Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
37 - Mayat Hidup Zombie


__ADS_3

"0 0"


"Anda sekarang berada di Dunia Venatra"


"Level anda bertambah +5"


"Level anda sekarang level 15"


Suara sistem terdengar jelas di kepalaku.


"Zheenn, jangan keras keras megang nya!! ini sakit!"Ada suara manis terdengar di telingaku, aku menoleh dan melihat wajah yang tak asing


"Aahh, maafkan aku silvia" Wajah itu tak lain adalah silvia, entah kenapa aku masih bisa tetap bersama silvia di dunia venatra ini.


"Tapi bagaimana kita masih bisa bersama ya ?" Tanyaku pada silvia.


"Hehe, entahlah, yang terpenting kita masih bisa bersama" Jawab silvia dengan senyum yang indah se indah senja.


Setelah itu, kami memperhatikan sekitarku. Kami di pindahkan ke perumahan perumahan yang sepi penduduk, tak ada satupun orang disini.


"Apakah ini yang dinamakan kota mati tanpa penghuni?" Gumamku dalam hati sambil perlahan berjalan menyelusuri jalan sepi, benar benar sangat sepi, perasaan sepi ini sangat menghantui.


Beberapa menit kemudian


"Ketoplak ketoplak ketoplak" Terdengar Suara kuda yang terus berlari menuju arah kami.


Seekor Kuda yang di tunggangi seorang prajurit yang menggunakan pakaian besi seperti lagi ikut membela diri di sebuah peperangan hidup dan mati Sesampainya di depanku, prajurit itu turun dari kudanya dan berjalan mendekati kami.


"Tuan, nona, maafkan penduduk kota ini karena tak menyiapkan jamuan saat tuan dan nona datang kesini" Prajurit itu menunduk dan meminta maaf dengan sopan dan tulus.


"Apakah kamu mengenal aku ?"Celetuk silvia yang tiba tiba.


"Saya mengenal tuan dan nona, kalian adalah pahlawan yang di kirim dewa dewi kepada kami untuk berjuang bersama penduduk negeri ini" Jawab prajurit itu dengan eksperesi seakan akan menunjukkan harapan besar kepada kami, prajurit itu benar benar berharap tinggi kepada kami untuk menyelamatkan kota ini.


"Tapi kenapa penduduk di sini sepi, seperti tak ada orang disini ?" Tanya ku kepada prajurit itu


"Itu, semua orang di evakuasi ke ruangan bawah tanah, karena adanya monster mayat hidup yang berkeliaran disini di malam hari, saat siang hari seperti ini, mereka akan bersembunyi dan kadang kadang menampakkan diri" Ucap prajurit itu dengan ketakutan yang jelas terpancar di mata nya.


"Apakah mayat hidup ini menakutkan?" Aku terus bertanya padanya, jika ini hanya mayat hidup, kenapa prajurit ini sangat ketakutan.


"Ituu, hmm, mayat hidup ituu," Prajurit itu terbata bata


"Aahhhh, disana ada mayat hidup yang berlari ke arah sini, lihatlah mayat hidup itu, itu sangat menakutkan." Teriak prajurit itu dan menunjuk ke arah belakang ku dan Silvia.


Aku dan Silvia menengok ke belakang dan melihat bahwa mayat hidup benar benar menyeramkan. Mata nya mencotot keluar dan menggantung di sekitar hidung, wajah yang penuh darah, kepala yang sedikit terbuka memperlihatkan sebagian dari otak busuk nya, Perutnya terbuka lebar memperlihatkan organ bagian dalam nya.


Silvia muntah muntah saat ini, bagaimanapun dia masih seorang wanita, aku pun rasanya ingin muntah tapi aku menahan nya. Mayat hidup berlari dan terus berlari menuju ke arah kami


Kuda yang di tunggangi prajurit itu tiba tiba melarikan diri dari sini, prajurit itu pun sedikit gemetar kaki nya. Aku mengeluarkan pedangku dan ku aliri mana, dan menciptakan sihir elemen air yang menyelimuti pedangku


"Mayat hidup ini adalah pengguna elemen kegelapan, jika aku mempelajari sihir cahaya, ini pasti sangat mudah untuk mengalahkan nya" Pikirku sesaat, aku bersiap untuk melawan mayat hidup itu.


tapi dengan aneh nya, mayat hidup itu tiba tiba berhenti.

__ADS_1


"Anda terkena ilusi dari mayat hidup"


"Anda mengalami efek kebingungan selama 3 detik"


Pesan dari Sistem terdengar dan aku sudah tak bisa menggerakkan tubuhku dengan baik, aku merasa pusing berat dan baru menyadari bahwa mayat hidup yang tiba tiba berhenti itu adalah sebuah ilusi belaka. Tanpa kusadari, mayat hidup zombie itu sudah ada di depanku dan memukul dadaku berulang kali.


