
"Si iblis Zagred telah bisa bergerak kembali, sekarang ia menuju dimana kamu dan Feifei berdiri !!"
"Ini bahaya ...."
Aku yang mendengarnya mendadak panik dan berkeringat dingin.
"Bagaimana ini ...?
"Anu ... sekarang Ragnar dan Vir telah datang dan menahan pergerakan Iblis Zagred. Selain itu mereka datang dengan Silvia, Lily, putri kota Evanest dan juga pasukannya." Sistem memberitahuku apa yang telah terjadi di medan pertempuran.
Aku yang mendengarnya lega namun aku makin khawatir dengan situasi mereka.
Tak lama kemudian, sebuah sinar cahaya memancar ke mataku. Aku merespon cahaya itu dan ajaibnya, aku tiba-tiba kembali ke tubuh asliku.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Aku bertanya-tanya dan memandang ke sekitar. Feifei yang membatu di sampingku juga sudah dapat menggerakkan tubuhnya.
"Tuan ..." Teriakan dari Ragnar dan Vir yang menahan iblis Zagred membuatku tersenyum, jika tidak ada mereka aku pasti sudah diserang si iblis Zagred. "Tapi bagaimana aku bisa kembali?" Batinku.
Feifei yang di sampingku segera maju ke Iblis Zagred dan menyerukan ke semua pasukannya. "Mari kita serang dan amankan kota Evanest.
Aku yang masih linglung segera mencengkram pedangku si kurotama dengan erat. "Oh iya Sistem, dimana Silvia?"
"Dia aman, dia membantu tuan putri yang kehabisan mana karena mengaktifkan sihir yang dapat melenyapkan ilusi. Bahkan coba lihat disekitarmu, pasukan tengkorak banyak yang tiba-tiba menghilang akibat sihir tersebut." Sistem memberitahuku, aku sekarang menjadi tenang karena ada yang dapat menangkal ilusi si iblis Zagred.
"Selain itu, Silvia juga bersama Lily dan pasukannya," tambah Sistem.
"Baiklah, saatnya bertarung." Aku memfokuskan manaku ke pedangku. "Apakah kamu siap Kurotama?
"Aku sudah siap kapanpun, asahlah tubuhku agar menjadi tajam seperti dulu kala," jawab Kurotama.
Aku segera berlari ke arah Iblis Zagred. Namun anehnya, Iblis Zagred tiba-tiba berpindah tempat dengan monster Hybrid Cimera 27 yang berada di belakangnya jauh. Sekarang, Hybrid Cimera 27 menghadang Feifei, Ragnar dan Vir.
"Ha? Bagaimana bisa?" Vir yang biasa tenang tiba-tiba kaget dengan kejadian yang barusan.
Vir, Ragnar dan Feifei segera mundur dan seakan-akan menyusun strategi. Aku yang terlanjur berlari terus berlari ke arah iblis Zagred yang berada.
"Feifei, urus monster itu dengan Ragnar dan Vir. Aku akan mengurus iblis Zagred terlebih dahulu." Aku menyarankan, entah darimana kepercayaanku ini berasal. Aku merasa aku bisa menahan iblis Zagred.
"Bagaimanapun juga, Ragnar dan Vir saja dapat menahan Iblis Zagred seperkian menit, masa aku tak bisa?" Gumamku dalam hati.
"Baiklah, hati-hati dengan ilusinya," anjur Feifei.
"Hati-hati tuan," ucap Ragnar dan Vir yang hampir bersamaan.
Swooosshh.
Hybrid cimera 27 yang diam, tiba-tiba bergerak ke arahku. Aku mengangkat pedangku dan bersiap bertarung denganya. Sayangnya Feifei segera memblokir laju monster tersebut.
"Jika kamu ingin menyerang Zagred, seranglah dengan sepenuh kekuatanmu. Dia adalah guruku dan karena itu, aku tak mampu untuk mengangkat pedang ke arahnya," ungkap Feifei dengan air mata menggantung di matanya.
"Baiklah, aku mengerti." Aku menjawab Feifei dan mengerti maksut dari perkataannya. Aku segera menggunakan kemampuan Runrun ku dan berlari secepatnya menuju ke arah iblis Zagred.
Feifei, Ragnar dan Vir segera bertarung dengan Hybrid cimera 27. Sedangkan Zhiev juga bertarung melawan pasukan tengkorak yang dibelakang.
__ADS_1
Para pasukan tengkorak juga terus menerus menyerang dan menghadangku. Aku terus menebas dan menebas mereka dan akhirnya aku sekarang tepat di depan iblis Zagred.
Entah kenapa, sejak berpindah tempat dengan Hybrid Cimera, Iblis Zagred tak bergerak sama sekali. "Ada apa dengannya?" Tanyaku kepada sistem.
"Tuan, di belakangmu." Kurotama mrngingatkanku, aku segera merespon dan mengarahkan pedangku ke arah belakang.
Clang.
Pedangku, kurotama berbenturan dengan belati yang sama persis dengan kepunyaan Feifei. Dia adalah Zagred, dia selalu menggunakan kemampuan ilusinya, itu yang membuatku kebingungan.
"Haha, jangan berlagak bingung di depanku, entah kenapa? Ternyata engkau bisa merasakan aura dariku," ucap iblis Zagred. Aku juga linglung sejenak karena kurang mengerti apa yang dimaksud dengan 'merasakan aura".
