Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
47 - AKU TAK PEDULI


__ADS_3

"Jreppp" "Clangggg"


Sebuah Mana yang keluar dariku. Ku bentuk sebuah Pedang besar dari elemen sihir Airku dan mencoba untuk menusuk dada Hybrid blackfire.


Sayangnya..


Sebuah kapak besar menghalangi lintasan pedangku hingga tertahan di depan Hybrid blackfire.


Dari peristiwa itu, aku sudah dapat membuat gerakkan besar dan tak tertahan lagi. Ku melaju dengan kemampuan RunRun ku dan melesat ke arah Hybrid berada.


"SLASHHH, SLASHHHH, SLASHHHH"


"Clanggg, Clangggg"


Pedangku terus menebas ke arahnya, tapi kapak besar nya selalu menangkis tebasan pedangku. Hybrid Blackfire seharusnya kecepatan nya lambat, bisa dilihat dari pergerakkan nya saat berjalan. Tapi respon nya begitu cepat saat menangkis semua tebasan pedangku.


Aku melihat wajahnya yang penuh Mata dimana mana membuatku ngilu dan jijik.


Berasa telah setahun berlalu, tebasanku masih terus di tangkis olehnya. Tanganku sedikit kebas karena kekuatan darinya dan juga kapak merah darah nya cukup besar, bisa dibilang sama denganku.


Aku melirik dimana Raja bodoh berada, Dia menikmati dengan pertunjukan pertandinganku ini. Di sisi lain, Zhieevv sedikit demi sedikit telah mendatkan keseimbangan tubuh nya.


"DOMAIN ES"


Sebuah Es membekukan Hybrid Blackfire, namun belum satu detik berlalu, Es itu telah meleleh sedemikian rupa. Saat air es meleleh, Aku arahkan pedangku ke leher Hybrid blackfire.


"Klak"


Dengan reflek yang sangat cepat, tebasan pedangku yang seharusnya ku arahkan ke lehernya, malah tergigit olehnya dengan gigi tajamnya. Pedangku bahkan tak bisa terlepas dalam gigitanya.


"Oh F**k" Ku mengutuknya dalam hatiku dan segera mundur menghindarinya.


"Pahlawan, pakai pedang es ku." Zhiev yang sudah mendapatkan keseimbangan tubuhnya sepenuhnya berlari ke arahku sambil membawa 2 pedang es nya.


"Ini, terimalah." Zhiev memberikan 2 pedang es nya Aku menerima nya dan segera bertarung dengan Zhiev.


"Jangan terlalu Egois, Dia takkan bisa terkalahkan oleh seseorang yang Takut akan wujud dari diri nya!!." Ucapku dengan dingin kepada Zhiev.


"Maafkan aku pahlawan." Ucap Zhiev dengan menyesal.


"Siapkan peralatanmu, dukung aku di belakangku,hehe." Ucapku memberi perintah sambil tersenyum.


"Haha, meski kalian berdua melakukan bersama. Apa kalian bisa mengalahkan anak buah kesayanganku?. Haha." Raja bodoh yang tadinya hanya menikmati pertarunganku. Sekarang dia sudah mulai resek dengan perkataan nya. Aku dan Zhiev tak menggubrisnya dan bersiap bertarung.


"Pedang es" "beribu tombak Es" "Baju besi es"


Zhiev langsung mempersiapkan 3 sihir air es nya, sedangkan aku masih memfikirkan bagaimana caranya agar aku bisa membuat Sihir Es seperti Zhiev.


"Ternyata sangat sulit, jika melakukan penelitian sihir sa'at akan bertarung." Aku tersenyum dan mengaliri pedang es dengan sihir airku untuk mengurangi dampak dari api hitam Hybrid dan terus menjaga konsentrasi sihir airku untuk terus menjaga pedang es agar tak mencair.


"Baiklah, aku maju." Lirihku pada Zhiev sambil tersenyum jahat. sedangkan Zhiev mengangguk angguk dan tersenyum.


"Whuuusssshhh" Aku bergerak dengan kecepatan maksimalku ke arah Raja bodoh yang tertawa menantikan sebuah pertarungan.


"Haha, kena kau." Aku menusukkan pedang es ke mulutnya yang masih tertawa dan mengaliri sihir airku untuk masuk ke tenggorokan nya. Raja Bodoh Terkejut dengan kejadian yang tiba tiba ini.


Sedangkan Zhiev sekarang bertarung dengan Hybrid BlackFire dengan senyum lebarnya.


"Sekali maniak ya tetap maniak." Aku bergumam di hatiku dan terus mengaliri sihir airku ke tenggorokan si Raja bodoh.


"Cougth, a.. ppaaa..yanng.. mmaau kkaauuu.. lak..kuka..n. cougth." Raja bodoh mencoba bicara sambil terbatuk batuk.

__ADS_1


"Hehehe, hanya menggemukkanmu dengan minum air sepuasnya." Aku menjawabnya dengan tersenyum.


Baru 20 detik berlalu. Perut Raja Bodoh exyz Makin membesar dan membesar. Raja bodoh tiba tiba memegang tanganku dan...


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Ding"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


Sistem terus memberitahuku.


"Oh, jadi pada dasarnya, semua zombie dapat melakukan kemampuan sepertiku? Mengambil rentang kehidupan seseorang?" Aku bertanya pelan dengan diriku sendiri.


"Slash" Aku memotong tangan si Raja bodoh yang menyentuh tanganku hingga terputus.