- 1 7


- 1 4


- 2 1


- 13


- 19


- 18


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Rentang kehidupan anda berkurang"


"Efek kebingungan telah berakhir"


aku benar benar bingung dan merasa heran, kesehatanku dan rentang kehidupanku berkurang hanya karena pukulan dari mayat hidup


"Bagaimana ini bisa terjadiiiiiii !!" Dengan amarah, aku langsung menangkap pukulan mayat hidup dengan tangan kiriku dan aku menebas mayat hidup itu dengan pedangku..


"Hiyaaaa"


"Slash slash slash" Aku murka saat ini dan terus menebasnya


"Slash slash slash" Akhirnya, mayat hidup itu runtuh dan tiba tiba menjadi debu.


"Anda mengalahkan mayat hidup zombie"


"Anda mendapatkan poin pengalaman sebesar 300"


Sistem memberitahuku.


"Aku masih bingung kenapa rentang kehidupanku bisa berkurang, aku harus membasmi mayat hidup zombie malam nanti" Aku bicara dalam hati sambil menggelengkan kepalanya, ini benar benar mengherankan, bagaimana bisa.


"Apakah kamu baik baik saja silvia?" aku menghampiri silvia yang masih duduk dan terlihat pucat sekarang. Silvia hanya terdiam tanpa kata.


"Mari aku gendong dan mari beristirahat di suatu tempat" Aku mulai mengangkat silvia, silvia mungkin trauma dengan melihat sesuatu yang buruk seperti itu.

__ADS_1


"Prajurit, dimana ruang bawah tanah nya?" Tanyaku pada prajurit yang masih terlihat membatu di tempat nya berdiri.


"Aah, mayat hidup benar benar menakutkan" Ucap prajurit itu sambil menepuk dadanya.


"Mari tuan, saya antarkan ke ruang bawah tanah" Ucap Prajurit itu sambil menunjukkan arah kepadaku.


"Siapa namamu ?" Tanyaku sambil berjalan


"Namaku arnold tuan, saya adalah prajurit baru saat darurat ini, jika aku harus memilih, aku masih ingin bersekolah dengan nyaman, aku tak berharap bahwa duniaku yang aku tinggali selama 15 tahun ini telah menjadi seperti ini" Arnold menceritakan isi hati nya kepadaku sambil menatap langit yang sedikit berwarna merah


"Jadi kamu sekarang berumur 15 16 tahun ?" Tanyaku dengan sedikit tak mempercayai itu.


"Iya tuan, saya berumur 15 tahun, hehe, saya bukan ras manusia murni, jadi saya terlihat sedikit tua tak seperti umurku yang seharus nya" Jawab si arnold padaku.


"Saya adalah ras beast, tepat nya saya ras manusia kera" imbuh si arnold.


"Oohh jadi begitu"


Singkat cerita kamu hampir tiba di ruangan bawah tanah.


Sayang nya, ada 3 mayat hidup yang menghadang di jalan menuju ke ruangan bawah tanah.


"Kenapa harus saat ini, silvia benar benar tak ingin melihat kalian lagi" Ucapku dengan suara pelan.


"Beri silvia sedikit sumber kehidupan anda"


"Silvia terkena shock, sumber kehidupan nya seakan akan tak mengalir, itu sangat memengaruhi kehidupan nya"


"Meski dia beristirahat, silvia takkan bisa membuat nya seperti sebelumnya"


"Analisis ini benar benar terbukti"


Sistem memberi tahuku dan menjamin bahwa itu benar benar yang terjadi


Aku tanpa pikir panjang meletakkan silvia di pangkuanku dan aku memegang tanganya untuk memberi sumber kehidupanku.


Lebih tepat nya, aku hanya memberi silvia sumber kehidupanku yang di maksudkan untuk menjadi sentruman pada sumber kehidupan silvia agar bisa mengalir seperti sebelumnya.


"Raisa keluarlah dan tahan mayat hidup ini untukku" Raisa keluar dari dalam diriku dan langsung menghadapi mayat mayat hidup itu


"Sumber kehidupan" Aku mengaktifkan kemampuanku dan langsung fokus untuk memberi silvia sumber kehidupanku sedikit demi sedikit.


Beberapa saat kemudian.



Jika ada saran atau kritik, silahkan berkomentar. agar kedepan nya ini akan lebih baik.



terimakasih


jangan lupa like vote and komentar.

__ADS_1


 


__ADS_2