Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
20 - Ratu Semut Terbang


__ADS_3

"Ding"


Pengingat dari sistem pun terdengar.


"Anda bertemu dengan ratu semut terbang gurun pasir"


"Kamu takkan bisa mengalahkannya untuk saat ini"


"larilah dan Berhati hatilah" Sistem memperingatkanku


"Kenapa engkau membunuh anak anakku!!!!" Teriak Ratu semut terbang gurun pasir yang tiba tiba berbicara dengan momentum yang menakutkan.


"Aahh, dia monster yang sangat kuat, monster ini dapat berbicara" Aku bicara kepada sistem


"Iyaa dia melebihi 15 level darimu, aku pun tak bisa melihat status dari ratu semut terbang gurun pasir itu." Sistem juga sedikit bingung, bagaimana bisa ratu semut semut terbang gurun pasir yang tak seharusnya berada di tutorial lantai 0 2 kok tiba tiba ada di tutorial lantai 0 2, ini aneh.


Aku pun segera memeriksa status monser nya itu


"Status monster"


"Ding"


Nama : ?????


Title : ??????


Level : ?????


Kekuatan : ?????


?????


?????


????


????


Kemampuan : ????


"Njaayi, semua penuh tanda tanya, ini benar benar menakutkan." Aku bergumam di hatiku dan segera meminta maaf kepada ratu semut terbang gurun pasir itu.


"Maafkan aku, aku kesini karena tersesat dan tiba tiba ada sosok yang ingin membunuhku. aku hanya membela diri" Aku berbicara dengan postur tubuh sedikit membungkuk

__ADS_1


"Bagaimana bisa itu kamu sebut dengan membela diri, katamu membela diri tapi kenapa kau membunuh banyak semut terbang gurun pasir itu, mereka adalah anak anakku!!!" Ratu semut terbang gurun pasir benar benar marah untuk saat ini


"Whooshhhh. wussss" Angin besar di campur dengan pasir berterbangan dan mengarah ke tempatku berada.


"Ahh, holy ****" Aku mengutuk ratu semut terbang gurun pasir itu dan segera menggenggam gagang pedang ku dan bersiap bertarung


Sebelum itu aku memberi isyarat silvia untuk segera kabur. "Raisa,segera bersiap dan keluarkan semua anak buahmu yang telah kamu kumpulkan"


Dalam sekejap mata, dua ratus lebih kalelawar keluar dari diri raisa dan mengkerumuni gerombolan semut terbang gurun pasir.


Di saat seperti itu, aku menggunakan tebasan pedang sihirku ke arah ratu semut terbang gurun pasir berada


- 3


"Aahh, anjierrr, hanya 3 poin kerusakan yang di terimanya"


"Ayo kabur silviaaaaa" Aku menggandeng tangan silvia dan kabur dari area ini.


Si ratu semut terbang gurun pasir masih harus terganggu oleh anak buah kalelawar nya si raisa dan dengan kesempatan ini, aku dan raisa kabur.


"Ding"


"Misi telah di terima"


"Adanya ratu semut terbang gurun pasir ini mengganggu keseimbangan dari lantai 0 2 ini"


"Ratu semut terbang gurun pasir sebenarnya adalah salah satu ratu dari 3 ratu di lantai Atas"


"Ratu semut terbang gurun pasir telah mengalahkan semua raja di tutorial lantai 0 2 ini"


"Ding, Bertahan hiduplah"


"Jika anda masih bertahan hingga akhir, anda akan mendapatkan imbalan sesuai dengan peristiwa yang telah anda lalui di lantai 2 ini" Intinya, misi ini adalah misi untuk menyelamatkan diri dari si ratu semut terbang gurun pasir itu.


"Kita berlari terus silvia" Aku masih terus berlari sambil menggenggam tangan nya silvia.


"Aku capek Zhen dan ini panas banget" Silvia mengeluh, dan  terlihat capek sekali, banyak keringat menetes dari wajah cantiknya.


"Uhh? baiklah, mari beristirahat di gurun pasir ini, sambil makan apel kuning" Aku mengajak silvia untuk memakan buah apel kuning, karena itu benar benar kaya kandungan air nya.


"Aaahhh, seharusnya aku memilih kemampuan akar itu, agar aku bsa menciptakan akar untuk melindungi kita dari panas." ucap silvia sambil cemberut imut.


