
"Dalam hitungan mundur"
"10"
"9"
"8"
"7"
"6"
"5"
"4"
"3"
"2"
"1"
"Ding"
"Anda berada di tutorial lantai 0 2"
"Bertahan hidup lah selama 3 hari di lantai 2 ini" Aku membuka mataku dan nendengarkan ucapan dari sistem..
Aku melihat gurun pasir yang sangat luas dengan terik matahari yang menyengat Aku menoleh ke kiri dan melihat silvia yang menutupi wajahnya dengan tangan nya.
"Ternyata benar asumsiku tadi" Aku berkata pelan.
"Iya nih.. kayaknya kita akan mati kekeringan.. hehe " Ucap silvia sambil cengengesan
"Makan apel kuning yang kamu bawa, apel itu sangat berair tauuu";Ucapku sambil melihat sekelilingku
"By the way, aku tak melihat ada satupun monster disini, terasa sepi" imbuh ku
"Mungkin ada monster di dalam pasir gurun ini" Ucap silvia dengan yakin..
(Biasalah, wanita punya naluri dan insting yang kuat)
Tak lama kemudian
"Wussshhh wusshhhh wusshhhh" Ada sesuatu yang terbang dari dalam gurun pasir itu
Sosok itu terbang ke arahku, aku bersiap untuk menggunakan pedangku..
Tapi sayangnya respon silvia lebih cepat dariku
"Topan angin";Muncul pusaran angin dan menerbangkan sosok itu Sekarang aku melihatnya dengan pasti, sosok itu pasti sebuah semut
"Status monster"
"Ding"
Nama : Semut terbang pasir gurun
Level : 5
Kekuatan : 14
Kekuatan sihir : 8
Stamina : 13
Kecepatan : 12
Ketahanan : 15
Inteligen : 10
Kesehatan : 260
Mana : 50
Skill :
Semprotan cairan asam : menyempemprotkan cairan asam yang dapat meluluhkan kulit
Perisai : melindungi diri
Gigitan : kemungkinan dapat melumpuhkan lawan
Keterangan:
Monster yang telah hidup lama di gurun pasir Semut besar yang melebihi ukuran manusia.
__ADS_1
"Ini semut raksasa, jika semut ini pergi ke dunia ku mah bakalan langsung viral" ucapku sambil terkekeh
"Iya, serang bagian lehernya Zhen, bagian itu sangat rentan" ucap silvia menyarankanku. Tanpa banyak bicara, aku bergegas ke arah semut itu, sambil memegang pedang pemulaku.
"Hiyaaa, slash slash slash" Suara pedang, suara tebasan pedang menjadi lagu yang indah untuk saat ini..
"Ding"
"Anda mengalahkan Semut terbang pasir gurun"
"Anda mendapatkan poin pengalaman 25 (di bagi 2)"
"Ah, aku lupa tak mengeluarkan raisa ratu kalelawar kecilku, raisa keluarlahh" Ucapku sedikit menyesal karena melupakan raisa ku , lalu aku memanggil raisa untuk keluar membantuku
"Sebenarnya aku penasaran, bagaimana kamu mendapatkan mitra raisa itu rif??" Tanya silvia kepadaku dengan rasa penasaran nya
"Aha, ini adalah kejadian yang tak terduga sih, saat aku ke dunia ini, aku kira ini hanya mimpi, jadi aku menggigit jariku sampai berdarah, lah darahku ini menetes jatuh ke lantai. Tapi sebelum sampai lantai, tiba tiba raisa ini muncul dan meminum darahku itu, hasilnya sekarang dia jadi mitraku, ehe" Ucapku, menjelaskan kepada raisa yang telah terjadi saat itu.
"Uh, ternyata itu yang terjadi, saat aku ke dunia ini, aku berada di kuil sendiri, aku ya sudah tahu bahwa ini bukan mimpi karena sistem yang memberitahuku dan menjelaskan nya" ucap silvia
Disisi lain, segerombolan Semut terbang pasir gurun datang dari arah barat menuju ke tempat ku dan silvia berada. Aku masih berbincang bincang kepada raisa, lalu segerombolan Semut terbang pasir gurun itu datang dan langsung menyerang ku
Semprotan cairan asam keluar dari mulut Semut terbang pasir gurun,
Semut terbang pasir gurun menyerangku dari atas, ini sangat merugikan ku, raisa pun takkan bisa mengalahkan semua nya
"Raisa.. kemarilah ke pundakku, panggil anak buah mu.." ucapku sambil memerintah raisa agar mengaktifkan kemampuan pemanggilan
"Mari kita buat semut vs kalelawar, ehe. Raisa aktifkan kemampuan topan anginmu ke gerombolan Semut terbang pasir gurun itu. ucapku memberi perintah ke silvia
"Belum saat nya, masih cooldown kemampuan ku ini" Ujar silvia, yang memberiku penjelasan mengenai kemampuannya yang lagi tak bisa digunakan.
