
Malam pun akhir nya tiba
Level silvia sudah hampir mencapai level 10. Sedangkan aku masih kurang setengah dari poin pengalaman total yang harus di kumpulkan.
"masih jauh untuk menaikkan levelku ke level 11" Ucapku dengan suara pelan.
Kami pun segera beristirahat dan menyiapkan api untuk menghangkat diri
"Zhenb, Ajari aku memanipulasi sihir dong, agar aku bisa meningkatkan kemampuan sihir ku ini." Silvia dengan centil nya ingin belajar tentang memanipulasi sihir seperti aku.
"Aha, itu adalah rahasia negara, hehe :)" Aku pun membalas kecentilan nya dengan candaan.
"Iiihhh, ayo laaahhh, ajari aku supaya aku tak selalu merepotkanmu" Ucap silvia yang berniat membujukku agar mau mengajarin nya
"Hehe, cium pipi aku dulu, baru aku ajarin, Haha" Ucapku dengan niatan menggoda nya
"Aahhh, selain itu donggggg" Jawab silvia dengan malu malu dan pipi merah merona.
"Hehe, enggak nggak, sini aku ajarin, duduk di sampingku sini dulu" Ucapku sambil menyuruh silvia agar segera duduk di dekatku
"Ehe, baiklah" Silvia dengan cepat duduk di sampingku.
"Bagaimana cara nya?" Ucap silvia
"Kamu duduk bersila aja dulu, dan pegang staff pendetamu, arahkan manamu ke tanganmu dan salurkan ke staff pendetamu" jelasku kepada silvia
"Jika kamu sudah bisa melakukan itu dengan lancar, aku akan mengajarimu cara selanjutnya" Imbuhku kepada silvia agar lebih semangat dalam melakukan cara awal untuk memanipulasi sihir.
Silvia pun segera melakukan sesuai dengan instruksiku
2 jam kemudian
"Hahh, hmm, haahh, kenapa ini sangat merepotkan sii" Silvia menggerutu dengan nafas yang tak beraturan.
"Di bagian apa yang susah ?" Tanya ku pada silvia
"Saat menyalurkan mana ke peralatanku, ke staff pendetaku, itu sangat sulit, bahkan aku sudah melakukan berkali-kali dalam 2 jam tapi tak pernah dapat menyalurkan nya" Ucap silvia dan menjelaskan padaku
"Ah, haha, sudahlah tidurlah dulu saja, besok malam aku akan mengajarimu dengan benar" Ucapku
"Baiklah, kamu berjanji lhoo ya" silvia sedikit tak senang karena tak senang dengan pernyataanku.
"Iya iya" Silvia segera tidur di papan kayu seperti hari hari yang lalu.
"Kenapa silvia tak bisa ya ? Padahal aku dulu mudah saat menyalurkan mana ku ke pedangku, yang paling sulit adalah setelah nya. Hmm, apakah mana silvia begitu tak bersih dan tak murni?" Gumamku dalam hati, serta memikirkan bagaimana cara agar silvia bisa melakukannya dan menyalurkan mana ke senjata nya.
"Ah sudahlah, hanya bisa mencoba nya besok" Aku pun segera tidur di bawah tanpa alas apapun.
Aku sebenarnya ingin tidur di samping silvia, namun aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi dan aku takut bila silvia akan merugi akhirnya.
"Rentang hidupku hanya tinggal 2 tahun, jika aku di pindahkan ke bumi ku, apakah itu juga akan menjadi 2 tahun ?" Ucapku pelan dan segera tertidur.
Pagi telah tiba dan Perburuan pun akan di mulai lagi. Entah kenapa hari ini, tubuhku terasa sangat kedinginan.
Aku bangun dan melihat silvia sudah tak ada di papan kayu dimana ia tidur.
__ADS_1
"Akhirnya kamu bangun, ini aku bawakan kamu buah apel es salju untukmu" Ucap silvia yang berjalan ke arahku dengan membawa beberapa buah apel es salju
"Terima kasih silvia" Ucapku sambil tersenyum kepada nya
"Ini hari terakhir kita di tutorial lantai 0 4 ini, menurutmu di lantai 0 5 itu seperti apa? Silvia memulai perbincangan
"Mungkin sebuah hutan liar"Jawabku tanpa berfikir
"Ah, kenapa naluriku berkata bahwa tutorial ke 0 5 adalah sebuah pesisir pantai?" Ucap silvia
"Kenapa kok pantai ?" Tanya ku yang sedikit heran dengan pernyataan silvia
"Jika di pikir pikir, itu mungkin terjadi" ucap silvia sambil mengetuk pipinya.
