
"Mari kita mulai Sistem." Aku segera memberi perintah kepada Sistem.
Tiba-tiba dengan sekejap mata pandanganku buram dan akhirnya.
"Ding"
"Sekarang anda berada di hutan greenstar," pesan sistem terdengar di telingaku.
Pandanganku mulai perlahan kembali dan anehnya. "Apakah kita salah tempat ya? apakah ini hutan Greenstar? aku merasa kita telah berada di kandang singa," tanyaku kepada sistem karena yang di depanku bukanlah hutan yang aku bayangkan tapi banyak para monster yang berbentuk pohon.
Aliu dan Silvia dipindahkan ke tempat penuh monster !.
Para monster pun melihat kedatangan Raizhen dan Silvia. Silvia yang melihat para monster pun kaget dan berkata "Kenapa kita selalu tak beruntung sih?"
Aku hanya menggelengkan kepala karena apa yang dikatakan Silvia memang benar. Sejak dari awal rasanya keberuntungan tak di pihakku, namun karena tak keberuntungan itulah yang membuatku makin kuat.
"Ding"
"Sudah terkonfirmasi bahwa ini memang Greenstar yang mengalami invasi iblis," ungkap Sistem.
Mau tak mau aku segera memanggil Raisa dalam mode ratu vampire nya dan mengeluarkan kurotama sebagai pedang utamaku.
Aku pun tak lupa melihat status dari monster pohon tersebut.
"Ding"
Nama : Pohon Yao Jahat
Level : 2 5
Kekuatan : 2 7
Kekuatan sihir : 2 5
Stamina : 2 8
Kecepatan : 1 5
Ketahanan : 1 8
__ADS_1
Inteligen : 2 3
Kesehatan : 5 6 0
Mana : 1 1 5
Skill kemampuan :
Melilit : menahan musuh dengan akar-akarnya yang menggeliat bagai ular.
Menyerap kesehatan : musuh yang tertangkap akan diserap kehetannya dan dijadikan menjadi kesehatan miliknya.
Cambukan : membuat rantingnya seperti cambuk dan menjadi senjata utamanya untuk menyerang musuh.
Keterangan : Awalnya adalah sebuah pohon yang telah hidup di hutan Greenstar selama ratusan tahun. Namun sayangnya karena terkena sihir terlarang, pohon Yao dapat bergerak sendiri dan memiliki sifat iblis di dalamnya.
Sesaat kemudian, aku menoleh ke arah Silvia dan memberi perintah. "Seperti biasa, kamu tetaplah di belakang bersama Raisa. Aku akan menyerang monster pohon yao jahat ini dengan mitra pedangku, si Kurotama."
Silvia mengangguk dan berkata. "Baiklah dan hati-hati, aku akan memberimu mana dan kesehatan setiap saat."
"Beri aku mana, aku telah kehabisan mana semenjak datang ke sini," ungkapku.
Silvia segera buru-buru mengaktifkan sihir nya dan memberikanku beberapa mana.
Raisa dengan sigap menggunakan sihir petir darahnya yang membuat langit menjadi merah darah dan perlahan petir merah langsung memborbardir di area pohon yao jahat berada.
Aku yang merasa manaku sudah cukup pun segera bergegas dimana monster pohon Yao jahat berada.
Pohon Yao jahat rata-rata memiliki tinggi sekitar 4 meter lebih disertai tangan yang berbentuk ranting serta akar pohon yang dijadikan sebagai kaki dan dapat mengganggu dalam pertarungan.
Aku memiliki keuntungan yang cukup jelas disini, kecepatan dan kekuatanku masih tinggi seperti biasa. Tak butuh waktu lama aku segera menggunakan serangkaian tebasan pedangku.
'Tebasan pedang sihir'
'Tebasan pedang para raksasa'
'Tebasan pedang sihir para raksasa'
Sebuah 3 tebasan besar membentuk di udara, mengoyak udara yang menahannya dan langsung menuju ke beberapa pohon yao jahat berada.
__ADS_1
"Kurang 300an lagi kemampuan tebasan pedang sihirku meningjat dan kurang 400 untuk manaikkannya menjadi level 4. Aku sudah tak sabar," gumamku sendiri.
Ledakan besar terjadi di antara pohon yao jehat yang terkenan tebasanku. Sebuah asap mengepul di area sana dan saat asap perlahan memudar. Aku melihat pohon yao jahat yang awalnys memiliki tebasan pedang besar membentuk di tubuhnya. Tapi lama kelamaan itu seperti beregenerasi dan membentuk pohon you jahat seperti biasanya.
"Jadi dia mempunyai kemampuan regenerasi?" tanyaku dalam hati.
'Ding'
'Dia tak memiliki kemampuan regenerasi, ia telah memendam manusia hidup-hidup dan dijadikan sebagai penambah kesehatan pribadinya." Sistem buru-buru memberitahuku.
Aku mengangguk mengerti. Pohon You jahat sudah menimbun banyak manusia hidup di bawah akarnya.
"Graaaaaa," suara raungan beberapa pohon yao jahat dengan cambukan rantingnya yang tertuju padaku.
Aku cukup mudah untuk menghindarinya, secara perhitunganku hanya ada 8 pohon yao jahat dalam pandanganku.
"Aku butuh sesuatu yang dapat menebas badan pohon yao jahat itu dengan sekali tebasan," ungkapku pelan.
Aku segera mengingat bahwa Kurotama memiliki kemampuan yang dapat melakukannya. Aku pun segera bertanya. "Apa kamu bisa melakukan tebasan pemecah bayangan?"
Kurotama segera menjawab. "Aku bisa, tapi mana sihirmu masih begitu tipis sekarang. Tunggu beberapa menit dan hematlah untuk menggunakan manamu."
Aku mengangguk. Di dalam penyimpananku aku masih memiliki beberapa buah apel yang dapat menambahkan mana dan juga ada beberapa batu mana. Sayangnya itu adalah hal penting bagiku untuk pulang ke kota Evanest.
Sedngjan Buah Apel yang telah aku amankan akan ku gunakan saat seperti di padang pasir. Di kota Evanest aku bahkan tak menemukan ada pohon yang berbuah.
"Raisa, panggil beberapa kalelawar. Silvia gunakan sihir badai anginmu." Aku berteriak kepada mereka yang tak jauh dari belakangku.
Mereka berdua pun dengan sigap langsung menggunakannya.
Aku berlari ke salah satu pohon yao jahat, menghindar berlari dan melompat-lompat.
"Aku harus menebas matanya," pikirku. Akhirnya saat aku sudah berada di depan pohon yao tersebut. Aku segera melompat setinggi di mana mata pohon yao berada serta langsung menebas horizotal ke arah matanya.
'Slashh'
Matanya terbelah, ia meraung-raung seperti kesakitan. Ia juga telah mencoba memulihkan kesehatan namun tak bertambah.
Karena kecepatannya yang tak cukup cepat dariku. 8 pohon yao jahat segera aku butakan semuanya.
__ADS_1
Mereka semua bahkan membabi buta dan mencambuk melilit sesama pohon yao jahat.
"Mari kita akhiri tuan." Suara kurotama terdengar di kepalaku. Aku segera mengambil posisi dan dari pedang Kurotama keluar asap hitam pekat yang tak mengenakkan.