
"poin bonus status juga sudah menjadi 0 untuk sekarang" Aku sedikit menyesal karena sudah tak memiliki poin bonus bonus status.
but, saya dapat kemampuan baru yakni kemampuan amarah, jadi ini cukup baik untuk saat ini. Tapi sayangnya kemampuan ini hanya bertahan sampai beberapa menit.
"Aktifkan skill amarah" Aku mengaktifkan kemampuan baruku dan sesuai deskripsi, darah dan manaku tiba tiba menghilang setengahnya.
"Raisa, bombardir semua monster dengan kemampuanmu, silvia beri aku kesehatan" Aku menyuruh mereka dan bersiap untuk menyerang.
Aku menggunakan skill run run, berlari ke arah kawanan sponge choco
"Aku merasa kecepatanku benar benar telah bertambah 2 x lipat" Aku bergumam pelan
Raja sponge choco mengangkat tombaknya dan "BAAAAMMMM"
tombak nya di tusuk ke tanah.
menggetarkan daratan.
Raja sponge tiba tiba menghilang dan Berada di belakang silvia. Seketika itu tombaknya di arahkan ke silvia.
Aku dengan responku, melemparkan pedangku dan menuju ke arah tombaknya raja sponge choco.
Untungnya pedangku masih sempat dan tepat sasaran.
"Tiaarrrr. Clankkk"
Pedangku mengenai pucuk tombak raja sponge, tombaknya pun jatuh sedangkan pedang ku terpental ke atas.
Dengan sigap aku berlari cepat dan melompat untuk segera mengambil pedangku yang berputar vertikal di udara.
Aku mengambil pedangku dan menebas ke arah raja sponge choco.
"Tebasan pedang sihir raksasa"
SLAAAASSSSHHHHHHHHH
Mana pedangku mengiris udara dan mengenai raja sponge choco..
-1 3 2
Kerusakan yang begitu besar yang di terima si raja spong choco.
"Haha, ini benar benar hebat, kemampuan amarah ini" Aku tertawa kegirangan.
"Ding"
"Raja sponge choco terkena stun slama 3 detik"
"Raja sponge choco terkena efek sobleed berdarah selama 5 detik"
Aku terus melanjutkan. Raisa pun menggunakan semua kemampuan nya saat di waktu ini.
"Tebasan pedang sihir"
"Tebasan pedang raksasa"
"Tebasan,tebasan, tebasan"
"SLashhh slaashhh"
__ADS_1
"Sriiittt Slash slash"
Aku terus menerus menebas memanfaatkan waktu 3 detik.
Tebas tebas tebas
Slash slash slash
dan akhirnya
"Ding"
"Anda mengalahkan raja sponge choco"
"Anda mendapatkan poin pengalaman 500 di bagi 3"
"Anda mendapatkan permata kekuatan sihir level 1"
"Anda mendapatkan tombak raja lt 1 bintang 2"
"Progress misi (2/ 4)
"Hadiah akan di berikan saat akhir tutorial"
"Leganyaaaa" Silvia bahagia banget karena telah membunuh salah satu raja tutorial lt 1 ini. Dia berlari ke arahku dan memelekku.
"Aaahhh, enak juga perasaan ini" Ehe, aku menikmati perasaan yang tak pernah aku alami ini.
"Apakah kamu sudah level 6?" Aku bertanya kepada silvia.
"Belum, kurang sedikit sih, apakah kita akan meneruskan perburuanya?" Silvia menjawab dan dari wajahnya terlihat seperti dia masih ingin melanjutkan perburuan ini.
"Okeee, lets goooooo." Silvia dengan semangat menjawab ajakanku.
Saat silvia melangkah maju aku tetap di belakang dan diam diam memungut mayat raja sponge choco tersebut.
"Kenapa kamu tak bergerak Zhen?" Silvia penasaran, karena aku masih d tempat yang sama tak bergerak.
"Oh tak apa, tak ada apa apa" Aku menjawab dan berjalan menghampiri silvia dan mayat raja sponge choco sudah aman denganku.
"Sebelum itu. Gunakan Ini, sebuah permata kekuatan sihir yang kudapat saat mengalahkan raja sponge choco, itu akan menambahkan poin statusmu sebesar 1 secara permanen" Aku mengambil permata kekuatan sihir dan ku berikan kepada silvia.