"Hahaha, tak apalah, sudah terjadi, Nalurimu lebih memilih kemampuan topan angin dari pada kemampuan akar itu" ucapku sambil tersenyum kepada silvia.

__ADS_1


"Oh iya Zhen, jadi disini tinggal monster semut terbang gurun pasir aja ya kan? Jika kita bertemu semut terbang gurun pasir lalu kita membunuh mereka, ratu semut terbang gurun pasir itu pasti datang kembali kepada kita, iya nggak ?" Silvia ber argumen dan memang kemungkinan besar nya iya.


"Meski kita tak membunuh semut terbang gurun pasir kemungkinan besar ratu semut terbang gurun pasir masih akan datang kepada kita,  semut terbang gurun pasir punya 2 antena, itu pasti membuat para semut terbang gurun pasir saling berkomunikasi. Ehe" Ucapku sambil memamerkan kepintaranku. (hehe, sok pintar)


"Terus apa yang harus kita lakukan saat ini ? Apakah kita akan disini saja sambil menunggu 3 hari ? Apakah kita tetap berjalan sambil membunuh semut terbang gurun pasir? Saat ratu semut terbang gurun pasir akan datang, kita akan kabur secepatnya, ehehe"  ujar silvia sambil terkekehh ikeh


Silvia bertanya kepadaku. aku juga bingung untuk saat ini,l.


"Jika aku punya kemampuan yang lebih hebat lagi, aku ingin membunuh ratu semut terbang gurun pasir itu, tadi saat aku menggunakan kemampuan tebasan pedang sihirku, itu hanya melukainya 3 poin saja. Ketahananya benar benar kuat, jika kita tak kabur kita pasti akan mati, dan untuk saat ini, mending kita terus berjalan dan jika ada semut terbang gurun pasir, kita langsung membunuhnya dan terus berjalan. Misal ratu semut terbang gurun pasir akan datang, aktifkan skill mu topan angin dan kita langsung kabur, aku juga akan mempersiapkan raisa untuk memanggil anak buahnya" Aku menjelaskan panjang lebar kepada Silvia dan Raisa apa yang ada di pikiranku.


"He.em, itu lebih baik daripada menunggu 3 hari, karena itu takkan menambah level kita" Silvia menambahkan apa yang telah aku katakan dan setuju dengan apa yang aku katakan.


"Mari kita nikmati buah apel kuning ini dulu dan segera berangkat ke arah utara, oh iya, misal kita bertemu calon pahlawan lain, apa yang akan kita lakukan?" Aku bertanya kepada silvia dan aku akan menuruti omongan silvia.


"Itu tergantung, jika dia kelihatan orang yang baik, kita ajak bergabung, misal dia tak mau, kita biarkan saja dan misal dia kelihatan sedikit jahat atau licik, aku tak mau dia berada di dekat kita, dan aku akan menyerahkan semua nya kepada naluri instingku sebagai wanita, ehe" Silvia mengatakan dengan wajah sedikit tertekan, sedikit bingung, sedikit tersenyum.


"Emang wanita susah di tebak" ucapku dalam hati.


"Baiklah, aku akan menuruti apa yang engkau katakan nanti saat bertemu calon pahlawan lain"


"Cerssss, nyam nyamm"


Beberapa menit kemudian, aku dan silvia memulai perjalanan di tutorial lantai 2 ini.


Di perjalanan, sering bertemu semut terbang gurun pasir, tapi belum ada tanda tanda kemunculan ratu semut terbang gurun pasir, jadi kita merasa tenang.


Baru 1 jam perjalanan, tapi aku dan silvia sudah kehabisan nafas.


"Ini benar benar melelahkan, dan panas nya menyengat sampai ke tulang tulang" ucapku sambil mengusap keringat di kepalaku.


"Iya nih, ayo lanjut lagi" silvia mengajakku untuk segera melanjutkan perburuan dan perjalanan yang melelahkan ini.


dia takut akan datang nya ratu semut terbang, jadi mending terus bergerak dan bergerak.


dan perjalanan pun berlanjut.



jika ada saran.. tolong beri masukkan



jangan lupa dukung saya dengan memberi saya like dan komentar nya

__ADS_1


 


__ADS_2