
Aku pun tertidur juga disisi lain raisa
(bukan di sisi nya pas lho ini yaa yaaaa)
Matahari mulai terbit di sisi sana.
(anggap saja barat, kalau di samakan sama di bumi 3")
* Pagi pagi nan indah *
"Aaahhhh" "pliaaakkk"
"Agghhhhh"
Aku bangun pagi dengan tamparan panas di pipi, ini benar benar pagi yang indah. (indah matamuuuu)
"Kenapa engkau menamparku silviaaa?" Aku bicara bertanya dengan mulut seperti bebek
"Apa yang kamu lakukan kepadaku!! tak kusangka!!" Teriak silvia tiba tiba dan aku tak tahu apa apa.
"Apa yang aku lakukan? Aku bahkan tak beranjak dari tempatku tidur ini disini" Aku berkata dengan cemberut, aku melihat di sekelilingku dan melihat bahwa tempat tidurku masih sama seperti kemarin malam bahkan aku masih tetap di posisi yang sama.
"Jangan berdalih!! aku tahu kamu pasti semalam membawa aku ke tempat dimana kamu tidur dan meraba raba ku tanpa sepengetahuanku, iya kan?" Silvia merasa tak senang dan dia menutupi dada nya yang mengguncang itu.
"Dengarkan aku, aku berani bersumpah bahwa aku tidak menyentuhmu, apalagi membawamu ke sisiku bahkan aku tak punya pikiran yang seperti itu." Aku menjelaskan dengan pelan kepada silvia.
Tiba tiba aku teringat akan adanya sistem, karena dia pasti tahu apa yang telah terjadi
"Sistem. apa yang terjadi semalam,"
Anehnya aku dan silvia bertanya kepada sistem secara bebarengan (secara bersama kayak adegan romantis di tv tv gitu. ehe)
"Ituuu, uhhmm, ituuuu, sebenarnya, uhhmmm sillvia yang mendekati mu semalam dan dia yang menghampirimu dan tiba tiba memelukmu seperti bantal guling" Sistem berkata jujur ke kami.
"Aaahhh, itu tak mungkin, aku tak mungkin begitu, kamu membohongiku kan sistem?" Silvia benar benar tak percaya jika silvia melakukan tindakan seperti itu.
tiba tiba silvia berlari menjauh dariku dengan pipi merah merona, ia menutupi wajahnya karena dia benar benar malu
"Silvia, kamu kemana ? hati hati kalau ada apa apa cepat lari kemari." setelah itu, Aku hanya terdiam, tak mengejar silvia saat dia makin jauh dariku.
Aku menyalakan korek api dan membakar kayu untuk menghangatkan diri dan memanggang daging kelinci.
Beberapa menit kemudian.
aroma wangi sedap dari daging kelinci panggang tercium.
"Zheen, disini banyak si sponge choco, buanyuak sekali" tiba tiba Aku terdengar suara silvia dari jauh.
"Kemarilah dulu untuk segera sarapan? apa monster itu mengejarmu?" Aku menyarankan dia untuk kembali padaku untuk sarapan dulu dan bertanya kepadanya
"Mereka tidak mengejarku, mereka seperti lagi makan sesuatu" Silvia menjawab dan berlari kembali padaku dengan pipi merah.
"Mari kita sarapan aja dahulu dan sini duduk disini " Aku mengajak dia makan daging kelinci panggang dan duduk di sisiku.
"Nyam nyam nyamm" Aku mulai memakan daging kelinci yang beraroma dan enak ini.
aku melihat silvia yang masih berlari ke arahku.
Aahh, secara tak sadar aku melihat dua gunung bergetar.
"Aaahh, ini sangat menyesatkanku." Aku bergumam di hatiku dan aku tiba tiba kepikiran kemampuan menghitung domba ku.
__ADS_1
saat itu pula, aku mulai menghitung daging panggang yang aku makan ini.
1 daging panggang kelinci rawa
2 gunung daging bergetar
"Ah shishiitt, Fokus fokus fokus trulalalalalalalal. aku harus fokus"
"fokus fokus fokus tru lala" (kek masha and the bear yang di antv)
Aku bingung sendiri jadinya.
"Aku minta daging panggangnya dan maafkan aku pagi ini" Silvia sudah berada di depanku dan menundukkan kepalanya karena malu sambil minta daging dan minta maaf kepadaku.
