
Aku mulai bergerak dan memanfaatkan 3 menit ku, hanya 3 menit kemampuan Amarah ini bertahan dan cukup 3 menit bagiku untuk mengalahkan mereka semua.
"Whusss"
Seakan akan aku baru hanya melangkah, aku sudah di depan salah satu mayat hidup evolve. Kemampan Amarah benar benar melipatkan kecepatanku hingga ke tingkat ekstrim.
"Slash"
Seperti biasa, reflek dan ketahanan Mayat hidup evolve sangat menakutkan. Meski begitu, aku harus mencari celah untuk menebas tepat di lehernya, Karena leher adalah anggota tubuh yang paling rentan.
"Ada 7 dari Mayat hidup evolve ini, tapi kenapa mereka selalu hanya diam dan seolah olah tak mengejarku, bahkan tak melangkah menuju anak anak yang aku lindungi??" Aku terus memikirkan sebuah pertanyaan yang terus mengganggu pikiranku.
Aku bergerak mundur, berlari mengubah arah. Menuju salah satu Mayat hidup evolve yang lain dan melompot menuju nya.
"Hiyaaaaaaa!!!" Aku berteriak keras dan tersenyum.
"Hehe, seperti yang aku harapkan" Mayat hidup evolve yang aku tuju mendongak ke arahku.
"TEBASAN PEDANG SIHIR"
"SLASHHHHH"
Tebasan pedangku mengeluarkan cahaya menakutkan langsung menuju tepat di dagu Mayat Hidup evolve dan tanpa pertahanan apapun langsung menebas ke lehernya, dari dagu ke leher hingga Memutus kepalanya dari tubuhnya.
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Anda mendapatkan item permata ketahanan level 3 (dapat menambah statistik ketahanan antara 1 sampai 3 secara permanen)"
Suara sistem terngiang ngiang di kepalaku, aku pun langsung menggunakan item permata yang kudapatkan.
"Ding"
"Ketahanan anda bertambah 1 poin" Ucap sistem.
Aku hanya mendengar pemberitahuan itu.
"Kurang 6 Mayat Hidup evolve lagi, kekuatanku dan kekuatan sihirku sudah sangat menakutkan saat ini." Ucapku Dan mendarat di tubuh Mayat Hidup Evolve yang aku kalahkan tadi.
"Gruuuaaaahhhh, Grauuaah"
Baru saat Salah satu Mayat hidup Evolve mati, Semua yang tersisa menjadi aktif menyerangku dan menuju ke arahku.
Kecepatan mayat hidup evolve hampir sebanding dengan kecepatanku yang telah mengaktifkan kemampuan Amarah.
Aku menembaki mereka dengan Misil Air Raja, untuk mengganggu laju kecepatan mereka.
Salah satu Mayat Hidup Evolve Sudah ada yang berada di sampingku dan akan memukulku. Aku menghadang pukulan nya dengan gagang pedangku.
"Cepruaaaakk" Suara pukulan yang berbenturan dengan gagang pedangku terdengar keras, seakan akan itu menggema di ruangan ini.
Aku dan mayat hidup evolve saling mundur beberapa langkah, tapi tak butuh waktu lama bagiku untuk pulih. Aku langsung menggunakan kemampuan pedangku dan menebas perut mayat hidup evolve yang masih kehilangan keseimbangan nya.
"TEBASAN PEDANG RAKSASA"
"SLASHHHH"
Perut nya terbelah secara horizontal dan organ dalam nya terlihat saat badannya akan runtuh dari tubuh bagian bawah nya.
Tapi ini belum berakhir, aku menebas lagi ke arah kepala nya.
"SLASHHHHHH"
kepala dan tubuh bagian atasnya terbelah menjadi dua, memperlihatkan otak dan organ dalam yang membusuk.
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
__ADS_1
Sistem berbunyi kembali, sayang nya aku hanya mendapatkan poin pengalaman dan tak lebih.
"Kurang 5 mayat hidup evolve lagi." Gumamku pelan.
Belum sampai 1 menit dimulai nya pertarunganku ini.
"Gruaaaghhh, gruaahhh"
Mayat hidup evolve yang lain makin tak terkendali, mereka menuju ke arahku, bahkan ada yang menuju ke arah anak anak.
"Wusssshhh ngiiingggg"
Aku melemparkan pedangku ke arah Mayat hidup evolve yang berlari ke anak anak.
Pedangku tepat sasaran di arah kepalanya hingga terjatuh menyamping.
Aku dengan kecepatan kilat menujunya dan mengambil pedangku yang tertancap di kepalanya.