"Apakah kamu serius? apa kamu tak menggunakannya?" Silvia masih ragu untuk mengambil permata yang ada di tanganku ini
"Gunakan saja, itu lebih bermanfaat di tanganmu" Aku meyakinkan silvia untuk menggunakanya
Setelah itu. Aku dan silvia dan raisa terus berburu kelinci hingga malam tiba.
Level silvia sudah level 6..
Dan skill misil darah raisa akan naik ke lvl 3
*Malam Gemerlap Indah*
Aku dan silvia di tempat yang berbeda dari kemarin.
Di tempat ini bulan dan bintang lebih dekat daripada di tempat kemarin
Begitu juga silvia yang begitu dekat denganku saat ini.
__ADS_1
Baru berjalan sehari semalam, akankah dia jatuh cinta denganku, (hehe, Author ngayal)
Silvia benar benar sudah menganggapku sebagai teman, dia sudah terbuka denganku. Dia mungkin hanya bercerita tentang sesuatu yang umum tentangnya.Tapi aku sudah merasa senang meski hanya begitu.
Aku orang nya gampang baper nih, di dekat dikit aja aku sudah merasa nyaman dan suka kepadanya.
"Aduuuhhh, sifatku yang gampang baper ini sebenarnya sifat buruk menurutku tapi kenapa aku selalu seperti ini, tidak hanya di duniaku bahkan di dunia lain pun seperti ini" Aku curhat kepada para pembaca😅
"Eh silvia, jika kita kembali ke dunia kita masing masing, jika aku punya kemampuan untuk berteleportasi dan punya banyak waktu, aku akan mengunjungimu" Aku mengatakan nya kepada silvia dengan sungguh sungguh dan dengan tatapan mata yang berapi api.
"Baiklah, Aku akan menunggumu"
Tanpa ku sadari, pipi silvia merah merona, dia menundukkan kepalanya dan menjawab dengan suara pelan.
Sayangnya aku tak mengetahui itu.
"Hehe hehe, aku ingin melihatmu dan duniamu, aku penasaran dengan dunia lain, aku merasa dunia pun punya misteri tersendiri" Aku mengatakan itu dengan kepala mendongak ke langit dan menatap bintang bulan yang indah
"Aku pun sama" Silvia menjawab dan melihat ke arahku
Saat silvia menatapku, aku tiba tiba menengok ke silvia dan mata kita bertatapan.
(bayangkan ini film ftv)
"Aahhhh"
"Aah"
Secara bersamaan kita memalingkan muka di saat waktu dan tempat yang sama ..(uhuyyy.. ehey. Ciye ciye)
-Suasana canggung-
"Aku kangen rumah dan ibu" Tiba tiba silvia memulai percakapan..
"Saat aku sedih, saat aku akan tidur, meski aku sudah besar begini, aku selalu tidur dengan ibuku, baru kemarin malam aku bisa tidur sendiri, meskipun ada kamu sihhh, ehe"
"Tapi begitu, kamu tetap lah tidur di seberangku, entah kenapa aku merasa nyaman, tapi saat ini aku berjanji aku takkan tidur berjalan dan memelukmu" Silvia bercerita tentang kehidupannya. dan dia menunduk malu saat mengatakan hal yang terakhir itu
"Hehe, Tak masalah, jika kamu mau kamu bisa tidur di sisiku, memelekku, apapun itu, yang terpenting kamu bisa nyaman denganku. Heheh" Aku menggoda silvia.. heheh (modus nih ceritanya)
"Tapi jangan memukulku saat kamu bangun, haha hha" Aku melanjutkan omonganku yang tadi sambil tertawa terbahak bahak.
"Aaahhh jangan begittuuuu" Siilvia benar benar memerah, di tambah keindahan bulan bintang, dia benar benar cantik malam ini
"Aku akan memanggang daging kelinci lagi, jangan sedih, mari kita makan dulu, sekarang sudah hari ke dua disini, besok mari kita cari monster lain, jika beruntung kita bisa dapat menemukan dan mengalahkan raja lain" Aku mengajukan sebuah pemikiranku, karena akan terasa sia sia, jika aku tak bisa mamanfatkan hari terakhir besok secara maksimal.
"Baiklah, aku akan terus mengikutimu kemanapun itu dan terimakasih banyak atas bantuan nya " Kemanapun aku pergi, Silvia akan tetap mengikutiku, ehehe
masih lama lagi kelar nya ceritanya.. semangat semangat 😅
jika ada saran atau komentar kritik silahkan.. nanti akan saya revisi lagi
jika ada saran dan kritik, kalian bisa berkomentar
__ADS_1
Â