"Lupakan, mari kita nikmati daging inj dan segera melawan monster yang kamu temui." Aku segera menyodorkan daging kelinci panggang ke silvia.
"Ehhehe, terimakasih Zheenn, kamu yang terbaik."
Silvia menggodaku
Beberapa menit kemudian.
"Ah baiklah, mari kita bertarung"
"Okee, siappp"
Aku memanggil raisa. Dan memberi dia sedikit darahku.
kami pun segera ke area sponge chocho. Aku dan silvia segera berlari ke arah kerumunan monster Dan raisa terbang di atasku dengan perasaan bangga.
Seperti strategi sebelumnya Aku yang menjadi pemberi kerusakan paling besar, raisa yang membantuku di atasku dan silvia penyembuh di garis akhir.
aku langsung menuju ke arah kerumunan sponge choco dan menendang kepala salah satu sponge choco di kerumunan tersebut dan
Sekali tendangan mati
Aku berfikir bahwa, tendangan spike ini lebih berguna saat melawan monster yang berlevel lebih rendah daripada diriku dan melawan monster yang darahnya hampir habis, kemungkinan nya hampir 50 persen untuk membunuh monster yang ku sebutkan tadi sekali tendangan.
Aku terus berburu dan memburu. Raisa terus menggunakan sihirnya dan silvia menyembuhkanku.
1 jam berlalu silvia pun naik level 6 dan aku naik ke level 8 Dan saat semua sponge choco mati di area ini. Ada monster yang bergerak cepat dari sisi lain.
"Itu pasti raja sponge choco, udah pasti itu" Aku berasumsi di hatiku
"Raisa panggil kalelawar anak buahmu dan bersiap untuk bertarung"
"Silvia, hati hati."
Monster itu dengan cepat berlari dengan membawa tombak, tubuh warna coklat ke merah merahan dengan tinggi seperti tinggiku.
Tiba tiba raja kelinci itu berhenti dan melempar tombak ke arah kepala silvia.
"Ahh, shiiiiiiisttts, awas silvia."
Silvia panik dan tak sempat menghindar.
Saat itu kalelawar anak buah si raisa menghalangi tombak itu dan akhirnya sempat untuk menghindarinya meski harus mengorbankan anak buah si raisa
"Ahh untungnyaa, terima kasih Raisa" Aku merasa lega dan langsung berterima kasih kepada Raisa. Silvia pun sama, berterimakasih kepada raisa.
Bagaimanapun tombak itu mengarah ke kepala salah satu titik paling vital dari seorang manusia, takutnya seperti tendanganku yang dapat membunuh sekali tendangan.
__ADS_1
Saat raja sponge choco tak memegang senjatanya. Aku berlari ke arahnya dan menggunakan skill dan kemampuan ku.
"Tebasan pedang sihir"
Mana dari pedangku itu mengarah ke arah raja sponge choco tapi sayang nya hanya mengenai bayangan dari raja sponge choco itu.
"hmmmm. hufttt" aku menghela nafas panjang.
Seperti biasanya, akan sulit untuk melawan kemampuan bayangan dan agterimage nya.
Dan tanpa kusadari. Dia berada di belakangku dan menggunakan tanganya seperti tombak.
"Ah ah ahhh ahh" (sakit an jir lama lama kalau gini)
Gerakan tanganya sangat cepat, aku bahkan tak bisa mengikutinya. Tanpa tamengku, aku seperti sasaran empuk untuk nya.
- 1 6
+1 0
- 1 9
- 2 3
+ 1 0
- 2 5
-1 8
+ 3 0
+ 1 0
- 1 6
+ 1 0
- 1 9
- 2 3
+1 0
- 2 5
- 1 8
+ 3 0
+ 1 0
Aku terkena banyak kerusakan dari raja sponge choco tapi untungnya silvia terus memberikanku perawatan terbaik.
Tanpa persiapan apapun. Aku segera menggunakan pedangku, ku menebas secara asal asalan dan segera mundur.
Ku berhenti sesaat. Dan melihat status ku, untuk melihat poin statistik bonus yang ada dan ingin mendistribusikannya agar dapat seimbang dengan raja sponge choco ini.
"Status pemain"
__ADS_1
jika ada yang kurang pas, kalian bisa berkomentar. jangan lupa like and vote agar yang nulis makin semangat.