"Blussss.. ciuuuuuu.. ciuuhhh" Semprotan air rawa dari mulut Semut terbang pasir gurun menyerangku dan silvia.
Kita seolah olah seperti menjadi makanan empuk.
"Silvia, hindari cairan asam ini" Ucapku
Tapi apalah daya, karena terlalu banyak Semut terbang pasir gurun yang menyemprotkan cairan asam kepada kita, jadi nya kita masih terluka.
- 1 1
- 1 5
- 1 9
-1 4
-1 5
Meski kerusakannya hanya di belasan, tapi jika terlalu lama ini bisa bisa membunuh ku dan silvia.
"Topan angin"
"Wussshhhhh" Silvia mengaktifkan kemampuan nya dan membuat Semut terbang pasir gurun terpental kebelakang.
Di saat itu, silvia menggunakan kemampuan berkah cahaya, sehingga memberiku buff peningkatan statusku dan peningkatanku.
"Ding"
"Anda mendapatkan berkah cahaya"
"Kemampuan dan status anda meningkat selama 3 menit" Lalu, aku menggunakan kemampuan tebasan ku yang aku banggakan.
"Tebasan pedang raksasa"
"Tebasan pedang sihir"
"Tebasan pedang sihir raksasa"
Hanya 3 kemampuan itu sudah dapat membunuh beberapa Semut terbang pasir gurun.
Suara manis dari sistem pun terdengar berkali kali.
"Ding"
"Anda mengalahkan Semut terbang pasir gurun"
"Anda mengalahkan Semut terbang pasir gurun"
"Ding"
"Anda mengalahkan Semut terbang pasir gurun"
"Anda mendapatkan poin pengalaman 25 (di bagi 3)"
"Ding"
__ADS_1
"Anda mendapatkan poin pengalaman 25 (di bagi 3)"
"Anda mendapatkan poin pengalaman 25 (di bagi 3)"
"Ding"
"Anda mengalahkan Semut terbang pasir gurun"
Aku masih terus menebas Semut terbang pasir gurun yang tak seberapa tinggi terbangnya.
"Slash slash slashh"
Aku terus menebas dan menebas nya. Disisi lain, raisa masih mengumpulkan anak buahnya dan sesekali mengirimkan kemampuan petir darah merah dan misil darah ke kerumunan Semut terbang pasir gurun.
"Jediaarrr cetiaarrr gluduk" Kilatan petir merah darah menghiasi gurun pasir ini.
"Healing healing healing" Sedangkan silvia selalu menggunakan kemampuan healing nya untukku.
Banyak mayat semut yang jatuh dari atas ke bawah (ya iyalah.. namanya aja jatuh)
Aku terus menebas menebas dan menebas.
Ada Semut terbang pasir gurun yang tiba tiba terbang ke arahku, berniat untuk menggigitku, namun aku tak bergeming, aku terus menebas menebas menebas.
"Slash Slash Dan Slash"
"Ding"
"Semut terbang pasir gurun terkena status stun selama 3 detik"
"Semut terbang pasir gurun terkena status berdarah selama 5 detik"
Kadang tebasanku mengaktifkan efek efek stun dan juga sobleed.
Aku terus melanjutkan perburuanku dan menebas menebas terus semut terbang padang pasir.
"Slash slash slash"
aku melakukan nya Sambil melatih kemampuanku menghitung domba.
1 Semut terbang gurun pasir.
2 Semut terbang pasir gurun.
3 Semut terbang gurun pasir.
4 Semut terbang gurun pasir.
5 Semut terbang gurun pasir.
6 Semut terbang gurun pasir.
7 Semut terbang gurun pasir.
8 Semut terbang pasir gurun
9 Semut terbang gurun pasir.
10 Semut terbang gurun pasir.
(Sumpah, ini sangat membosankan kalau di teruskan) :(
15 menit kemudian.
Semua Semut terbang pasir gurun sudah terkalahkan.
Tapi Sayangnya, banyak segerombolan Semut terbang pasir gurun datang dari arah lain.
"Silvia, siap siap untuk menggunakan kemampuan topan anginmu untuk memecah formasi mereka" Ucapku dan silvia pun mengangguk angguk
Segerombolan Semut terbang pasir gurun yang mendekat dan Disitu ada segerombolan Semut terbang pasir gurun itu ada yang berbeda.
Semua terbang pasir gurun yang asalnya itu berwarna hitam dan besar, tapi yang berbeda ini berwarna ke emasan dan kemerahan, tubuhnya pun lebih kecil dari semut yang lain nya.
"Ding"
Pengingat dari sistem pun terdengar
jika ada saran atau kritik, silahkan berkomentar.
ku tunggu like dan vote dari kalian
__ADS_1