
"Ding"
"Akhirnya, aku telah sampai padamu ...."
Tiba-tiba terdengar suara yang sudah sangat familiar denganku. Aku yang mendengarnya spontan berteriak. "Ah, sistem!" Silvia yang dibelakangku kaget karena mendengar teriakanku yang tanpa aba-aba dan bertanya padaku. "Apa kamu baik-baik saja?
"Tak apa," jawabku sambil menggelengkan kepala.
"Ding"
"Kamu berada di dunia ilusi nyata dalam alam bawah sadarmu," ucap Sistem yang makin membingungkanku.
"Ini semua hanya ilusi? Jadi aku tak bermimpi selama ini? Aku benar-benar telah pergi ke dunia Venatra itu nyata? Aggghhhhh! ini membingungkanku!" Batinku dalam hati, semakin di pikirkan semakin bingung yang ku rasakan.
"Kamu kenapa? Kok kelihatan tertekan?" Silvia yang menyadaru kebingunganku segera bertanya padaku.
"Ah bukan apa-apa," jawabku dengan menggelengkan kepalaku. Aku segera masuk ke kamar kosku dan bermiat melupakan Silvia yang juga ngekos di tempat yang sama denganku. Silvia yang melihat keanehanku hanya membeku ditempat.
Setelah aku di kamar kosku, aku segera bertanya pada sistem. "Apa yang telah terjadi sih ini sis? Aku makin tak bisa membedakan antara kenyataan, mimpi dan ilusi?"
"Ding"
"Sekarang kamu berada di dunia yang penuh ilusi, dunia ini adalah dunia yang tercipta dari keinginan hati kecilmu. Bisa dikatakan ini masih seperti sebuah mimpi yang engkau ciptakan." Sistem segera menjelaskan. Namun, aku masih bingung dan hanya mengerti satu hal. 'Ini bukan dunia nyata'
"Jika dipikir-pikir, ini seperti jutsu mugen tsukuyomi di naruto series, dimana semua orang yang jutsu ini akan mengalami sebuah ilusi dan memimpikan sesuatu yang mereka inginkan," imbuh Sistem dan entah kenapa, ini lebih mudah aku pahami. Emang beginilah kalau dasarnya vvibu akut.
"Terus, apa yang terjadi di medan pertempuran?" tanyaku pada Sistem.
"Anehnya, semua orang yang berada di medan pertempuran membeku. Bahkan, si iblis Zegred ikut membeku. Namun, dia membeku pasti tak akan lama karena itu hanya efek samping penggunaan sihir yang melampaui batas tubuh seperti saat di episode 25 yang lalu. Dimana Si Ratu semut terbang gurun pasir menggunakan sebuah sihir tangan dewa kegelapan. Apa kamu ingat?" ungkap Sistem.
"Jika seperti itu, kira-kira berapa lama si iblis Zagred membeku? Dan bagaimana caranya aku bisa keluar dari dunia ilusi ini?" tanyaku yang tertekan karena keadaan. Jika si iblis Zagred dapat melepaskan diri dari efeknya, bukannya semua yang ada di pertempuran bagaikan sebuah tahu yang dengan mudahnya dipotong dan dihancurkan.
__ADS_1
Aku yang teringat sesuatu segera bertanya kepada sistem. "Lalu, jika semua yang ada di medan pertempuran itu membeku. Bagaimana kamu bisa menemukanku disini?"
"Aku bukan manusia ataupun makhluk lainnya, aku hanya sebuah Sistem yang tak lain seperti parasit atau virus yang khusus hanya padamu. Aku berada dimana-mana dalam tubuhmu. Aku hanya percikan kecil yang tersebar dalam tubuhmu, jika dirimu mati aku ya pasti akan mati. Aku juga berada jauh didalam pikiranmu, jadi aku tak ikut membeku karena anggap saja aku sebuah entitas khusus yang tak terkena dampak efek dari sihir," jelas sistem panjang lebar, aku hanya menyimak dan memahami apa yang sistem katakan. Sebenarnya, aku masih belum begitu jelas dalam asal usul Sistem, dan bagaimana bisa ada sebuah Sistem di dunia ini? Aku ingin bertanya mengenai asal usul sistem, namun bukan saatnya memikirkan itu.
"Jadi bagaimana aku bisa keluar dari sihir ilusi ini?" tanyaku pada Sistem.
"Aku masih menganalisis, tapi kemungkinan kita bisa keluar dari sini hanya sebesar 0,0001%" ungkap Sistem.
Aku yang mendengarnya serasa geli. "Bukannya itu sama dengan tidak mungkin?"
"Iya itu seperti tak mungkin, kita benar-benar tak bisa keluar dari sini kecuali ada yang membantu kita melepaskan diri dari sihir ilusi tingkat tinggi," ucap Sistem.
"Selain itu, waktu di dunia Venatra, tepatnya di medan pertempuran. Waktunya baru berjalan 5 detik," ungkap sistem.
Aku melihat jam di handphoneku yang menunjukkan pukul 12:30. Aku menyadari sesuatu. "Jadi, 5 detik disana sama seperti 5 jam di dunia ilusi ini."
"Sis, Silvia yang berada di kota Evanest apa dia baik-baik saja? Atau ia ikut membeku?" tanyaku yang tiba-tiba teringat Silvia yang berada di dunia Venatra.
'Tok tok tok tok'
Suara ketukan pintu kamar kosku, aku segera membuka pintunya dan melihat Silvia yang berganti pakaian kaos tipis dan rok mini.
"Ada apa?" tanyaku.
"Apa aku boleh masuk? Aku benar-benar merasa kesepian saat kau tinggalkan!" jawab Silvia.
"Tapi ...." sebelum aku menolak, Silvia langsung menerobos kedalam kamar kos. Aku hanya menggelengkan kepala karenanya.
"Ding"
"Daripada kita tak bisa melakukan apa-apa disini, lebih baik kamu menikmati dalam menjalani kehidupan di dunia ilusi ini," saran sistem.
__ADS_1
Aku menghela nafas panjang dan berkata pelan. "Kamu benar sis, bagaimanapun dia juga Silvia yang aku sayangi."
Aku segera mengobrol panjang lebar dengan Silvia, Silvia selalu tertawa dan tersenyum. Hanya dengan senyumnya, ia dapat meluluhkan hatiku yang memang dasarnya gampang baper. Hehe.
Disaat aku sudah mulai nyaman dan terbiasa dengan Silvia di dunia ilusi, si Sistem tiba-tiba berteriak dalam pikiranku mengagetkanku.
"Oh tidak!!"
"Si iblis Zagred telah bisa bergerak kembali, sekarang ia menuju dimana kamu dan Feifei berdiri !!"
"Ini bahaya ...."
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberi saya like atau saran supaya cerita ini lebih bagus.
Selain itu, 2/3 hari kedepan. Author tidak bisa up episode selanjutnya karena harus mengurus sesuatu yang penting.
Di sela\-sela waktu itu, jika kalian berkenan. kalian bisa baca novel dari kakakku yang berjudul "Menggapai Pelangi" dengan genre Action, Romance dan Comedy.
Ceritanya bagus kok dan sangat cocok buat kalian yang suka genre romantis komedi.
Yaudah,
__ADS_1
Terimakasih yang mau membaca, sampai jumpa di hari sabtu minggu.