
"Saat nya ronde ke dua"
Aku bertekad untuk membunuh raja kelinci ini, tapi sayang nya skillku dalam masa cooldown untuk saat ini.
"Raisa, terbanglah setinggi tingginya dan luncurkan semua skill yang dapat menyerangnya"
Aku menyuruh raisa untuk terbang setinggi tinggi nya agar tak bisa di jangkau oleh raja kelinci saat melompat karena lompatan raja kelinci dapat terbilang sangat tinggi.
Saat raisa sudah terbang setinggi tinginya, raisa menggunakan kemampuan dan akhirnya banyak kalelawar datang dari raisa dan terbang ke arah raja kelinci, tapi tanpa kuduga duga, raja kelinci tak terganggu dengan adanya kalelawar kalelawar dan langsung melompat tinggi menuju ke arahku.
raja kelinci berniat menendangku, Aku pun bersiap menahan tendanganya dan mengaktifkan skill menghitung domba dengan niatan membuat raja kelinci bingung.
Aku mulai menghitung kelinci rawa yang tergeletak di tanah yang telah aku kalahkan tadi.
1 kelinci rawa
2 kelinci rawa
3 kelinci rawa
4 kelinci rawa
Baru menghitung sampai 4, aku terpental jauh akibat dari serangan raja kelinci.
Saat aku terjatuh, raisa terbang ke arahku. raisa seakan akan mengkhawatirkan tentangku. Tanpa kusuruh, raisa terus mengeluarkan Kalelawar anak buah nya untuk terbang ke arah raja kelinci dan terus mengikutinya.
Aku berdiri Dan menyuruh raisa untuk terbang di atasku dan mengikutiku. Aku segera mengaktifkan skill RunRun dan berlari menuju ke raja kelinci.
aku pun mulai menghitung lagi dari awal.
1 kelinci rawa
2 kelinci rawa
3 kelinci rawa
4 kelinci rawa
5 kelinci rawa
6 kelinci rawa
8 kelinci rawa
9 kelinci rawa
10 kelinci rawa
11 kelinci rawa
12 kelinci rawa
Aku menebas raja kelinci, tapi sayang nya raja kelinci menangkap pedang ku dengan tangan kiri nya.
Raja kelinci akan memukulku dengan tangan kanan nya, sebelum kepalan tangan nya mengenaiku, kelelawar anak buah raisa menghalangi tangan si raja kelinci, alhasil, yang terkena pukulan raja kelinci bukan aku, melainkan anak buah raisa.
aku menarik pedangku yang ditangkap raja kelinci, namun pedangku tak bisa kulepas dari tanganya. Aku pun seketika mundur dan melepas kan saja pedang pemulaku.
"Ciihhhhh, tak ada pilihan lain selain melepas pedangku"
Aku mengepal tinjuku, dengan bantuan raisa yang selalu menggunakan sihirnya dan dengan bantuan anak buahnya yang mengganggu raja kelinci itu.
akhirnya Aku mendapat peluang untuk meninju raja kelinci itu, dan
- 4
"Oh shit, hanya 4 poin kerusakan yang terjadi"
aku benar benar tak percaya, kekuatanku yang seharusnya 10 poin lebih, tapi hanya dapat melukai raja kelinci sebesar 4 poin.
__ADS_1
aku menghela napas panjang sambil berlari mundur dan mengaktifkan skill RunRun untuk saat ini dengan niatan untuk mencari kesempatan agar dapat mengambil pedangku yang di buang oleh raja kelinci yang seenak jidatnya.
Aku menyusun rencana dalam pikiranku untuk mengalahkannya.
akhirnya aku menemukan sebuah ide
"Raisa, aku akan memberi kamu waktu, kamu bersembunyilah dulu dan setiap menit nya panggil kalelawar anak buahmu tapi simpan saja mereka di sekitarmu. Jangan pergi melawannya, saat aku memberi perintah, suruh anak buahmu untuk mengkerumuni raja kelinci itu dan serang dia dengan penyerapan darahmu serta petir darahmu"
"Apakah kamu mengerti?"
Aku menjelaskan rencana itu kepada raisa dan raisa hanya mengangguk ngangguk.
"Sekarang bersembunyilah"
Aku menyuruh raisa untuk segera cepat bersembunyi.
Disisi lain, raja kelinci itu menyerang semua para anak buah kalelawar si raisa itu dengan skill tendangan 360 derajat dan mengalahkan semuanya hingga tak ada anak buah raisa yang tersisa.
