sangat yakin aku tidak akan kesusahan dalam membesarkan anak kita nanti, karena aku memiliki suami yang siaga dan hebat, dirimu adalah Daddy idaman untuk anak kita nanti," ungkap Jennie dengan tulus.


"Terima kasih, wife. Aku akan. Aku akan wife menjadi suami yang siaga dan idaman untuk anak kita, kita akan membesarkan anak kita bersama-sama. Terima kasih wife, terima kasih. Love you wife, love you," kata Langit senang, hatinya sangat senang sampai dia meneteskan air mata.

__ADS_1


"Don't cry hubby," ucap Jennie menghapus air mata suaminya dan mencium bibir suaminya.


Langit menatap wajah istrinya penuh cinta, tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia sangat senang apa kabar Malvin? Malvin sudah tertidur pulas dengan bersandar pada dada Daddynya. Karena melihat Malvin yang tertidur, Jennie dan Langit memutuskan untuk tidur bersama di kamar tamu.


__ADS_2