
Kemanapun aku pergi, Silvia akan tetap mengikutiku. ehehe.
Berjalannya waktu.
Pagi pun tiba. Aku bangun pertama kali, Sedangkan Silvia masih tidur di lenganku sebagai bantalnya.
"Aku tak menyangka dia beneran tidur di sisiku" Gumamku pelan.
"Silvia.. via.. sil" Aku membangunkan silvia dan bersiap untuk sarapan dan berburu monster lagi. Tapi Silvia masih dalam mode bermalas malasan.
Jadi Aku sendiri yang mencari kayu bakar, memetik buah apel kuning, menyiapkan api dan memanggang kelinci.
"Aahhhh, bau nya sedap sekaliii atuuuu, belum makan aja serasa udah kenyang" Silvia langsung bangun karena terganggu oleh asap dan aroma daging panggang.
"Aha, maafkan aku jika ini mengganggu dirimu yang masih masalah malasan, haha, apakah kamu bermimpi indah?" Aku basa basi kepada silvia.
"Ehe, maafkan aku yang meminjam lenganmu untuk tidur"
"Tak apa, aku bisa menahannya.. menahan dari godaan iblis yang terkutuk ๐ ๐ "
"Iihhh.. aku iblis gitu"
"Hampir mirip, antara malaikat dan iblis"
"Bisa saja kamu Zhen"
"Ini makan, daging dan buah buahan ini, aku lama lama bosan juga kalau makan seperti ini terus" Aku memberikan silvia daging yang sudah aku panggang sambil mengeluh.
sebenarnya Aku ingin makan yang pedas pedas yang asin asin yang manis manis kek janji palsu mantan, eh tapi buah apelnya manis ding, lupa aku ๐ .
"Lebih baik gini kalau aku Zhen, dulu di tempatku, 7 tahun aku hidup kekurangan, bahkan aku udah lama tidak makan daging di duniaku. Aku berharap ibuku baik baik saja disana, aku ingin membahagiakan ibuku satu satu nya orang yang sangat peduli kepadaku"
"Aku awalnya adalah putri dari sebuah istana di duniaku, tapi semua berubah saat ayahku menikahi seorang wanita keji, ayahku mengusirku dan ibuku karena wanita itu. Aku tak berharap seperti itu terjadi, temanku yang awalnya teman baikku, mereka semua mencampakkan aku, mereka seakan akan jijik terhadapku, hidupku berubah, aku sedih, aku ingin marah, aku depresi, saat itu ibuku selalu memelukku memelindungiku, saat tidurku yang tak tenang, dia selalu menggenggam tanganku" Silvia bercerita panjang tentang kehidupannya.
"Ahh maafkan aku, aku terlanjur curhat kepadamu" Silvia tiba tiba meminta maaf.
"Tak apa, mungkin setiap orang punya masalahnya sendiri sendiri, aku juga punya masalah yang membuatku depresi, tapi semenjak ada kamu, aku mulai melupakan itu" Aku berkata seperti itu dan tersenyum kepada silvia
"Ini makanlah, mumpung masih hangat"
"Hehe, baiklah, by the way, apakah tubuhku berbau nggak enak ? Aku sudah tidak pernah mandi saat disiini? Ehe"
"Aku juga begitu, sayangnya di daerah sini penuh dengan rawa. Haha"
"Iya nihh tapi tak apalah, aku di duniaku ya jarang mandi karena kalau mau mandi harus banyak perjuanganya."
"kalau kamu tau aku yang sebenernya di dunia ku, mungkin kamu akan kaget, karena entah kenapa disini wajahku mulus dan putih banget, kalau di dunia ku mah aku dekil karena juarang mandi, bahkan tidak ada lelaki yang melirikku karena aku dekil dan miskin. Hehe"
"Meski kamu berbeda dari aslimu.. mungkin aku masih suka padamu"
"Ah" Silvia terkejut dengan gombalanku, pipi nya rona memerah seperti buah tomat.
__ADS_1
"Aku di sini dan di duniaku masih tetap sama, kulit sawo matang dan masih dekil, hanya otot ototkuย dan tinggi badanku yang berubah, hehe" Aku mulai pembicaraan lagi
"Benarkah? Nyam nyam nyam berapa tinggi aslimu" silvia bertanya sambil memakan daging kelinci panggang.
"hehe, lucu juga ya kalau ada cewek cantik yang makan nya kek silvia gini, nyam nyam" Batinku berkata
"Mungkin hanya sekitar 168 cm" Jawabku
"Uh, itu hampir sama denganku, aku 166 cm, Di duniaku rata rata wanita semua tinggi nya segitu"
"Hehe, Kalau di duniaku mungkin rata rata tinggi wanita nya setinggi 160 cm"
"Hehee, jika kamu besok mengunjungiku, bawa aku ke duniamu juga ya!!"
"Ah, semoga aku punya kemampuan pergi ke dunia lain sebebas mungkin"
"Semoga itu terjadi, jika aku yang bisa melakukannya, aku akan mengunjungimu pertama kali"
"Hehe, baiklah"
Saat itu, aku bertanya kepada sistem..
