Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
21 - Sebuah Puisi Buatan Silvia


__ADS_3

Perjalanan pun berlanjut.


Satu jam kita melakukan perjalanan dan perburuan, setelah itu kita beristirahat sebentar, lalu kita melanjutakan lagi perjalana nya sampai malam pun tiba.


"Apakah kamu sudah hampir level 8?" Aku bertanya kepada si silvia yang manis baik hati dan suka menabung.


"Hmm, masih cukup jauh ini" ucap silvia dengan cemberut.


"Ding"


"Ratu Semut terbang gurun pasir ada di sekitar mu"


"Berhati hatilah"


Saat sistem memperingatkan, hatiku serta jantungku berdebar debar (yang benar hati apa jantung sih.. ehe)


"Deg Deg Deg Deg"


"Deg Deg Deg Deg"


"Deg Deg Deg Deg"


Silvia pun sama,  jantungnya berdetak dengan cepat.


"Aahhh, ternyata kalian disini"


"Whoooussshhh, sruuttttttt"


Ratu Semut terbang gurun pasir tiba tiba menemukan kita dan menggunakan 2 kemampuan nya bersama sama, memanggil angin berpasir dan menyemprotkan asam.


"Raisa, cepat keluarkan semua anak buah mu yang telah kamu kumpulkan" Aku segera memberi perintah kepada raisa agar segera mengeluarkan anak buah yang ia kumpulkan sejak lama dan anak buah itu agar kita bisa mempunyai waktu untuk kabur.


Banyak kalelawar yang mengganggu si ratu Semut terbang gurun pasir.


Aku, raisa dan silvia baru berlari dan ratu Semut terbang gurun pasir ternyata tak terganggu fokusnya dan tiba tiba berlari ke arahku dan silvia. Sayangnya Silvia sudah tak kuat lari lagi, dia melambat, ratu Semut terbang gurun pasir pun mendekat.


Terpaksa Aku berlari kembali kearah silvia, dan menggondongnya layaknya putri.


Aku segera mengaktifkan kemampuan amarah dan RunRun ku dan berlari secepat kilat menjauhi ratu Semut terbang gurun pasir.


Sekarang kecepatanku berkali lipat lebih cepat dari sebelumnya dan anak buah si raisa terus mengganggu ratu Semut terbang gurun pasir.


30 menit kemudian


Setelah berlari begitu lama nya, aku juga merasa kecapekan bahkan mana ku hampir habis, Sedangkan silvia yang aku gendong layaknya putri ini menutup matanya dan pipi nya merah merona.


"Ingin ku mencubit pipi cerry ini. Ehe" Aku bicara sendiri di hatiku


"Silvia, aku lelah, kita istirahat dulu, ini juga sudah gelap" ucapku dengan napas yang tak beraturan


"Ahh, iyaa, turunkan aku dan aku akan memulihkan mana mu" Ucap Silvia dengan kaget karena terdengar suaraku.


"Hehe, tentu saja, beri aku mana" Aku duduk di gurun pasir dan silvia berada di dekatku.


"Pemulihan mana"

__ADS_1


"Healing"


Silvia mengaktifkan kemampuan nya.. lalu mana ku perlahan pulih


"Kita tak bisa menyalakan api untuk malam ini, ratu Semut terbang gurun pasir kayaknya lebih sensitif sama aroma dan bau" Ucap diriku yang mengutarakan apa yang ada dalam pikiranku.


"Iya tak apa, meski tak ada api, bulan masih menerangi, bintang masih menghiasi, hehe" Ucap silvia dengan cengengesan, aku tak tau apa yang ada dalam pikiran nya.


"Kamu tidur dulu aja, aku akan menjagamu, dan sistem pasti akan mengingatkan kita kalau ada musuh mendekat, bagaimanapun kita masih harus waspada sih, kita tak tahu apakah ratu Semut terbang gurun pasir dan Semut terbang gurun pasir aktif di malam hari" Aku membujuk silvia untuk tidur


"Tapi aku belum ngantuk sama sekali, lihat mataku ini, masih terang benderang kayak bulan, hehe." Ucap Silvia yang mengajak bercanda


Aku seketika itu melihat ke matanya.


Mata ku dan mata silvia bertemu, seakan akan ada sentruman yang menyentrumku, hatiku deg deg an, jantungku berdetak lebih kencang seperti benderang yang mau perang.


30 menit kemudian, eh 30 detik maksut nya.


"Ahhh, Zheeeennnn aahhhh" Silvia memalingkan wajahnya, karena sudah tak tahan dengan tatapanku.


