
Sayangnya, saat itu pula
Aku memasuki dunia yang belum pernah aku tahu dalam pikiranku.
"Ahh, dimana aku ? Apakah aku sudah mati, apakah silvia dan raisa juga mati?? Maafkan aku karena tak bisa melindungi kalian. Hiks hiks" Ucapku dengan kesedihan dan rasa bersalah hingga hampir menetaskan mata.
"Jika aku lebih kuat, jika aku tahu bahwa ratu semut terbang gurun pasir mempunyai kemampuan seperti itu, aku pasti tak akan mengambil misi tsb"
"Maafkan aku maafkan aku, di kehidupanku selanjutnya, jika aku bertemu kalian lagi, aku akan menjaga kalian dengan baik dan tak akan melibatkan kalian dengan ke egoisanku"
"Semoga kalian di tempatkan di surga tuhan, karena aku pasti di tempatkan ke neraka karena tak bisa menyelesaikan misiku kali ini" Ucapku dengan rasa yang benar benar campur aduk.
"Nak. Apa yang kamu ucapkan sih dari tadi??" Ucap seseorang kepadaku
Tiba tiba aku mendengar seseorang bicara padaku.
Aku menoleh kebelakang dan menemukan bahwa ada seorang pemuda kira kira umur 27 dan dengan tampang bodoh sambil memainkan upil yang ia temukan dalam gua hidung nya.
"Siapa kamu ? Apakah kamu juga mati saat berumur 20 tahunan, hmm kita senasib kalau begitu" aku bicara asal asalan kepadanya.
"Hadeeehhh, kayaknya kamu terlalu berfikir, lupakan dunia fana untuk saat ini, aku ingin menjadikanmu salah satu penerus keahlianku di dunia fana."
Tiba tiba, orang itu seperti bicara ngelantur.
"Apa maksutmu, kenapa kamu selalu bilang dunia fana dunia fana, apa yang kamu maksut ? Dan aku kan sudah mati, aku takkan bisa pergi ke dunia fana yang kamu maksut itu, hanya satu tempat yang menungungguku yaitu neraka dimana para pendosa berkumpul" Aku tanpa berfikir panjang mengucapkan semua yang ada dalam pikiranku.
"Ciuuu, Jeduarrrr" Orang itu tiba tiba melemparkan Sebuah Upil kepadaku, dan aku tertembak hingga terpental melebihi 1 0 0 0 0 milimeter.
"Aahh, kenapa kamu menembakku?" Ucapku dengan rasa sakit menyerang dadaku.
"Aku adalah roh pedang sihir, tubuhku hancur saat di dunia fana, sekarang aku hanya menjadi sebuah roh. Aku mengundangmu kemari karena aku tertarik kepadamu, aku mungkin tidak seberapa tertarik dengan kemampuan pedangmu, aku hanya tertarik dengan kemampuan sihirmu."
"Kamu hanya perlu 3 jam untuk memahami asal usul sebuah sihir, bahkan kamu juga bisa dapat mengerti sihir tingkat raja dalam waktu kurun itu" ucap orang itu.
Aku benar benar terdiam saat ini, dan hanya mendengarkan nya.
"Hmm, dalam sihir sebenar nya ada 5 tingkatan antara lain tingkat makhluk, tingkat raja, tingkat legenda, tingkat dewa dan yang paling maha kuasa adalah tingkat tuhan. Yang di gunakan oleh ratu semut terbang gurun pasir itu adalah sihir tingkat legenda yang akan menembus tingkat dewa, antara tubuh dan sihir yang ia gunakan tak seimbang, jadi saat ia mengaktifkan sihir itu, dia takkan bisa bergerak selama sihir tangan dewa kegelapan itu masih ada" imbuhnya
__ADS_1
"Tunggu tunggu, aku lagi mencerna semua informasi ini, jadi kamu adalah roh pedang sihir ? Dan sebenarnya aku belum mati ? Aku hanya pergi ke dunia lain gitu ?" Aku bertanya kepada roh pedang sihir itu.
"Anggap saja begitu, lihat gambaran ini"
Ucap roh pedang sihir
Tiba tiba ada layar lebar seperti layar lebar di bioskop muncul di depanku dan itu adalah adegan persis dengan apa yang aku alami tadi saat tangan dewa kegelapan muncul dan gambaran itu terhenti tak bergerak.
