
"Baiklah, mari kita mulai untuk memusnahkan mereka." Aku berkata dengan semangat yang menggebu nggebu
"Sebelum itu silvia, apa saja kemampuanmu ? Aku bertanya kepada silvia karena aku harus mengenal kemampuanya untuk memahami dirinya.
"oh iya, aku dapat 7 kemampuan antara lain : healing, pemulihan mana, pemulihan kesehatan dan naluri, nyanyian sang pendeta, pesona dan berkah cahaya"
"Jadi healing itu penyembuhan yang dapat menyembuhkan siapapun yang aku kehendaki, pemulihan kesehatan sama seperti healing, dapat memulihkan kesehatan siapapun yang aku kehendaki sedangkan pemulihan mana untuk memulihkan mana."
"Terus naluri itu seperti hanya insting wanita saja, dan nyanyian sang pendeta dapat meningkatkan pemulihan mana dan kesehatan yang aku kehendaki sedangkan berkah cahaya itu seperti buff yang dapat meningkatkan kemampuan/status orang yang aku kehendaki."
"dan sedangkan pesona, ehe, itu seperti kemampuan yang memikat orang untuk menjadi budakku, hehe tapi sayang nya itu hanya kemungkinan kecil dan terbatas hanya untuk monster"
"Oh iya kak, siapa namamu kak? Aku belum tahu namamu?" Silvia menjelaskan mengenai kemampuanya dan bertanya tentang namaku.
"Hehe, Aku melupakan untuk memperkenalkan diriku padanmu. maaf yaaa, kamu bisa memanggilku arif atau Zhen gitu saja. Mengenai Kemampuanmu Itu cukup bagus jika dilakukan secara berkelompok, raisa keluarlah."
Aku mengeluarkan raisa si Ratu Vampirku dan silvia pun kaget.
"Aahhh, apa ittuuuu ?"
"Dia adalah mitraku, kamu besok pasti akan mempunyai mitra yang bisa membantumu." Aku tersenyum manis kepada silvia.
"Apakah kamu keberatan jika grup kita bertambah 1 mitraku ini ? Jadi hasil poin pengalaman kita pasti dibagi menjadi 3?" Aku bertanya kepada silvia, jika dia keberatan, aku akan mengembalikan raisa ke diriku.
"Ah, tidak,tidak apa apa, itu baik baik saja" Silvia buru buru menjawab
"Kalau begitu Kamu bersiap lah untuk memberiku kemampuan healing dan pemulihan kesehatan, aku akan menyerbu ke kerumunan mereka dan raisa akan menolongku dari atas" Sekawanan sponge choco langsung menyerbuku bergerombol gerombol dan aku segera mengaktiflan skill andalanku
"Tebasan pedang raksasa"
"Tebasan pedang sihir"
"Tebasan pedang sihir raksasa"
- 5 3
- 5 6
- 3 8
- 4 4
- 5 4
- 4 4
- 5 1
Banyak kerusakan yang d terima oleh segerombolan sponge choco
"Oh iya, aku belum menjelaskan, sebenarnya 3 kemampuanku ini termasuk skill semi A O E (ATTACK OF AREA). karena skillku ini mengeluarkan mana dari pedang dan mana sihirku itu menebas musuh tapi sayangnya area nya terbatas."
"areanya hanya se jangkaun pedangku, misal aku menebas pohon d!ri atas ke bawah dan tebasanku hanya berkisar 1 meter, jadi jangkaun pedangku dan 3 kemampuan tebasan ku hanya berkisar 1 meter saja, tidak seperti kemampuan A O E nya raisa yang mempuanyai jangkaun 3 x 3 meter." Aku menjelaskan kepada pembaca 😅
(Padahal nggak ada yang membaca ini.. hiks hiks)
__ADS_1
Aku terus menebas musuh tanpa kenal lelah, saat aku terserang oleh sponge choco, si silvia buru buru untuk memberi aku pengobatan.
Jadi, Dalam 1 jam.
Silvia sudah di level 5 dan Perburuan terus berlanjut.
1 jam kemudian ..
Silvia sudah di level 6 Dan raisa hanya kurang sedikit dari level ke 8.
"Silvia, mulai saat ini akan terasa berat untuk meningkatkan level, jadi jangan bosan bosan" Aku memberi saran ke silvia, takutnya dia bosan terus meninggalkanku yang lagi sayang sayang nya gitu, hehe.
"Iya aku mengerti" Silvia menjawab.
Aku terus melanjutkan itu, saking gampangnya memburu sponge choco, tak terasa waktu cepat berlalu.
Setengah jam kemudian.
Raisa naik level.
"Ding"
"Mitra anda raisa naik level"
"Level sekarang level 8"
"Ding"
"Kemampuan mitra anda penyerapan darah dan pemanggilan sudah naik level"
"level nya sekarang level 2"
"Apakah kamu tidak capek ? Apakah kamu sudah makan?" Aku bertanya kepada silvia
"Ah aku belum makan sama sekali sejak aku kesini" Silvia menjawab pertanyaanku dengan malu malu.