Aku memakan 2 buah apel kuning.
"nih buah nama nya apel tapi rasanya tak seperti apel di duniaku" aku bergumam sendiri dan sejenak melupakan pertarunganku.
"Hmm"
Sekarang aku yang tanpa pedang 1 vs 1 dengan raja kelinci yang hebat dalam pertarungan jarak dekat nya.
tanpa pilihan lain, aku hanya bisa menggunakan kemampuan menghitungku.
lalu aku mulai menghitung kelinci lagi dan tak lupa mengaktifkan skill menghitung domba yang ku punya.
1 kelinci rawa
2 kelinci rawa
3 kelinci rawa
4 kelinci rawa
5 kelinci rawa
6 kelinci rawa
8 kelinci rawa
baru menghitung sampai 8, Raja kelinci langsung menghampiriku, aku angkat tanganku dan merapatkan tangan ku untuk melindungi kepalaku dan wajahku.
aku melindungi wajahku dan kepalaku karena pukulan nya benar benar menyakitkan dan dengan cepat dapat mengurangi poin kesehatanku jika terus terusan pukulanya terkena kepalaku atau wajahku.
- 2 4
Aku terpental sekali lagi dan meneruskan untuk menghitung kelinci
9 kelinci rawa
10 kelinci rawa
11 kelinci rawa
12 kelinci rawa
Aku mencoba berdiri dan anehnya raja kelinci tidak ada di depanku.
- 3 5
- 4 1
"Aaahhhh, sakitt"
Tak kusadari ternyata raja kelinci melompat tinggi dan menggunakan kemampuan tendangan badai angin nya. Jadinya, aku terkena kerusakan ganda, Udah kena tendanganya eh juga kena serangan sihirnya
__ADS_1
Baru 1 menit berlalu.
Aku buru buru mundur lagi, niatku aku mundur sekalian makan apel kuning tapi raja kelinci itu terus mengejarku.
Aku pun mundur dan terus berlari menuju ke arah pedangku berada.
Saat aku hampir sampai di pedangku, raja kelinci tiba tiba ada di sampingku dan akan menendangku, aku buru buru menghindarinya dan tetap maju ke arah pedangku.
Tak kusangka sangka, Raja kelinci menggunakan kemampuan pemanggilan dan memanggil anak buah kelinci.
Ada anak kelinci yang di depanku menghalangi lari ku, tanpa aba aba aku hanya mengonsentrasikan semua manaku ke kakiku.
"cepruooookkkkkkk"
Aku menendang kelinci itu dengan sangat keras sehingga kepala kelinci tersebut hancur lebur kaya bubur.
Suara manis dari sistem pun terdengar
"Ding"
"Anda mendapatkan skill baru"
"Tendangan spike"
"Dengan mengkonsentrasikan mana ke kaki dan membentuk sebuah sepatu runcing untuk Menendang ke arah kepala musuh(titik yang paling vital) dan menembus pertahanannya.. kemungkinan 5 persen mengakibatkan musuh mati seketika" Sistem berbunyi dan memberitahuku banyak hal.
"Eheh, ini benar benar hebat meski hanya kemungkinan kecil, itu lebih baik daripada tidak sama sekali"
Aku benar benar bahagia dengan kemampuan ini. Aku mengambil pedangku yang tergeletak di tanah dan memakan beberapa buah apel kuning.
Saat ini, banyak kawanan kelinci sedangkan raja kelinci di belakang sana memakan kelinci anak buahnya hidup hidup.
"Sistem, apa yang ia lakukan?"
Aku bertanya kepada sisten dengan rasa penasaran yang menggelitik minatku
"Ding"
"Kanibalisme, dia memakan anah buahnya sendiri untuk menambah darahnya"
Sistem pun menjawab
Tanpa berfikir panjang, Aku bertelepati kepada raisa.
"Raisa, cepat kirimkan petir darah merah ke raja kelinci itu dan keluarkan smua kalelawar yang ada jangan lupakan serap darahnya juga"
Dalam hitungan 3 lakukanlah
"1"
"2"
"3"
"Sekarang" aku berteriak keras
Peti merah darah muncul di langit dan
"Jediaaarrr diaarr diaaarr tiarr"
Suara petir mengglegar
-1 0 2
- 9 6
- 7 9
- 90
__ADS_1
- 102
Petir itu memberi kerusakan yang besar kepada raja kelinci dan kawanan nya.