"Hehe, padahal kamu yang menyuruhku melihat matamu,ahha haha" Ucap diriku yang diselimuti kebahagiaan saat silvia malu karena tatapanku.


"Tap tapi tapi, jangan lama lama dong tatapan nya. 😝😝" Silvia beralasan kepadaku.


"Hehe. Yaudah maaf maaf, by the way. Apakah kamu bisa bernyanyi ?"Aku bertanya kepada silvia.


"Aku bisa sedikit, sebenarnya aku dapat kemampuan nyanyian sang pendeta itu karena aku bernyanyi terus saat sebelum tutorial di mulai, kata sistem sih katanya nyanyiku / suaraku merdu, ehe, aku nggak sombong lho ini yaa" Silvia menjelaskan kepadaku, dan jelas jelas dia sedikit belagu 😑


"Kalau gitu bernyanyilah untukku, ku mohonnn, Aku ingin dengar suara merdumu" Aku memohon kepada silvia agar di nyanyikan sebuah lagu.


Lamun sayangnya Silvia malah menggelengkan kepalanya. "tapi alangkah baiknya bila aku membacakan sebuah puisi yang menyiratkan isi hatiku," ujar Silvia dengan senyumnya yang indah di mataku.


Silvia menunjukkan senyum dengan gigi putihnya. "baiklah, dengarkan baik baik"


Kamu


Selalu ada dalam pikiranku


Bersemayam di hatikuu


Menjadi setengah dari belahanku


Menemaniku dalam sepiku


Kaaamuuu


Selalu ada di sisiku


Tanpa ku sadari, kau selalu di sampingku


Memenuhi kekosongan hatiku


Dan menjadi segalanya untukku


Inginku selalu bersamamuu

__ADS_1


Menggandeng tangan hangatmu


Manghangatkanku dalam dinginku


Dan jadikan aku tempat sandaran untukmu


Harapanku kamu selalu d sampingku


Menjadi cahaya penenangku


Menenangkan emosi dalam hatiku


Tak ingin ku berpisah darimu


Kaamuu


Berjalan di dekatkuu 


Mengikuti setiap langkahku 


Menuntunku saat ku ragu 


Membantu di setiap masalahku 


Kaaamuu 


Menjadi nomor satu di hatiku 


Aku tak mau kehilanganmu 


Ku akan selalu menggenggamu 


Tak akan kulepas hingga matiku 


"Ini benar benar indah, bahkan hanya sebatas puisi saja benar-benar membuatku terhanyut atas kata-kata yang terucap dari mulut ceri-nya. jika ini di dengar di duniaku, pasti sudah menjadi puisi paling top!" Gumamku dalam hatiku.


"Selain itu, aku merasa bahwa puisi itu tercipta untukku." lanjutku dalam hati.


"Hehe. Sudah selesai, gimana terdengar enak kan ?" Silvia bertanya padaku dengan wajah imut.


"Hehe. Iya enak banget, apa kamu buat puisi itu sendiri?" Aku bertanya kepada silvia


"Hheehe, Iya dong, aku buat itu pas kamu gendong aku tadi" Ucap silvia.


"Apaaaa, serius kamu ? Hanya belasan menit berlalu kamu bisa bikin puisi sendiri ? Dan terdengar bagus dan menyentuh hatiku seperti ini?" Aku merasa tak percaya jika itu benar terjadi.


"Itu benar, aku benaran buat puisi tadi saat kamu menggendongku, by the way,  aku nggak sombong lho ini, hehe" ucap silvia dengan tampangnya yang berubah menjadi nyeselin 😑


"Jadi, itu benar-benar puisi buatku??" Aku tiba tiba bertanya dengan tujuan ingin melihat reaksinya


"Aahh.. tid tidaak kok.. itu aku hanya.. itu.. hanya asal asalan aja kok ihhh ariff.. kamu jangan  Ge Er gitu dongg" Ucap silvia.


Silvia bicara seperti itu dengan menundukkan kepalanya dan menggerakkan jari nya di atas gurun pasir.


"Apakah ini yang namanya salting / salah tingkah?" Aku bergumam di hatiku

__ADS_1


Meski aku tak yakin 100 persen, aku benar benar merasa itu puisi dibuatnya khusus untukku.


"Hehe, kirain itu puisi untuk ku, jika itu puisi untukku, aku sangat menyukai itu" Aku berkata seperti itu dan silvia diam dan pipi nya benar benar memerah


__ADS_2