Iblis Zagred terus menerus menggunakan belatinya dan menyerang ke arahku, gerakannya sama dengan gerakan Feifei.
'Tarian 7 bayangan' iblis Zagred tiba-tiba menjadi 7 bayangan dan menyerang ke arahku secara bersamaan. "Ini benar-benar sama dengan skill dari Feifei. namun ini dibarengin dengan skill ilusinya yang menakutkan, seakan-akan 7 sosok iblis Zegred."
"Tuan, fokuslah. Serang iblis yang berada di arah jam 2. Jangan terpancing dengan tarian pedangnya," desak Kurotama, aku tak pikir panjang segera mengarahkan pedangku sesuai dengan arahan dari Kurotama.
'Tebasan Pedang sihir'
Sebuah tebasan pedang penuh sihir keluar dari pedangku dan mengarah ke Iblis Zagred.
Slashhh
Iblis Zagred segera bertahan dan menangkis tebasan sihirku dan segera menggagalkan kemampuan tarian 7 bayanganya.
"Ini benar-benar mengagumkan, kau bisa dengan mudah menemukan titik kunci kemampuanku ini," puji Zagred kepadaku, tapi kenapa? Aku bingung.
"Sayangnya, kejeniusanmu cukup sampai sini," ungkap Zagred, ia tiba-tiba menghilang dari pandangku.
Slashh Slash Slash, tebasan pedang terus menenai tubuh area kiriku. Aku lambat dalam merespon serangan dari Zagred. Aku menerima banyak kerusakan dan berdarah dari 3 tebasan belati iblis Zagred
"Haha, mungkin kamu bisa merasakan aura asliku. Tapi kamu masih terlalu lambat untukku." Iblis Zagred sekali lagi menghilang dari pandanganku. "Ah sial, Feifei saja dapat menggunakan kemampuan Shadow nya dengan baik, maka gurunya pasti lebih baik darinya." batinku seakan-akan menjerit.
"Atasmu," teriak Kurotama yang mengagetkanku. Aku tak segera mengarahkan pedangku ke atas, melainkan menggunakan kemampuan Runrunku untuk berlari secepat mungkin.
"Belakangmu," kali ini aku sudah bersiap dan langsung mengarahkan pedangku ke arah belakang.
Clankkk
Sekali lagi pedang dan belati berbenturan, Zagred terus menggunakan belatinya dengan kecepatan yang menakutkan. Setiap tebasan belati dari Iblis Zagred sangat kuat dan membuat tanganku cepat sekali kebas dan seakan-akan kehilangan stamina untuk mengayunkan pedangku.
"Haha, kena kau,"
Slashh
Sebuah sayatan belati mengenai wajahku hingga berdarah. Darah mengalir ke arah bibirku, mataku juga ikut tersayat dan juga hidungku.
"S**t." aku segera bergerak mundur dan memegang luka pada wajahku.
"Ini sekarang bukan tentang perbedaan level lagi, tapi juga perbedaan kemampuan dan pengalaman." Aku menyadari itu, meski levelku dengan level iblis Zegred terpaut 14 level, itu hanya alasan mendasar. Alasan yang sebenarnya adalah pengalaman dan kemampuan Zagred tak sebanding denganku.
Zagred tak menunggu waktu lama dan dengan gencar mengarahkan belatinya ke arahku, konsentrasiku makin buyar karena luka yang kudapat.
__ADS_1
"Apa yang harus ku lakukan?" Batinku, aku melihat poin kesehatanku yang sudah berada di ambang batas.
'Regenerasi' pilihan satu-satunya yang dapat ku lakukan adalah mengaktifkan kemampuan Regenerasiku dan bersiap menggunakan kemampuan amarahku.
"Ding"
"Kemampuan amarah masih dalam waktu cooldown. (-1 jam lebih)"
Sistem memberitahuku. Aku mendecakkan lidahku. "Aku lupa tentang itu"
'Desolate'
Iblis Zegred mengangkat 1 tangan kanannya yang memegang belati dan menggunakan kemampuan yang belum aku mengerti.
Hanya beberapa saat, banyak tangan keluar dari tubuhnya sembari memegang belati. Semua tangan mengarah kepadaku seperti cambuk.
'Misil air raja'
'Misil air raja'
Aku segera menembakkan misil sihir airku ke arah tangan tangan tersebut. Sayangnya, dengan mudahnya semua tangan menghindari itu.
Aku segera menangkis tangan tersebut dengan pedangku, si kurotama dan menghindar beberaoa serangan.
"Hahaha hahah," tawa iblis Zagred yang melihatku seolah-olah menari di telapak tangannya.
'Pusaran air'
Aku mengaktifkan sihir airku dan dengan cepat membuat sebuah pusaran air yang melindungiku.
Sayangnya, itu dengan mudah di hancurkan oleh tangan-tangan itu. "Kurotama, kita bisa membuat aura kematianmu menjadi sebuah tangan sepertinya?" tanyaku pada Kurotama.
"Itu ...
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberi saya like atau saran supaya cerita ini lebih bagus.
Jika kalian berkenan. kalian bisa baca novel dari kakakku yang berjudul "Menggapai Pelangi" dengan genre Action, Romance dan Comedy.
Ceritanya bagus kok dan sangat cocok buat kalian yang suka genre romantis komedi.
__ADS_1