
Ucap silvia sambil melihat lihat boneka manusia salju berdatangan..
"Raisa, panggil anak buahmu dan suruh mereka untuk membuat mereka berkumpul menjadi 1, aku akan membantu mereka, dan kamu yang akan mengeksekusi mereka" Tambah silvia
"Baiklah kak"
Kalelawar anak buah raisa langsung menuju ke gerombolan boneka manusia salju itu dan memancing mereka menjadi 1 ..
Silvia juga ikut memancing boneka manusia salju itu..
Saat semua berkumpul..
Raisa membuat petir darah merah dari kemampuan nya raisa itu..
Tanpa aba aba, tiba tiba petir warna merah darah muncul dari langit dan menyambar gerombolan boneka manusia salju itu.
"Jediarrr diarrr jed diaarrrr diaarr" Suara petir menggelegar di telinga silvia.
Silvia dengan cepat, menggunakan kemampuan angin topan nya dan menuju gerombolan boneka manusia tersebut
" sssshhh wuusshhh"
- 7 8
- 1 0 2
- 8 9
- 9 8
- 1 0 0
- 8 8
- 1 1 2
- 7 9
- 8 3
- 9 5
- 90
Banyak kerusakan yang di terima gerombolan boneka manusia salju tersebut..
"Ding"
"Anda mengalahkan boneka manusia salju level 6"
"Anda mendapatkan 120 poin pengalaman"
"Ding"
"Anda mengalahkan boneka manusia salju level 6"
"Anda mendapatkan 120 poin pengalaman"
__ADS_1
"Ding"
"Anda mengalahkan boneka manusia salju level 6"
"Anda mengalahkan boneka manusia salju level 6"
"Anda mengalahkan boneka manusia salju level 6"
"Ding"
"Anda mendapatkan 120 poin pengalaman"
"Anda mendapatkan 120 poin pengalaman"
"Ding"
"Anda mengalahkan .. .. ..
" Anda mendapatkan .. .. ..
Banyak notifikasi dari sistem yang terdengar. Poin pengalaman silvia dan raisa perlahan naik dengan cepat
Saat petir darah merah berhenti, hanya beberapa boneka manusia salju yang masih bertahan. Raisa pun menggunakan kekuatan penyerapan darah dan misil sihir darah untuk mengalahkannya.
"Aku hampir naik ke level 9 sekarang" Ucap silvia kepada raisa dengan sedikit senyum yang terpancar dari wajahnya.
"Itu bagus, tapi sekarang sudah tak ada gerombolan boneka manusia salju" Ucap raisa sambil melihat sekelilingnya.
"Kita istirahat terlebih dahulu" Bujuk Silvia. Silvia sangat terasa kedinginan dan terasa lapar untuk sekarang.
"Kak silvia, lihat itu. itu ada pohon dan ada buah nya, mari kita istirahat disitu" Ucap raisa yang menemukan sebuah pohon yang berbuah
Sangat jarang terjadi, di area salju ada pohon yang masih berbuah Silvia pun menengok pohon tersebut dan melihat status dari buah nya.
"Info buah"
"Ding"
"Nama : buah apel es salju
Manfaat : dapat menambah poin kesehatan 10 poin dan 5 poin untuk mana
Manfaat lain : sangat cocok untuk dimakan saat berada di area yang ber es atau bersalju
"Oohh.. itu benar benar bagus" Silvia bergumam pelan dan mencoba memetik buah itu dan segera memakan nya.
"Ini enak sekali, rasanya bahkan bisa disamakan dengan apel kuning di tutorial lantai 0 1" Silvia duduk di pohon dan bersandar sambil memakan buah apel es salju yang ia petik.
Silvia padahal baru memakan 1 buah apel es salju tapi silvia sudah terasa kekenyangan dan kelelahannya menghilang secara signifikan.
"Ini benar benar ajaib. raisa apakah kamu tak makan buah?" Tanya silvia kepada raisa.
"Aku tak memakan buah, aku hanya meminum darah." Jawab raisa, raisa memang dari awal hanya bisa meminum darah dan tak pernah makan buah apapun.
"Apakah kamu ingin minum darahku ?" Silvia menawari raisa untuk meminum darahnya.
"Ehe, aku hanya meminum darah dari tuanku kak Sil. Aku tak bisa meminum darah dari orang lain." Raisa menjelaskan
__ADS_1
"Jadi seperti itu, baiklah. habis ini mari kita berjalan dan mencari boneka manusia salju" Beberapa saat kemudian, silvia dan raisa bergerak lagi.
Silvia dan raisa pun menemukan banyak gerombolan boneka manusia salju. Silvia dan raisa pun melakukan hal yang sama saat awal tadi dan akhirnya silvia sudah di level 9 sedangkan raisa masih tetap di level 10.
Malam pun akan tiba.
Raisa dan silvia segere mencari tempat yang pas buat istirahat Silvia dan raisa menemukan tempat yang pas di pohon besar.
Raisa pun segera terbang ke pohon itu dan bergelantung istirahat. Silvia pun mengeluarkan papan kayu yang di temukan oleh pasangan nya saat di tutorial lantai 0 2.
"Hmm, cepatlah datang. Aku benar benar merindukanmu, aku ingin bertemu" Silvia bergumam dengan pelan tapi raisa yang bergelantung di pohon tersebut masih mendengarnya
"Tuan.. cepatlah kembali, aku dan kak silvia tak tahan dengan perasaan ini" Raisa pun bergumam dalam hati
Silvia ingin membuat api unggun dari kayu yang di siapkan saat di tutorial lantai 0 1 tapi sayangnya tak ada api, korek api yang ia punya di bawa oleh pasangannya. Dia duduk sambil mendekap lututnya dan menatap ke langit yang tanpa bintang.
Silvia pun tiba tiba mengucapkan sebuah kata-kata yang menyiratkan akan keadannya
Akuu sepi, sendiri disini
Tanpa dirimu sang pujaan hati
Perasaanku seakan mati
Ingin bersamamu lagi
Semoga engkau cepat kembali
Aku ingin Bersandar di pundakmu
Dan tertidur di sisimu
Bangun tidur dan menatapmu
Yang setia menemaniku
Aku ingin cepat bertemu
Aku benar benar merindukanmu
Saat silvia menggumamkan kata-katanya. tetes air matanya menetes tanpa sadar membasahi pipinya dan lututnya.
Di saat itu pula, seseorang tiba tiba dari belakang dan memeluk pinggang dan perut silvia
"Aah.. siapa itu ?" Silvia kaget dan menengok kebelakang dan melihatku.
Meski tanpa cahaya bulan, silvia masih mengenaliku dengan baik.
"Zhennnn, aku hmmm... Aku merindukanmuuu, kenapa engkau senekat ituuuu" Silvia melepaskan tanganku dari pinggangnya dan silvia langsung memelukku.
Silvia benar benar menangis di dadaku
"Maafkan aku" ucapku pertama kali untuk Silvia.
sontak Silvia mendongak dan menatapku
"Aku Kembali, Aku juga merindukanmu" ujarku sambil tersenyum kepada silvia yang aku rindukan.
__ADS_1