Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
23 - I L U


__ADS_3

Singkat cerita, aku mengantuk dan tiba tiba tertidur.


Tertidur lelap, bersandar di kepala silvia


Waktu cepat berlalu.


Cahaya sinar matahari menyinarai tubuhku yang penuh dosa ini.


"Ah, terlalu silau men" ucapku sambil menatap langit dan mengucek mataku. Silvia masih tertidur dengan tenang di bahuku.


"Silvia, banguuunn. udah pagi nihh, aku mau buatkan kamu daging kelinci panggang dulu, kamu pasti sangat lapar" Aku membangunkan silvia sambil menyentuh hidung nya yang mancung itu berkali kali.


"Hmm, aku dah bangun, jangan di terusin nihhh tanganmu yang jahil, ku gigit lho jarimu." Ucap silvia sambil memamerkan gigi nya yang putih bersih dan menyilaukan terkena sinar matahari. 😅


"Hehe ehe heh" Aku hanya bisa cengengesan


"Padahal ini Baru pagi ya udah kerasa gerahnya" Ucap silvia mengeluh kegerahan.


"Oh iya silvia, aku punya sesuatu"


"Misil air raja" Aku menggunakan kemampuanku dan mengarahkan ke langit


"Sssuuuurttttt."


Sebuah sihir air / misil air keluar dari tanganku terbang ke langit dan meledak di udara.


"Darrr, tik tik tik" Air meledak dan hasil ledakan itu, air menetes seperti hujan dari langit.


Seakan akan ini benar benar hujan.


"Waahh, itu jadi hujan, dah lama tak melihat air" ucap silvia dengan senyum yang mempesona.


"Hehe, aku nggak sombong" ucapku sambil mengembangkan dadaku


"Bagaimana kamu dapat sihir ini?" Silvia bertanya kepadaku


"Aku semalam saat kamu tidur, aku di datangi roh raja dari tutorial lantai 0 2 ini, dia ingin membalas dendam kepada ratu semut terbang gurun pasir dan dia ingin menyuruhku mengalahkan ratu semut terbang gurun pasir Dan juga aku di beri kemampuan ini, katanya kemampuan ini adalah salah satu kelemahan dari ratu semut terbang itu" Aku menjelaskan kepada silvia dengan jujur.


"Tapi jika aku gagal, kemungkinan besar aku akan diseret ke neraka, hm" Imbuhku sambil menghela nafas.


Aku beryakinan tinggi bahwa aku bisa mengalahkan ratu semut terbang gurun pasir itu karena jika aku gagal maka aku akan mati, jika aku mati bisa bisa novel ini berhenti. 😅


"Jadi seperti itu, aku akan membantumu Zhen, aku akan selalu" ucap silvia dengan mata yang memancar indah.


Perlahan waktu terus berlalu


Sebelum kita melakukan perburuan, aku dan silvia makan terlebih dahulu untuk mengisi perut kita yang kroncongan.


Saat kita memulai perburuan, aku mencoba menggunakan sihir misil air raja ke semut terbang gurun pasir dan hasilnya sangat baik.


-6 4


Kerusakan yang cukup besar di terima semut terbang gurun pasir.


1 jam kemudian


Kemampuan ku sihir misil air raja meningkat menjadi level 2 sekarang.


Perburuan terus berlanjut hingga matahari tepat di atas kita.


"Ini benar benar panas, kulitku udah coklat lama lama jadi hitam ini" Ucapku sambil menggerutu.

__ADS_1


"Hehe, nggak akan sampek hitam juga kaliii" Ucap silvia sambil tersenyum manis


"Ya tuhaaan, jika aku mati sekarang aku rela" ucapku dalam hati, bercanda dengan diriku sendiri.


"Padahal kamu berkulit putih, tapi wajahmu masih tetap putih, bahkan  tak ada pertanda menjadi coklat" Aku memuji silvia


"Kamu pasti hanya bercanda, aku bahkan tak bisa melihat wajahku sendiri" Ucap silvia tak percaya


Tiba tiba kerumunan semut terbang gurun pasir banyak berdatangan kepada ku, tapi tak ada pertanda adanya ratu semut terbang gurun pasir di kerumunan itu


Sebelum kerumunan itu makin mendekat. Aku menggunakan 3 kemampuan pedangku.


