
Di tutorial lantai 2, kejadian besar terjadi
Aku yang baru tiba dari dunia roh pedang sihir seakan akan aku punya kekuatan sihir yang melebihi batas normal.
Aku mengangkat pedangku dengan 2 tangan.Pedang di atas kepalaku tegak lurus dengan tubuhku serta Aku menutup mataku.
Aku mengkonsentrasikan mana ke tanganku dan aku alirkan mana itu ke pedangku.
pedangku terselimuti mana, dari mana itu ku bentuk sebuah elemen unsur air.
elemen unsur air mulai menyelimuti pedangku perlahan.
Aku konsentrasikan semuanya ke pedangku, ku membayangkan pedang yang besar yang melebihi sihir tangan dewa kegelapan itu.
Setiap tetes mana ku, ku tuang dan ku masukkan ke dalam pedangku, sedikit demi sedikit mana di pedangku menjadi besar, dengan cepat mana itu berubah menjadi elemen air..
Pedangku sekarang benar benar terselimuti dengan air biru bening.
Dengan kecepatan yang pasti, sihir air yang menyelimuti pedangku makin besar dan makin besar hingga membentuk menjadi sebuah pedang yang panjangnya sekarang bahkan sudah melebihi 3 meter dengan lebar 50 sentimeter.
"Ini belum cukup, akan aku berikan semua mana ku kepada pedangku" Aku benar benar bertekad kepada diriku sendiri
Aku memasukkan setiap mana yang ada di tubuhku, ku tuangkan ke pedangku.
Aku harus sangat berkonsentrasi dengan setiap mana yang aku masukkan ke dalam pedangku dan sihirku, karena jika ini gagal, aku , silvia dan raisa pasti akan mati.
Otot otot tanganku seakan memelintir hebat, kulit tanganku seakan terbakar, daging tanganku seakan akan mau melepuh, tulang tanganku seakan akan mau hancur.
Mungkin ini yang di maksut oleh roh pedang sihir itu, jika sihir melebihi batas kemampuan dari pengguna itu, maka pengguna harus menanggung konsekuensinya untuk menerima akibat dari ketidak seimbangan itu.
"Tahan sebentar lagi, tahan sebentar lagi, tahan sebentar lagi, jika aku harus mengorbankan tanganku bahkan tubuhku untuk orang orang yang ku sayangi, akan aku lakukan itu"
"Sihirku ini harus bisa menandingi sihir dari ratu semut terbang yang hampir mendekati sihir tingkat dewa"
Aku menggertakan gigiku, dan mamantapkan pikiranku dan tekadku.
Saat manaku hampir habis, aku memasukkan sihir cahaya.. memasukkam mana dari kehidupanku sendiri agar dapat melemahkan sihir kegelapan yang terkandung di sihir tangan dewa kegelapan itu.
Saat mana dari kehidupanku tersedot dengan cepatnya, mana kehidupanku itu menyatu dengan sempurna dengan sihir airku yang telah membentuk pedang besar yang sama besarnya dengan tangan dewa kematian.
Tanpa kusadari wajahku mulai berkeriput, rambutku mulai memanjang dan memutih, aku yang sedikit berisi berotot menjadi sedikit kurusan.
Saat Aku merasa sihirku sudah melebihi dari sihir tangan dewa kegelapan.
Saat sihir tangan dewa kegelapan sudah dalam jangkaun pedangku
Aku membuka mataku dan mulai menebas kebawah.
"Hiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa."
Pedang ini terasa berat sekali, sangat susah untuk menggerakkan pedang yang sebesar ini, otot tanganku benar benar terasa sakitnya, perih, pedih, kulitku terasa robek tercabik cabikk.
__ADS_1
"Hiyaaaaaaaaa"
Ku kerahkan semua kekuatanku
"Kenapa kamu membakar kehidupanmu menjadi sebuah mana?Apa kamu berniat untuk mati?" Tiba tiba sistem bertanya kepadaku.
Tapi aku hanya bisa tersenyum.
Silvia yang berjarak jauh dariku.
Silvia yang lagi menyembuhkan orang yang terkapar lemah berdarah yang nafasnya masih lemah.
Silvia tiba tiba menangiss dan meneriaki namaku.
Tetesan air mata benar benar mengalir dari mata nya mengalir ke pipi nya dan jatuh di atas gurun pasir.