"Ding"
"Krisis besar telah terjadi"
Tiba tiba sistem berbunyi dan mengagetkanku
"Krisis besar apa sis ?" Aku bertanya pada sistem
"Ding"
"Silahkan bersiap siap dalam 1 jam"
"Anda akan langsung di arahkan ke dunia lain dan anda tak perlu melanjutkan ke tutorial lantai selanjutnya"
"ke dunia lain tersebut lebih tepatnya ke dunia yang di sebut venatra."
"dunia/planet venatra tersebut yang asalnya mempunyai 27 kota besar, sayangnya 14 kota besar telah terjajah oleh para monster yang makin ganas akhir akhir ini"
"Semua calon pahlawan akan di sebar ke 13 kota besar yang masih belum terjajah tersebut"
"Setiap area besar di dunia venatra akan di tempati oleh 2 calon pahlawan"
"Silahkan bekerja sama dengan sesama dan juga bekerja sama dengan penduduk dunia venatra"
"Masih banyak pejuang yang hidup di area besar di dunia venatra itu, mereka butuh pemimpin seperti kalian wahai calon pahlawan"
"Kami akan memberikan level + 5 sebagai kompensasi kami"
"Tapi kalian harus terbiasa dengan level yang baru ini, dan kalahkan semua monster yang mulai menjajah negara tersebut"
"Jika kota besar yang kalian tempati sudah aman dan tak ada monsteragi, kalian harus bertualang ke negara lain yang sudah terjajah oleh para monster tapi anda masih harus tetap waspada"
"Sekarang lakukan persiapan selama 1 jam" Sistem menjelaskan panjang lebar, semua calon pahlawan kebingungan termasuk aku dan silvia juga.
Raja iblis pasti sudah mengetahui bahwa ada calon pahlawan yang di siapkan untuk melawan monster monster yang di dunia/planet venatra tersebut. Alhasil, raja iblis langsung melakukan invasi besar besaran untuk menguasai dunia venatra secepat mungkin.
"Ah, bagaimana ini bisa terjadi" Ucap Silvia dengan suara pelan
"Zheeenn, jika kita berpisah, apakah kita masih bisa bertemu ?" Tanya silvia padaku
"Kemungkinan masih bisa bertemu, tapi kamu harus menjaga dirimu sendiri" Ucapku sambil mengelus ngelus kepala nya.
__ADS_1
"Kamu juga harus tetap hidup" Ucap silvia
"Tapi apa yang perlu kita persiapkan ?" Tanya silvia padaku
"Siapkan buah apel air es sebanyak banyaknya, mungkin di planet itu kekurangan pangan" jawabku
"Terus kamu harus benar benar menjaga dirimu disana"Imbuhku
"Siap"
Ucap silvia dengan mengangguk angguk
"tapi, aku belum kamu ajarkan sihir dengan benar" imbuh silvia dengan rasa kecewa.
"hmm, maafkan aku, semoga kita mempunyai waktu di masa depan" ucapku pada silvia.
silvia pun hanya diam cemberut.
Tak terasa
1 jam pun telah berakhir
"Ding"
"Dalam hitungan mundur dari 10"
"Anda akan di alihkan ke dunia lain yakni venatra"
"Tambahan level +5 akan di berikan saat berada di dunia venatra tersebut"
Saat sistem akan mulai menghitung, aku memegang tangan silvia dengan erat. Aku menoleh ke arah silvia dan tersenyum. Silvia pun sama.
"Semoga aku masih bisa bersama dia" Harapanku dalam hati
Tanpa ku ketahui, harapan silvia pun sama denganku.
Sistem pun mulai menghitung
"1 0"
"0 9"
"0 8"
"0 7"
"0 6"
"0 5"
"0 4"
"0 3"
"0 2"
__ADS_1
"0 1"
"Ding"