"Ah, apakah kamu tak makan apa apa ? Tak makan apapun bahkan Buah buahan?" Aku terkejut karena aku bahkan sejak awal sudah makan buah buahan.
"Aku belum makan apapun, aku sudah sangat lapar sejak bertemu dengan mu." Silvia berkata sambil menggelengkan kepalanya.
"Apaaa, kenapa kamu tak bilang kepadakuuu?" Aku sedikit mengernyit, kenapa dia tak bilang kepadaku tadi dan seharusnya kita makan dulu gitu.
"Ah, kenapa kamu tak peka terhadap wanita siiihhhhh!" Silvia sedikit kesal karena aku tak peka terhadapnya.
"Ahh, jangan samakan aku dengan pria lain, aku memang kurang peka terhadap wanita. kita ya baru kenal!" Aku juga sedikit sebal sama silvia.
"Ah sudahlah, maafkan aku kalau gitu" Aku cepat cepat meminta maaf kalau di terusin mah aku mulu yang bakal salah (wanita kan selalu benar 😅) dan aku segera mengambil sebuah apel kuning dari persedian ku di dalam sistem.
"Ini ambillah, ada buah buahan apel kuning." Aku memberikan 2 buah apel kuning itu kepada silvia.
"Ehe, terima kasih." Silvia tersenyum, sangat manis dan pipinya agak merah kemerahan.
"Aaahh, aku tak tahan dengan pesona ini" Aku bertelepati kepada sistem.
"Kemampuan dia, kemampuan pesona pasti di beri oleh dewi kecantikan. bahkan tanpa menggunakan kemampuan pesona itu dia benar benar bisa memikatmu" Sistem berargumen
__ADS_1
"Entahlah sis, tapi dia benar benar cantik"
"Bagaimana cara membuat api?aku lagi serius ini sis" aku bertanya serius kepada sistem.
"Aku juga serius, coba kamu gunakan batu atau kayu seperti orang purba untuk.menciptakan api" Sistem, juga serius menjawab pertanyaanku tapi kenapa dia seperti bercanda.
"Aahh, aku terlalu malas untuk itu" Aku berkata dengan nada melas.
"Eh silvia, sebenarnya aku punya daging kelinci, tapi aku tak bisa mengolahnya karena tidak ada api disini" Aku curhat kepada silvia.
"Aahh, api? aku mendapatkan sebuah peralatan pemula lebih tepatnya sebuah korek api." Silvia teringat dengan korek api yang ia dapat di awal.
"Ah. Apakah itu mungkinnnn ? Kenapa kamu dapat korek api??" Aku merasa heran.
"Entahlah, yang penting kamu sekarang butuh, nih korek api nya." Silvia pun mengambil korek api nya dan memberikanya kepadaku.
"ini benar benar sebuah korek apim Silvia, bantu aku mengumpulkan beberapa kayu, disini akan menjadi gelap soalnya. Malam ini juga ayo makan daging kelinci." Aku menyuruh silvia untuk membantuku.
"Baiklahhh. semangat semangat Zhennn!" Silvia menyemangatiku
"Heeeeee, aku menyuruh mu pergi mencari kayu juga, ayolahh bantu aku." Aku bener benar kesal sama silvia tapi silvia senyum senyum cengengesan
"Ehehe, Baiklah."
15 menit kemudian
Aku dan silvia sudah mengumpulan kayu bakar yang sekiranya cukup untuk malam ini.
Sekarang pun menjadi gelap
Aku menyalakan api dan membakar kayu menjadi api unggun mini, di temani wanita cantik di malam hari dan di sertai bulan yang indah dan tak lupa daging kelinci yang beraroma.
"Ini adalah malam terbaik" Aku bergumam di hatiku.
Setelah itu. Aku berbincang bincang dengan silvia sambil makan daging kelinci yang sudah matang di bakar, kita bercerita tentang dunia ku dan dunia asli nya.
Tak lama kemudian...
Silvia tertidur tanpa selimut Dan aku harus menjaga nya.
"Sis, apakah malam malam begini monster beraksi?" Aku bertanya kepada sistem
"Itu tergantung monsternya untuk tutorial lantai 1 hanya kemungkinan kecil untuk menemui monster di malam hari." Sistem menjelaskan
Dan aku pun tenang Aku pun tertidur juga disisi lain silvia.
(disisi lain ini bukan tidur di dekat silvia tapi di seberang jauh, mungkin 3 meteran dari raisa, ehe.)
(to be continued) ehe
jika ada saran dan kritik, silahkan berkomentar
__ADS_1
Cerita ini selalu terus terusan di REVISI tapi kenapa selalu sepi yang baca. hm
Â