"Apakah saya dapat mempunyai kemampuan pergi ke dunia lain dengan mudah?"
"Mungkin bisa, tapi tidak akan lebih dari 1 persen kemungkinan nya" Sistem pun menjawab
"Semoga aku bisa mendapatkan kemampuan itu"
Aku berkata kepada sistem..
"Hmm, jadi mana itu penting, intelijen yaaa, aku terlalu fokus sama kekuatanku dan staminaku." Aku menjawab dengan bibir mencucur.. sedikit kecewa sih.
Jadi sekarang aku lebih bertekad untuk meratakan ke semua status.
"Jika kamu sudah selesai makan nya, bersiap lah, aku ingin mencari kayu bakar lagi dan ku simpan di sistem, sapa tau kita membutuhkannya saat terdesak" Aku bicara kepada silvia dan silvia mengangguk ngangguk
"Hmm dia ngangguk nggangguk aja imut nya udah maksimal, misal jika aku punya istri kek dia mah,fix, aku bakal di rumah terus menjaga dia ๐ " Aku bergumam sendiri di hatiku sambil tersenyum sendiri.
Tanpa ku sadari sistem merasa jengkel dengan apa yang aku katakan.
- 30 menit kemudian -
Aku kembali ke tempat silvia berada dan sudah membawa banyak kayu bakar di dalam sistem..
"Hehe, kalau begini mah aku serasa punya sebuah truk besar atau seperti kapal pembawa barang yang bisa membawa apapun dalam jumlah besar" Aku bahagia dan bergumam di hatiku yang suci bersih ini (hehe), inventaris sistem benar benar hebat, karena dapat mengangkup banyak barang dan tak terasa beratnya.
"Silvia, mari berangkat,Raisa keluarlah" Aku mengajak silvia dan menyuruh raisa untuk keluar dari diriku / sistem
"Baiklah;aku kesana" Silvia berjalan perlahan dengan anggun.
"Mari kita membersihkan semua monster yang mengganggu jalan kita, jadi kita sambil jalan kita kalahkan monster sebanyak banyak nya" Silvia menyarankanku.
__ADS_1
"Itu ide bagus, baiklah, misal kita tak menemukan monster baru, setidaknya kita masih dalat poin pengalaman" Aku mengangguk angguk setuju dengan saran silvia.
"Yaudah, mari kita ke area kelinci, setelah area kelinci itu sudah kita bersihkan, kita lanjut ke area yang lain" Aku menyetujui saran silvia dan segera berangkaaatttttt.
Waktu cepat berlalu
3 jam kemudian
"Kita sudah membersihkan beberapa area monster tapi tidak ada monster lain"bAku kecewa dengan kejadian ini.
"Iya benar tapi levelku sudah setengah nya lebih sekarang hampir ke level 7." Silvia sedikit bahagia karena levelnya sudah akan mendekati ke level 7.
"Aha, aku masih jauh dari level 9" Butuh banyak poin,untuk meningkatkan ke level selanjutnyam
"Ding"
"Raja tikus rawa telah di habisi pemain lain"
Aku kaget dengan adanya pemberitahuan dari sistem
"Aahh., ternyata sudah di musnahkan oleh pemain lain, itu bagus"nAku mungkin sedikit menyesal dan kecewa karena tidak bisa menyelesaikan misi mengalahkan 4 raja tutorial.
"Apakah kamu sedih kecewa Zhen, karena tak bisa mendapat manfaat dari raja yang di bunuh pemain lain ?" Silvia bertanya kepadaku dan mungkin silvia juga merasa kecewa sepertiku.
"Mungkin aku sedikit kecewa, tapi aku sudah terbiasa untuk kecewam (uhuuu, sadboy).Mari kita fokus untuk meningkatkan level kita" Aku segera menyuruh silvia fokus.
Tapi sebenarnya aku tak bisa fokus sama sekali. Karena masih penasaran sama raja tikus rawa.
"Sistem.. status monster raja tikus rawa" Aku terlalu penasaran denganya
"Ding"
"Anda tak bisa melakukan itu, karena anda belum melihatnya dan belum tahu apa bentuknya" Sistem mengatakan dengan jujur.
"Loh, kalau begitu kenapa aku dulu bisa melihat status raja sponge choco" Aku bertanya dengan rasa penasaran
"Kamu **** apa bodoh sihh, semoga aku kuat untuk menghadapi makhluk bodoh seperti ini tuhaaannn, beri aku kesabaran. Kamu bisa melihatnya karena kamu yang membuatnya menjadi raja, jangan bikin aku kehabisan rasa sabarku ini" Sistem berkata apa adanya, mungkin sistem mengelus dada nya saat ini, ehe.
"Aha jadi seperti itu, aku bukanya bodoh tapi memastikan atuu sis" Aku mengembangkan pipiku dan cemberut
Setelah itu. Aku fokus pada pertarunganku lagi.
Waktu cepat berlalu
disaat episode mulai banyak tapi yang baca sedikit. disitu author merasa sedih.
hmmmm
__ADS_1
jika ada saran. silahkan.