
"Uh, princess mommy. Jika kehausan saja yang di cari mommy, selebihnya selalu daddy, daddy dan daddy. Ambil sana daddy jelekmu itu," Jennie meledek putrinya yang terlalu bucin dengan suaminya. Baby langsung melepaskan mulutnya dari payudara Jennie.
"Oh, tidak terima dia, daddynya di katakan jelek. Iya, iya, iya mommy maaf, ya. Daddy baby tertampan sejagat raya oke," ucap Jennie.
Baby lanjut menguyyu lagi dengan mommynya. Jennie bergeleng-geleng kepala, sementara Langit tersenyum melihat 2 kesayangannya yang sedang bermonolog. Meskipun baby sedang menyusu dengan mommynya, tangan baby tidak lepas menggenggam jari telunjuk daddynya. Benar-benar Karina Lili Akdiasa, bucin daddy Langit.
Jennie cemburu? Tidak, awalnya dia tidak ingin memiliki anak karena takut akan kalah saing dengan anaknya soal kasih sayang dari suaminya. Tapi setelah merasakan bagaimana rasanya melahirkan, mendengar suara bayinya dan *********** di hisap oleh anaknya, pikiran buruk itu seketika hilang begitu saja.
Bahkan saat ini Jennie bersyukur karena anaknya begitu melekat dengan suaminya, yang artinya Jennie tidak terlalu cemburu dengan kegiatan suaminya jika berada di luar rumah. Karena ada malaikat kecilnya yang akan bersikap posesif dengan suaminya. Istilahnya, ada teman Jennie untuk menjaga suaminya, sederhananya seperti itu.
__ADS_1
"Daddy ingin?" tanya Jennie menawari *********** pada suaminya, karena melihat suaminya begitu memperhatikan putrinya yang sedang asik menguyyu.
"Tidak mom, untuk baby. Daddy hanya belum percaya kalau Tuhan benar-benar mengabulkan doa daddy," ucap Langit tersenyum sembari mengelus tangan putrinya yang menggenggam jari telunjuknya.
"Daddy harus percaya, ini buktinya hasil dari kerja keras daddy dan mommy lahirlah si cantik bucin daddy ini," tutur Jennie tersenyum melihat pipi baby yang bergerak-gerak karena sedang menguyyu dengan dirinya.
"Iya mom," sahut Langit tersenyum manis.
"Iya dad? Butuh sesuatu?" tanya Jennie.
__ADS_1
"Tidak, tolong ceritakan apa saja yang sudah daddy lewatkan selama kurang lebih 9 bulan mom?" tanya Langit.
"Hah, di mulai dari daddy koma. Selama daddy koma mommy tinggal di sini di ruangan daddy bersama baby. Di bulan ke-2 mommy kembali ke Arkan Company untuk menjadi CEO, hitung-hitung agar tidak terlalu memikirkan daddy. Awalnya mommy dan daddy menentang keputusan mommy. Tapi karena mommy memberikan pengertian, akhirnya mommy dan daddy setuju. Mommy tidak bekerja dengan ekstra, mommy bekerja untuk mengalihkan pikiran dari daddy. Agar tidak mudah stress karena harus memikirkan perkembangan baby juga," jelas Jennie tersenyum sembari menatap suaminya.
"Kedai makan daddy, sudah mommy urus dengan memperkerjakan orang lain yang menjadi koki, serta beberapa karyawan untuk membantu di kedai yang sekarang sudah bertumbuh pesat. Mina karyawati daddy, sempat sekali mengunjungi daddy, sekaligus untuk pamit karena sudah bertemu dengan daddynya. Dia dan daddynya kembali ke Jepang. Mommy dan baby tinggal di masion daddy dan mommy. Mereka bilang untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu dengan mommy dan baby bisa langsung di tangani dan mommy menyetujui itu. Selama kehamilan mommy juga, mommy dan daddy, Jesya unnie, Falensia unnie, Rachel dan juga Malvin membantu mommy," sambung Jennie melihat suaminya yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Baby sangat baik dad selama dalam kandungan. Baby tidak minta keinginan yang berlebihan seperti ingin makan
sesuatu yang aneh di waktu yang tidak menentu seperti bayi dalam kandungan mommynya yang lain. Baby hanya ingin setiap pagi di elus perut mommynya dengan tangan daddy, itu sudah mommy jadikan rutinitas agar baby tahu jika daddynya menantinya untuk segera lahir ke dunia. Baby hanya menendang-nendang mommy ketika mommy lupa meminta tangan daddy untuk mengelus perut mommy, untuk menyapa baby. Dan ketika itu terjadi, baby bisa di tenangkan dengan mendengar suara rekaman daddy atau elusan dari tangan daddy," lanjut Jennie tersenyum mengingat masa-masa kehamilannya, sambil mengusap pipi suaminya yang meneteskan air mata.
__ADS_1
"Love you mommy, baby. Daddy janji setelah ini daddy akan bekerja keras untuk membahagiakan keluarga kita. Kita akan banyak menghabiskan waktu bersama di istana kita, daddy bekerja, mommy dan baby menunggu daddy pulang dari kerja. Daddy akan memasakkan mommy dan baby makanan yang enak-enak," ucap Langit tersenyum mencium bibir istrinya dan pipi putrinya.
"Kita akan, kita akan membangun keluarga yang harmonis dad. Keluarga yang selalu di limpahi kebahagiaan dan menjadi tempat pulang sejauh apapun kita kembali," ujar Jennie tersenyum.