"Clek"
Tanpa kusadari, aku yang mengira Mayat hidup evolve sudah mati tiba tiba memegang kakiku dengan 3 tangan nya sambul tersenyum dan mengeluarkan air liur.
"Huwaaa" aku keget saat itu dan "Slashhh".
Dengan reflek Aku langsung memotong tangan nya.
"Gruaaaaghhh"
Mayat hidup evolve menggeram, dengan cepat aku memasukkan pedangku ke mulutnya hingga menembus ke tengkuk kepalanya dan aku mulai menggerakkan pedangku dari mulutnya ke tengah tengah hidung nya lalu ke antara 2 mata nya dan akhirnya ke keningnya.
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Anda mendapatkan item permata kecepatan level 3 (dapat menambah statistik kecepatan antara 1 sampai 3 secara permanen)"
Aku mengabaikan pemberitahuan sistem dan fokus ke 4 Mayat Hidup Evolve yang masih mengejarku.
Dari kejadian yang telah terjadi, aku sudah memastikan bahwa, mayat hidup evolve jika mereka diam di tempat, mereka akan meningkatkan ketahananya 2 kali lipat. Sedangkan saat mereka bergerak, kecepatan nya berlipat ganda, Namun bukan ketahananya.
"Wusshh"
Aku bergerak menuju mereka dan dengan mudah nya aku menebas tubuh salah dua dari mereka seperti tahu.
"SLASH SLASH"
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Anda mendapatkan item permata kecepatan level 3 (dapat menambah statistik kecepatan antara 1 sampai 3 secara permanen)"
Sistem 2 kali berdering di kepalaku.
"Sekarang tinggal dua Mayat hidup evolve dan aku masih punya 1 menit lebih dalam penggunaan kemampuan Amarahku"
Mereka masih punya pikiran, jadi mereka yang tersisa mulai kabur dariku.
"Apakah kalian pikir bisa kabur !!!?" Teriakku kepada mereka.
Aku segera bergegas dan menuju langsung ke belakang mereka.
"SLASH SLASH SLASH"
__ADS_1
"SLASH SLASH SLASH:
Aku memotong bersih antara kaki dan tangan nya hingga menyisahkan badan dan kepala mereka.
"Sayangnya, kalian bukan Raja bodoh, jika ini raja bodoh, aku takkan membuat nya mati dalam keaadan mudah!!!"
"SLASH SLASH"
aku langsung memotong kepala mereka.
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Ding"
"Anda mengalahkan Mayat Hidup Evolve"
"Poin pengalaman bertambah 400 poin"
"Anda mendapatkan item permata kecepatan level 3 (dapat menambah statistik kecepatan antara 1 sampai 3 secara permanen)".
Sistem berbunya sekali lagi.
"Hmm, saat nya membawa anak anak keluar terlebih dahulu"
Aku menghampiri anak anak.
"Adek adek yang aku sayangi, mari kita pergi dari sini, disini terlalu pengap buat kalian"
Aku mengajak mereka dengan lembut, agar tak menakuti mereka.
"Kakakkk, bawa kami, orang tuaku di bawa orang jahat kemarin kemarin"
"Kakakkk,huhuhu huhu"
"Apakah adikku telah mati kakkk"
"Apakah ini semua telah berakhir kakkk!!"
Anak anak terus menangis, aku pun bingung harus bagaimana.
"Kita harus lari dari tempat ini dahulu, karena disini masih belum aman"
"Mari kita pergi" aku yang akan menggendong anak laki laki yang berumur 5 tahunan, tapi sayangnya...
"Haha haha, tak kusangka. Kamu bisa mengalahkan anak buah yang aku kumpulkan dengan susah payahhh, haha haha" Suara itu suara si raja bodoh yang terus tertawa dan tertawa.
Aku menoleh ke arah itu dan melihat Raja bodoh, anjing barbareus dan ada 13 mayat hidup evolve.
"Ding, Waktu Kemampuan Amarah anda telah berakhir"
"Status anda akan di kembalikan ke semula"
Pemberitahuan dari sistem yang tak mengerti keadaanku..
"F**K O**"
Mengalahkan 7 Mayat hidup evolve tanpa kemampuan amarah itu sudah sulit, apalagi sekarang ada 13 dari mereka serta ada anjing barbareus dan Raja bodoh, terus aku harus melindungi anak anak.
"Sekali lagi, F**K O**"
jika ada saran atau komentar, silahkan.
biar cerita ini lebih bagus dan lebih bagus.
__ADS_1
terimakasih