Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
69 - Hans - The King Of Alchemy


__ADS_3

"Ding"


"Hanya 2 pilihan, mencari master tabib alkemis yang dibicarakan oleh Feifei. Jika tidak itu, maka harus kita lenyapkan," jawab Sistem yang aku pun sudah tahu jawabannya.


"Namun ... Aku dapat menteleportasimu ke tempat hutan greenstar, sayangnya itu membutuhkan mana yang banyak. Sedangkan batas manamu masih berada di angka 260." imbuh Sistem.


Aku terkejut dan segera bertanya. "Berapa banyak mana yang harus dibutuhkan untuk teleportasi?"


Sistem langsung menjawab. "Karena ini membutuhkan perantara dariku, maka mana yang dibutuhkan lebih banyak daripada saat jika kamu memiliki kemampuan teleportasi itu sendiri."


"Setidaknya kamu harus menembus batas manamu dan memiliki mana yang setidaknya 2 kali lipat darimu sekarang, sekitar 500 poin mana," imbuh Sistem.


"Apa? aku takkan bisa menembus batas manaku di saat waktu terbatas ini !" Aku merasa mati rasa, takkan mungkin diriku menembus batas mana menjadi 2 kali lipatnya di saat waktu terdesak ini.


"Kamu jangan lupa bonus poinmu yang tersisa untuk meningkatkan inteligenmu," saran Sistem.


Aku tanpa berpikir panjang segera mengambil keputusan. "Baiklah, gunakan poin bonusku semuanya untuk inteligen."


"Ding"


"14 poin bonus digunakan"


"Inteligen bertambah 14 poin dan mana bertambah 70."


Pemberitahuan dari sistem terdengar di pikiranku, aku segera mengecek statistikku. "Status pemain"


"Ding"


Nama : Arif Raizhen


Title :



-


-


Level : 19


Ras : manusia


Kekuatan : 4 9 (+8)

__ADS_1


Kekuatan Sihir : 5 3 (+3)


Stamina : 3 7 (+1)


Kecepatan : 3 9 (+1)


Ketahanan : 3 8 (+3)


Intelijen : 6 6 (+2)


Poin Mana : 3 3 0 (+1 0)


Kesehatan : 3 7 0 (+1 0)


Poin pengalaman : 1 7 0 6 4 / 8 6 0 0 0


Rentang kehidupan : 2 tahun


"Masih kurang 170 mana, apa lagi yang harus dilakukan sistem?" tanyaku.


"Aku telah menganalisa data kota Evanest dan menemukan bahwa kebanyakan penduduk memiliki sebuah batu mana," ungkap Sistem.


"Dari batu mana itu, kita bisa menambah kapasitas batas manamu. Sayangnya itu terbatas waktu dan jika mana tersebut habis, ia takkan bisa memulihkan mananya lagi," lanjut Sistem dan ini satu-satunya cara yang dapat dilakukan saat waktu ini.


"Jadi, aku akan meminta bantuan dari tuan putri," ucapku dalam hati.


Semua orang pun memandangku. Terutama tuan Putri, aku pun segera mengungkapkan. "Aku mempunyai cara untuk pergi ke hutan greenstar, setidaknya ini lebih cepat daripada jika kita mengendarai phoenix es selama 5 hari."


Semua orang tampak terlejut, tuan putri segera mempersilahkan aku untuk terus berbicara.


"Sayangnya, ini aku membutuhkan banyak batu mana untuk itu," ucapku. Tuan putri tanpa banyak bicara segera mengeluarkan banyak batu mana. Ia pun berkata. "Batu mana juga sangat penting bagi diriku untuk menggunakan kemampuan dalam melihat masa depan, akankah kamu menggunakan kemampuan sepertiku yang memerlukan mana dalam jumlah besar?"


"Iya tuan putri, aku membutuhkan banyak mana untuk mengaktifkan kemampuanku ini," ungkapku jujur apa adanya.


"Maka ambillah ini." Tuan putri menyerahkan banyak mana kepadaku. Sebelum batu mana ada di tanganku, Feifei tiba-tiba menyela. "Tunggu tuan putri."