"Tebasan pedang raksasa"


"Tebasan pedang sihir"


"Tebasan pedang sihir raksasa"


Mana yang berbentuk seperti tebasan pedang keluar dari pedangku dan mengarah langsung ke kerumunan semut terbang gurun pasir itu


- 43


- 34


- 40


- 32


- 41


- 33


- 37


- 45


Silvia dengan sigap mengeluarkan kemampuan angin topan nya sedangkan raisa menggunakan kemampuan misil darah dan petir merah darah nya.


- 99


- 45


- 96


- 84


- 56


- 90


-100


- 56


- 78


- 83


- 95


Seperti biasa, kemampuan sihir raisa adalah yang terbaik, hingga dapat membuat kerusakan sampai 100.

__ADS_1


Aku pun segera berlari menuju ke segerombolan semut terbang gurun pasir yang jatuh ke bawah dan menebas itu semua


"Slash slash slash"


"Slash slash slash"


Mayat semut terbang gurun pasir berjatuhan, sesekali aku juga menggunakan tendangan instan kill untuk membunuh semut terbang gurun pasir sekali serangan / tendangan


Slash slash slash..


Tak terasa, malam hampir tiba dan aku masih belum menemukan ratu semut gurun pasir.


Silvia telah menjadi level 8 dan kemampuanya semua meningkat ke level 3 merata


"Silvia mari beristirahat, sebelum gelap datang, aku akan memanggang daging kelinci terlebih dahulu, setelah itu kita berjalan pergi dari sini" Ucapku kepada silvia


"Baiklah, memang itu yang terbaik untuk saat ini" Silvia mengangguk setuju dengan itu..


Tak lama kemudian, kita makan dan pergi dari daerah ini.


Malam makin gelap.


Dingin pun menembus tulang


Aku dan silvia di tengah tengah gurun pasir, duduk saling bersandar di bawah langit yang indah.


"Apakah di duniamu, kamu punya seorang pasangan ?" Padahal tak ada hujan tak ada mendung, silvia tiba tiba membahas soal percintaan dan bertanya kepadaku.


"Aku pernah punya satu, 5 tahun berpacaran tapi akhirnya pasanganku lebih memilih meninggalkanku dan menikahi orang lain, mungkin salahku juga sih itu, kenapa aku harus melanjutkan pendidikanku dan tak segera menikahinya" ucapku sambil murung


"Apakah kamu masih suka dia ?atau sudah move on?" Silvia bertanya lagi kepadaku.


"Jika aku harus jujur, aku masih suka sama dia tapi semenjak ada kamu, aku benar benar telah melupakan nya" Aku menjawab pertanyaan silvia sambil menatap langit yang indah


"Jika aku .. ehhmm.. jika aku " Silvia bicara tapi tiba tiba diam..


"Jika kamu apa ?" Aku penasaran dan mendesaknya untuk bicara.


Aku membalikkan tubuhku dan melihat silvia yang terlihat malu.


"Jika aku menyukaimu, apakah kamu mau jadi pasanganku??" Silvia bicara dengan suara pelan dan menundukkan kepalanya, tapi aku masih bisa mendengar suara itu.


"Apakah kamu serius dengan perkataanmu, ? jika kamu benar benar menyukaiku, aku akan menyukaimu dengan tulus" Aku menjawab silvia.


Aku sebenarnya kaget dengan pertanyaan silvia dan aku tak menyangka nya.


"Aku serius, aku benar benar terlanjur menyukaimu, bukan hanya jika, aku benar benar terlanjur menyukaimu.  Aku terlanjur nyaman denganmu" Tiba tiba silvia menatapku dan mengatakan semua apa yang ada dalam pikiran nya.


"Baiklah, tapi jangan pernah meninggalkanku apalagi mengkhianatiku karena aku benar benar membenci itu" Aku menjawab sambil tersenyum kepadaku.


Tiba tiba silvia melompat dan memelukku dan mengucapkan kata kata manis di telingaku.


"I love you"


Suara manis itu terngiang ngiang di pikiranku, aku takkan melupakan itu.



jika ada saran atau kritikan silahkan beri aku saran yang membangun kepadaku.


__ADS_1


terimakasih.


 


__ADS_2