
(Selamat tinggal, kita akan bertemu kembali)
Semua perlahan tenang
Ketenangan yang sangat mencekam
Mencekam sebuah perasaan
Perasaan yang perlahan kosong
Kekosongan yang menggerogoti hati
Hati yang mulai tenggelam
Tenggelam ke dasar laut yang dalam
Kedalaman yang tak terukur
Tak terukur seperti cinta ku
Cinta ku ini kan selalu ku bawa
Ku bawa hingga dunia tak menerima
Tak Menerima diriku menginjakkan kakiku di dunia ini
~ semua perlahan tenang
Suara Sistem pun mulai terdengar di sekitar silvia.
"Ding, selamat karena anda telah mengalahkan ratu semut terbang gurun pasir"
"Selamat anda dan raisa mendapatkan poin pengalaman 3000 poin"
"Selamat anda mendaptkan batu permata ketahanan level 5" {dapat menambah status antara 2 sampai 5.. tergantung keberuntungan"
__ADS_1
"Selamat anda mendapatkan peralatan staff pendeta bintang 5.. {inteligen + 4 kekuatan sihir + 3}:
"Selamat anda mendapatkan title ^pendeta yang di akui^.. semua statistik meningkta 2"
Silvia mendengar suara sistem, tapi silvia tak menggubris suara itu. Silvia benar benar tak peduli, yang ada dalam pikiranya hanya kekasihnya. Tatapan silvia benar benar kosong saat ini.
"Kakak ipar, jangan sedih. Tuan akan kembali dan mengunjungi kita lagi" Tiba tiba raisa yang dari awal diam saja, dia tiba tiba bisa berbicara.
"Siapa itu?" Tanya silvia karena tiba tiba terdengar suara seperti anak kecil perempuan
"Ini aku kak, raisa. hehe, aku sekarang bisa bicara karena sudah naik level ke 10, teeheee" Ucap raisa sambil cengengesan.
Raisa pun sangat sedih karena juga merasa kehilangan tuan nya, tapi raisa harus menahan tangisan itu, harus menahan kesedihannya, demi tuan nya
"Kakak ipar, tuan akan kembali kepada kita, jangan bersedih. Aku akan selalu bersamamu, itu adalah sebuah perintah yang di berikan kepadaku oleh tuanku, aku harus menuruti perintah tuanku" Tambah raisa kepada silvia
"Tapi, hiksss. dia kenapa senekat ituuu. ahhh.. hmmm.. hiks.. aku belum pernah merasakan ini sebelumnya, hatiku benar benar terasa menyakitkan, hatiku seakan akan hancur seperti ada yang hilang dalam diriku. hatiku seperti ada kekosongan yang begitu mencekam. apa yang harus ku lakukan saat ini?" Ucap silvia dengan penuh kesedihan dan air mata.
Raisa pun terbang ke pundak silvia
"hiks hiks, kenapa seperti inii" Silvia terus menangis dan menangis.
Ada seseorang yang berjalan menuju silvia dan raisa saat itu.
"Maafkan aku.. maafkan aku.. ini semua salahku, jika kamu tak menyembuhkan aku.. mungkin orang itu masih bisa disini.. maafkan aku maafkan aku" Seseorang dengan sayap naga di punggungnya membungkuk dan minta maaf kepada silvia setulus tulusnya.
"Ahhh.. kamu.. hmm.. kamu salah, meski aku tak menyelamatkanmu. hiks, aku masih tak bisa menyelamatkan nya, karena dia menggunakan sumber kehidupan nya sebagai sihir, bahkan sebenarnya itu adalah hal tabu, sihir cahaya dan kegelapan itu seperti sihir kehidupan dan kematian. hiks.. sihir itu adalah hal tabu yang seharusnya hal tabu itu telah menghilang sejak lama, entah kenapa dia mengetahui itu, hiksksks.. aku yang seorang pendeta wajar untuk mengetahui sihir cahaya tapi aku tak menggunakan sumber kehidupanku untuk sihir itu.. hiks" Silvia menjelaskan dengan tersengguk sengguk dan untuk membuat orang itu tak merasa bersalah mengenai insiden tersebut
"Meski begitu, tolong maafkan aku.. dan terimakasihh telah menolongku. jika aku tidak ditolong olehmu, mungkin aku sudah tiada." Orang dengan sayap naga di punggungnya itu dengan tulus meminta maaf dan berterimakasih.
"Ha.. hmm.. Terimakasih itu tak pantas untukku, kau simpan saja untuknya" Ucap silvia dengan menghela nafas
"Sebelumnya namaku adalah raymond, disini aku adalah jenis human beast.. ras naga.. anggap saja manusia naga.. aku sangat minta maaf dan tetap aku harus berterimakasih kepadamu" Raymond memperkenalkan dirinya dan sekali lagi meminta maaf dan berterimakasih atas apa yang telah terjadi.
"Aku di kehidupan ini akan membalas perbuatan baikmu, aku akan membalas utang nyawaku ini" Imbuh raymond kepada silvia.
__ADS_1
"Tak perlu untuk itu, aku silvia.. aku masih jenis manusia disini, dan ini raisa, dia adalah mitra dari orang yang seharusnya menerima terimakasihmu" Silvia memperkenalkan dirinya dan juga raisa
"Kalau begitu, aku akan undur diri dari sini terlebih dahulu, aku harus mencari temanku yang hilang sejak pertarungab tadi." Raymond pamit undur diri dan melangkah menjauh dari Silvia dan Raisa.
"Baiklah, jaga dirimu"
"Raisa, sebenarnya apa yang di pikiran tuanmu ?" Silvia bertanya kepada raisa..
"Aku kurang mengerti, dia hanya tertarik dengan sihir dan juga dirimu. mungkin hanya itu, hehe." Raisa yang mencoba untuk mencairkan kesedihan silvia yang begitu dalam.
Silvia hanya tersenyum dan menatap kebawah termenung.
"Semoga engkau kembali"
"Semoga engkau baik baik saja"
"Semoga engkau menemuiku lagi"
Harapan silvia dan raisa dalam hati mereka masing masing
"Ding"
Suara sistem tiba tiba terdengar kembali..
\(jika ada saran atau kritikan.. silahkan berkomentar, saran dan kritikan kalian sangat berarti untuk saya\)
para readers e jarang ngelike. eh, emang dari awal cuma sedikit sih yang baca.
ehehe
__ADS_1