"Aaahhhh, ba***at kau"


"Anak buaaaahhkuuuu!!!, serang diaaaa!!!." Teriak dari Raja bodoh yang kepala nya sudah terpisah dari tubuhnya.


Sayang nya, Zhiev dan Hybrid Blackfire adalah 2 makhluk hidup yang sama. Seorang yang Maniak Pertempuran. Mereka berdua terus tersenyum saat pedang dan kapak nya berbenturan menciptakan melodi yang indah.


"Hahah, kau tahu? Selain kekuatan, strategi juga dapat menjadi penentu kemenangan. Kamu tak mempunyai kemampuan untuk menyerangku secara langsung kan? haha, kamu selalu butuh anak buahmu sejak awal dan aku bisa mengetahuinya dengan mudah, haha!" Ucapku sambil tertawa ke arah Kepala Raja bodoh.


"Dan Aku tahu, Rahasia di balik kenapa aku tak bisa bergerak saat akan berhadapan dengan Si Hybrid itu karena, Aku merasa ketakutan saat melihat sosoknya. Tapi jika Aku dan Zhiev tak takut dengan nya, maka itu adalah akhir dari nya. Haha haha." Imbuhku dengan arogan.


"Baji***n kau." Tubuh Raja Bodoh mulai menyatu menjadi satu lagi, aku tak kaget sama sekali tapi semakin senang dengan keadaan ini.


"Slash." Setelah semua tubuhnya bergabung, aku langsung menabas dan mencincang tubuhnya, dari jari jemarinya, lalu ke pergelangan tanganya, ku cincang kecil kecil dan suara merdu Raja bodoh terdengar.


"Aaghhhh, jangan jangan." Aku terus mencincang tubuhnya, mencongkel matanya, mengiris hidungnya, memotong telinganya. Menusuk lehernya, mematahkan kaki nya, memotong kecil kecil dari kaki hingga perut.


"Aaaghhh, hentikannnnnnn" meski raja bodoh itu abadi, dia pasti masih merasakan kesakitan yang di alaminya.


"Haha haha," aku tak peduli dan terya melakukan nya berulang kali. Saat tubuhnya menyatu kembali, aku mencincang tubuhnya lagi hingga berulang kali.


"Haha haha." Sudah 5 menit berlalu sejak pertarungan Zhiev dan Hybrid.


Aku melihat Zhiev yang sudah kelelahan fisik dan juga mana sedangkan Hybrid Masih terlihat fit tanpa kelelahan.


"Lakukan dengan cepat pahlawan." Ucap Zhiev lewat telepati. Aku hanya mengacungkan jempol ke arah Zhiev.


"Sis, aku sudah mencincang nya berulang kali, tapi dia tak mau mati dan terus menyatu kembali daging cincang tubuhnya ?" Aku bertanya kepada sistem dan meminta bantuan.

__ADS_1


"Lakukan sekali lagi, Aku merasa Sumber kehidupan dan kematian si Raja Bodoh itu akan habis, jika kamu melakukannya sekali lagi seperti yang kamu lakukan tadi. Dia takkan bisa melakukan penyatuan kembali karena kehabisan energi." Sistem menjelaskan. Aku tersenyum dan menjilati pedang es dari Zhiev.


"Ampuni akuu, jangan sakiti aku lagi, jangan." Raja bodoh memohon ampunan.


Tapi, AKU TAK PEDULI dengan penderitaan yang dialami Raja Bodoh. Aku terlalu murka karena ia melakukan hal keji pada manusia.


"Slash slash slash slash Belum 1 menit berlalu, Raja Bodoh telah ku cincang daging busuknya.


Dan akhirnya....


"Ding"


"Anda mengalahkan Raja Bodoh Exyz"


"Ding."


"Anda mendapatkan poin pengalaman 4000"


"Ding"


"Anda naik level"


"Anda sekarang level 1 6"


"Ding"


"Anda mendapatkan 2 bonus statistik"


"Ding"


"Anda mendapatkan Ramuan Rentang Kehidupan level 2"


"Anda mendapatkan pusaka kota"


"Ding"


"Anda menyelesaikan misi dengan baik"


"Anda mendapatkan Title EKSEKUTOR (menambah statistik sebesar 3)"


"Anda mendapatkan Helm Darah bintang 4"


Banyak pemberitahuan dalam sistem dan akhirnya aku mendapatkan ramuan rentang kehidupan saat mengalahkan Raja Bodoh. Sedangkan Hybrid Blackfire 2 7 menghilang bagai debu saat Raja bodoh terkalahkan.


"Akhirnyaa selesai" aku menghirup nafas panjang dan berjalan ke arah anak anak yang masih menangis.


"Anak anak, mari ikuti kakak dan kakak Zhiev yang disana, dia juga orang baik." Ucapku pada anak anak sambil menunjuk ke arah Zhiev yang tersenyum manis ke arah anak anak.


Kami pun berjalan keluar dari area bawah tanah. Aku menggendong anak perempuan kecil manis yang berumur 4/5 tahun.


Saat kita berada di luar, aku melihat sekeliling dan terkejut.


"Kenapa jadi seperti iniii.?????"



 jika ada saran atau kritik, silahkan komentar di kolom komentar yaaaa !!!



jangan lupa kasih bintang 5 dan like and vote nya ya, agar yang nulis lebih semangat.

__ADS_1


 


__ADS_2