"Itu adalah di duniamu, di duniamu waktu nya telah ku hentikan, dan kesadaranmu aku arahkan ke sini." Jelas nya kepadaku.
"Kita tak punya banyak waktu, kekuatanku terbatas, aku hanya akan memberimu sedikit pencerahan tentang sihir, aku percaya dengan pertumbuhanmu"
"Duduk bersila lah, aku ingin mentransfer pencerahan / seluk beluk tentang sihir" ucap roh pedang sihir dengan serius.
Tanpa banyak berfikir, Aku menuruti nya dan langsung duduk bersila.
Roh pedang sihir itu menyentuh kepalaku dan perasaan hangat menyelimutiku dan banyak informasi masuk dalam pikiranku.
"Sihir, jalanmu adalah sebuah sihir, pedang adalah alat terbaik untuk menggoreskan jalanmu, pedang sihir adalah keyakinanmu"
"Jangan termakan oleh moral buruk. mana harus bersih. Sihir harus untuk kebaikan, pedang hanya untuk mengalahkan makhluk yang jahat"
"Pelajari dan fahami elemen elemen ini"
"Air adalah elemen yang anggun, memberi kehidupan, memberi rasa tenang"
"Api adalah elemen yang ganas. berani dan tak mudah mundur"
"Angin adalah elemen yang leluasa, tak tersentuh, memberi rasa damai"
"Tanah adalah tempatmu, kasar kaku tapi tahan lama"
"Petir adalah elemen yang buas, tanpa aturan, memberi kemurkaan"
"Cahaya adalah elemen yang indah, menjadi penerang, menjadi sumber dari kehidupan"
"Kegelapan adalah elemen yang menjadi akhir dari sebuah kehidupan."
__ADS_1
"Itu adalah 7 elemen dasar, aku hanya menguasai 7 elemen itu, semoga kamu memahami elemen yang lain, misal seperti teman seperjuanganku dulu, dia bisa membuat sebuah es dari elemen dasar air"
"Aku mungkin disebut roh pedang sihir.. tapi sebenarnya aku hanya memanfaatkan sebuah sihir"
"Sihir itu hebat, aku menciptakan pedang dari 7 elemen dasar yang aku punya dan menjadi pedang terbaik yang dapat mengalahkan berbagai macam monster"
"Aku akan memberimu pencerahan tentang bagaimana memanipulasi sihir sehingga dapat menembus batas dari kapasitas mana, sehingga kamu dapat memanipulasi besar dan kecilnya sebuah sihir"
Banyak informasi yang masuk dalam pikiranku
"Semua yang aku tahu tentang sihir sudah ku transfer kepadamu" ucap roh pedang.
"Terimakasih senseii"
Aku membuka mataku dan segera berterimakasih kepada roh pedang sihir dan tak lupa memanggilnya sebagai guruku.
"Tak perlu berterimakasih, jika kamu sudah menjadi yang tertinggi, temui aku disini dan bawa aku ke dunia fana, Sekarang kamu ku kembalikan ke dunia fana, dan kamu harus tahu apa yang harus kamu lakukan" ucap roh pedang kepadaku
Sebelum aku bicara dan menjawab roh pedang sihir, Tiba tiba aku sudah kembali di tempat aku bertarung dengan ratu semut terbang gurun pasir.
Tanpa ku sadari.
Di dunia roh pedang sihir itu, roh pedang sihir yang awalnya terlihat berusia umur 27 an, tiba tiba menjadi seperti berumur 72 an.
"Gila, seberapa besar kapasitas sihirnya? Aku bahkan tak bisa melihat batas anak itu. Aku harus memulihkan tubuhku dulu. Semoga dia tak seperti aku dulu yang melawan tuhan di dunia fana dan akhirnya para tuhan di dunia fana berkumpul dan melawanku, Akhirnya tubuhku hancur dan hanya menyisahkan roh ku. Jika aku tak begitu, mungkin aku sudah bahagia di alam surga. Ahh, Jadi nostalgia, sudah 10.000 tahun berlalu. Semoga saja dia dapat menembus ke alam tuhan dan menjemputku disini" Ucap roh pedang sihir dan berharap besar padaku.
Di saat itu.
Di tutorial lantai 2, kejadian besar terjadi.
jika ada saran atau kritikan.. silahkan berkomentar ria 😅
jangan lupa like and subcribe gaes
__ADS_1