"Batu mana sangat penting bagimu, sebaiknya batu mana milikku saja yang digunakan tuan pahlawan," saran Feifei.


Vir, Ragnar dan Lily pun menawarkan hal yang sama. Alhasil aku menerima 35 batu mana.


"Apakah ini cukup sistem?" tanyaku pada sistem.


"Kurasa itu cukup, 1 batu mana dapat memberimu menembus batas 10 poin mana," ungkap Sistem.

__ADS_1


"Jadi aku perlu 17 batu mana untuk menembus batas poin manaku ke 500 mana." Aku menyimpulkan.


"Iya, apakah kita akan memulai teleportasi sekarang?" tanya Sistem.


"Jangan ...." Aku menolak untuk melakukan sekarang, aku teringat dengan Silvia yang berdiri di sampingku.


Aku menoleh untuk melihatnya, Silvia menggigit bawah bibirnya dengan mata yang memancarkan seolah-olah ada kekecewaan dalam matanya. Dia diam membisu tanpa kata.


Aku segera menggandeng tangan Silvia. "Apakah aku bisa melakukan teleportasi untuk membawa Silvia ?" tanyaku pada Sistem. Aku merasa sangat tak enak kepada Silvia jika terus meninggalkannya.


"Seharusnya bisa, di dalam diri Silvia juga ada sistem. Tapi jika ada orang lain selain Silvia, aku takkan bisa membawanya," jawab Sistem. Aku yang mendengarnya pun lega.


"Terimakasih untuk batu mananya, aku akan segera mengaktifkan kemampuannya." Aku berkata kepada tuan putri dan semuanya.


"Apa kamu tak membawa salah satu dari kita?" saran Feifei.


"Aku akan membawa Silvia saja, karena dia dapat memberiku kesehatan atau mana kepadaku jika ada hal yang mendesak." Aku pun tak lupa beralasan. Sebenarnya aku tak ingin meninggalkan Silvia terus-terusan.


Feifei pun terdiam dan mengangguk setuju. Di sisiku, Silvia mulai tersenyum indah.


"Baiklah, bawa ini juga bersamamu." Tuan putri memberiku sebuah item sebuah gelang dengan cahaya keperakan.


"Itu adalah gelang pengirim suara, itu dapat mengirim ucapanmu kepadaku. Barang itu juga sering digunakan Feifei dalam misi khusus, jadi gunakan itu ketika ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan," ungkap Tuan Putri.


"Baiklah, aku akan segera mengaktifkan kemam ... eh tunggu." Aku sadar satu hal penting. "Siapa yang aku cari?" tanyaku kepada semua orang.


Feifei, Ragnar, Vir dan Lily pun seolah-olah ingin tertawa dan menahan tawanya itu. Mungkin di dalam pikiran mereka. "Untung, tuan pahlawan segera  mengingat hal penting. Jika tidak ... maka ...."


Tuan putri segera menjawab. "Dia bernama Hans dan sering di juluki The King of alchemy. Dia seorang alkemis, tabib dan ahli racun. Banyak desas-desus yang bilang bahwa dia juga dapat menghapus segala kutukan, racun dan bahkan nasib buruk."


"Sayangnya, Hans ini sangat jarang ditemukan, semoga keberuntungan ada di sisimu," lanjut Tuan Putri.


Aku mengerti, aku menoleh ke Silvia dan segera bertanya. "Apakah kamu siap?"


Silvia mengangguk dan aku menggenggan tangannya makin erat.


"Jika sampai 3 hari dan kamu tak menemukan Hans, segeralah kembali, kita masih membutuhkan bantuanmu untuk mengalahkan invasi iblis." Tuan putri segera mengingatkan.


"Hati-hati tuan," ucap Ragnar dan Vir.


"Hati-hati tuan pahlawan." ucap Feifei dan Lily.


"Baiklah." Aku dan Silvia mengangguk.

__ADS_1


"Mari kita mulai Sistem." Aku segera memberi perintah kepada Sistem.


Tiba-tiba dengan sekejap mata ....


__ADS_2