Silvia sangat mengerti tentang sihir cahaya, sihir yang dari sumber kehidupan.
Sekali sumber kehidupan di gunakan untuk menstimulasi sebuah sihir, untuk menciptkan sebuah sihir, maka rentang kehidupan orang yang menggunakan sumber kehidupan itu akan berkurang .
"Jangan lakukan itu, jangan teruskan itu. kumohon, Zheeen.. jangan teruskan untuk ituuuu, ku mohon, hiks hiks."
Silvia benar benar berderai air mata.
Tapi aku tak melihat itu, aku masih berusaha untuk menggerakkan pedangku untuk menebas semua yang ada dalam jangkauan pedang sihirku.
Aku tahu apa yang akan konsekuensi yang terjadi padaku jika aku menggunakan sumber kehidupanku, tapi aku benar benar tak peduli itu, daripada semua orang mati lebih baik hanya salah satu orang yang mati.
Raisa hanya bisa mengangguk karena menghormati pilihanku. Meski raisa juga sedih, dia juga menahannya untukku.
"Hiyaaaaaaaaaagggghh"
Pedangku pun bergerak, dan menabrak sihir tangan dewa kegelapan itu..
"Jeduaaarrrrrrr.. duaarrr.. whoossshhhh"
Angin besar tercipta dari tabrakan itu dan menghempaskan debu debu pasir.. bumi terasa bergetar.
Silvia yang jauh dariku pun hampir ikut terhempas karena angin besar itu, silvia pun masih terus menangis tapi tak lupa untuk selalu menyembuhkan orang yang hampir mati tadi karena itu perintah terakhir dariku.
"Hiyaaaagghhhhhhhhhhh"
Aku mengerahkan semua seluruh mana, seluruh kekuatanku, seluruh sumber kehidupanku.
Tiba tiba sihir dari ratu semut terbang (sihir tangan dewa kegelapan) itu mulai retak dan "slaaaassshhhhhhhhhh"
Tebasan pedangku tiba tiba menebas dengan kecepatan cahaya..
"Slasshhhh blasshhhh duaarrr"
Ratu semut terbang terkena tebasan pedang jumboku dan terbelah menjadi berkeping keping.
__ADS_1
Dan
"jeduaaarrrrrrrrr"
Pedang sihir air kehidupanku menabrak gurun pasir dan meledak hebat membanjiri gurun pasir Dan di barengin silau cahaya yang begitu menyilaukan mata.
Bahkan Angin besar tercipta. menghempaskan semua nya,raisa, silvia dan semua calon pahlawan lain terhempas terbang belasan meter.
Langit ikut terbelah.
Gurun pasir ikut terbelah.
Semua yang terkena tebasanku tebelah menjadi 2.
Dan Bumi pun bergetar hebat.
Pedangku patah..
tangan kiriku terkulai lemah.
Tangan kananku hampir putus dari tubuhku.
Dan Aku tiba tiba menghilang dari tempat itu.
"Selamat tinggal, mari bertemu lagi, silvia raisa"
Hanya ucapan itu yang aku tinggalkan kepada mereka berdua.
Raisa yang ikut terhempas tadi, langsung terbang menuju ke silvia yang terjatuh akibat hempasan angin besar tadi.
Silvia benar benar melupakan segalanya dan menangis hebat.
SISTEM yang bersama calon pahlawan saat ini benar benar terdiam, tak bersuara sama sekali karena tak tahu sebenarnya apa yang terjadi, kejadian ini pun terasa begitu cepat.
Tanpa sepengetahuan siapapun. Dewa di dunia fana ini pun ikut gemetar.
Hanya jerit tangis dari silvia yang terdengar sampai ke seluruh lantai tutorial lantai 0 2.
Semua calon pahlawan di tutorial ini tak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi mereka merasa ngeri dengan kejadian ini, hanya aku dan sistem yang bersamaku, raisa, silvia dan orang yang di sembuhkan silvia yang tahu apa yang terjadi.
dan juga roh pedang sihir yang tahu apa yang telah terjadi, roh pedang sihir pun benar benar merasa bahagia dan bangga dengan tekadku dan juga sihirku.
Selamat tinggal, kita akan bertemu kembali.
jika ada saran atau kritikan, silahkan berkomentar.
sempet nangis gara gara buat episose ini, padahal ya biasa aja. wkwkwkwk
__ADS_1