Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
32 - Ramuan Penambah Rentang Kehidupan


__ADS_3

Ucapku sambil tersenyum kepada silvia yang aku rindukan.


"Ka..mu kemana aja ? Ti..ba tiba menghi ..lang.. aku ta..kut.. aku takut kehilanganmu" Ucap silvia sambil tersedu sedu.


"Banyak yang telah terjadi saat itu, nanti aku akan menjelaskan nya perlahan. sebelum itu aku akan menyalakan api untuk menghangatkanmu" Aku pun menyalakan api untuk menghangatkan silvia yang kedinginan.


"Aahh.. tuaaannn.. kamu kembaliii" Raisa tiba tiba bicara dan langsung terbang dari pohon yang tak jauh dariku dan silviaa.


"Haa ? Kamu bisa bicara sekarang, ini benar benar tak ku sangka" Aku bicara pada raisa yang sudah terbang di sekitar pundakku.


"Oh iya Apakah kamu mau masuk kedalam diriku ? mungkin kamu sangat kedinginan saat ini" Tanya ku pada raisa.


"Iya tuan, aku sudah tak tahan sebenarnya" Ucap raisa dan langsung memasuki diriku (Ke dalam sistem lebih tepatnya)


"Jadi ?? Sekarang kita tinggal berdua.. ehe" Ucapku kepada silvia sambil memiringkan kepalaku.


"Ceritakan kepadaku, kenapa kamu se nekat itu sampai sampai mengkonversi kan sumber kehidupanmu sendiri menjadi sihir. Eh tunggu, kenapa kamu sangat pucat?"


Silvia pun mulai menyadarinya Menyadari bahwa tubuhku terutama wajahku benar benar pucat pasi.

__ADS_1


"Aku akan menceritakan nya kepadamu mulai dari awal, saat ratu semut terbang gurun pasir itu menggunakan sihir yang hampir sama dengan sihir setingkat dewa sihir tangan dewa kegelapan"


:Saat itu, aku tiba tiba di pindah ke dunia roh pedang sihir, di dunia itu ada roh pedang sihir, dia memberiku pencerahan tentang sihir, tentang elemen elemen sihir, api, air, angin, tanah, petir, kegelapan dan cahaya, roh pedang sihir itu mengajariku tentang elemen elemen itu"


"Dan sihir yang di gunakan ratu semut itu (sihir tangan dewa kematian) adalah sihir kegelapan.. dan sihir kegelapan itu kelemahanya adalah sihir cahaya.."


" kau pasti tahu, sihir cahaya yang sangat murni adalah dari sumber kehidupan manusia. Aku sampai nekat melakukan nya, melakukan hal tabu, menjadikan sumber kehidupanku sendiri menjadi sihir karena aku takkan bisa melakukan hal lain selain itu. Aku tak mau, jika aku tak bisa mengalahkan sihir dari ratu semut terbang gurun pasir itu, aku yakin dengan pasti kita semua akan mati" Aku benar benar menjelaskannya dengan jujur kepada silvia. menjelaskan garis besar apa yang telah terjadi padaku.


"Sedangkan aku pucat begini, karena rentang hidupku hanya tersisa dariĀ  2 tahun lebih (waktu dunia ini) dan tubuhku belum terbiasa dengan rentang hidupku yang singkat ini" Imbuhku kepada silvia


"Apaaaa. Seberapa banyak kamu mengkonversikan sumber kehidupanmu itu ?"


"Hiks hiks. terus apa ada cara untuk menambah rentang hidupmu saat ini, aku selalu ingin bersamamu, aku tak ingin kehilanganmu lagi, meski sesaat"


Lalu, Aku pun duduk di dekat silvia, aku mengelus kepalanya.


"Hehe, tenanglah, ada 2 cara : yang pertama aku harus menemukan potion yang menambah rentang hidupku dan yang ke dua adalah mengambil kehidupan dari orang lain" Jelas ku kepada silvia dan menenangkan nya


"Kalau begitu, ambil sumber kehidupanku ini.!!!" Tiba tiba silvia mengucapkan kata kata yang bodoh

__ADS_1


"Hmm.. gadis bodoh.. aku takkan mengambil rentang kehidupan orang lain.. aku akan berekperimen dengan sihir dan memanfaatkan waktu yang ada untuk mencari potion itu (ramuan penambah rentang kehidupan. Sekarang kamu tidurlah sajalah. Aku tiba tiba mendorong silvia dengan pelan ke papan kayu yang di belakangnya dan menidurkan silvia yang kelelahan.


Saat aku mau berpindah tempat dari papan kayu itu, Silvia memegang tanganku dan bicara. "Tidurlah disini juga, jangan tinggalkan aku." Ucap silvia padaku


"Aku tak kemana mana, aku akan tidur di bawah saja nanti, aku masih di dekatmu, aku ingin bereksperimen tentang sihir sebentar terus tidur" Ucapku pada silvia.


"Baiklah.. sebentar saja ya" Silvia pun melepaskanku..


Dan aku duduk bersila di dekatnya.. Aku mengingat kejadian waktu itu.. Saat pertarunganku dengan ratu semut terbang gurun pasir berakhir.


Saat Pedangku patah...


Tangan kiriku terkulai lemah..


Tangan kananku hampir putus dari tubuhku


Dan Aku tiba tiba menghilang dari tempat itu..


(Flash back)

__ADS_1



jika ada saran atau kritik, di persilahkan


__ADS_2