Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra

Legenda Sang Pahlawan : Another World Of Venatra
68 - Kutukan Parasit


__ADS_3

Silvia memandangku dan segera berkata. "Oh ya Zhen, apa kamu tahu bahwa kaki tangan raja iblis yang kita lawan itu adalah ...."


Sebelum Silvia menyelesaikan bicaranya, aku menyelanya. "Iya aku tahu, kaki tangan raja iblis itu adalah guru Feifei dan tuan putri."


"Lah, jadi kamu dah tau ternyata ...," lirih Silvia.


"Nanti, setelah aku makan, aku ingin pergi ke istana untuk melihat keadaan Zhiev," ungkapku.


"Aku ikut yaaaa ..." rayu Silvia dengan centilnya.


Aku mengangguk dan berkata. "Ikut-ikut aja, ini tak akan lama."


Tak lama kemudian, aku, Silvia dan Raisa menuju ke istana. Dalam perjalanan ke istana, kami bertemu Ragnar dan Vir. Akhirnya kita ke istana bersama-sama.


Sesampai di depan istana, kami pun masuk. Di dalam istana tersebut ternyata juga ada Lily dan Feifei. Sedangkan Zhiev tidur dengan bercak-bercak merah yang tersebar di tubuhnya.


Tuan Putri kota Evanest terlihat tertekan saat ini. "Tuan Putri, sebenarnya penyakit apa ini?" tanyaku yang tak sopan.


Tuan Putri memandangku dan berkata. "Ini bukan penyakit, ini adalah kutukan parasit."


"Apa kamu ingat kejadian saat si Iblis Zagred sebelum menghilang?" Tanya tuan putri padaku.


Aku mengingat sejenak saat si Iblis Zagred yang tiba-tiba berlari kebelakangku jauh dan seketika menghilang. "Apa saat ia menghilang, ia memberi kutukan kepada Zhiev ?" responku.

__ADS_1


"Jika iya, apa yang akan terjadi kepada Zhiev yang telah terkena kutukan ini?" tanyaku pada tuan putri yang terlihat termenung.


"Kemungkinan terbesarnya adalah Zhiev akan menjadi seperti guruku, Si iblis Zagred dan juga ibuku." jawab Tuan putri yang membuatku seketika kaget. "Jadi gurunya menjadi jahat seperti itu karena kutukan ini? Kutukan ini pun juga telah menyerang ibunya juga?" gumamku dalam hatiku.


"Dulu guru kami, aku dan Feifei adalah murid kesayangannya. Namun itu semua segera pudar saat guruku terkena kutukan ini, ia mulai menjadi jahat dan tak lama kemudian, ia menjadi kaki tangan raja iblis," tuan putri mulai bercerita.


"Ibuku juga terkena kutukan ini, namun ibuku memilih mati dalam prosesnya, agar tak menjadi seperti guruku saat itu," tambah tuan putri.


Aku terdiam sesaat, kutukan parasit ini membuat seseorang yang awalnya baik menjadi jahat dan aku khawatir dengan keadaan Zhiev, akankah ia berubah menjadi jahat dan bergabung dengan pasukan iblis?


"Apa tak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah Zhiev agar tetap menjadi yang kita kenal?" Silvia menanyakan sesuatu yang sangat penting, kekhawatiranku sedikit mereda.


"Jika ada yang bisa kita lakukan, ibuku pasti tak akan memilih untuk mati," jawab Tuan Putri dengan suara agak keras.


"Dulu, guruku di tahan di penjara bawah tanah yang benar-benar terjaga dan teraman. Namun karena kutukan parasit ini membuat seseorang melepas pembatas tubuhnya dan akhirnya dengan mudah melewati penjara," ungkap Silvia.


"Sudah Tuan putri, jangan salahkan dirimu sendiri," kata Feifei yang berdiri di samping tuan putri.


"Jadi apa yang akan kita lakukan mengenai Zhiev?" Lily yang awalnya terdiam segera menanyakan perihal tindakan yang akan dilakukan kepada si Zhiev.


Semua orang memandang Lily. Mereka semua juga kebingungan, ekspresi kebingungan mereka sangat tercermin dalam wajahnya.


"Tuan putri, apa kita harus mencari sesorang master tabib alkemis di hutan greenstar? Ku dengar, dia dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan kutukan." Kali ini Feifei bersuara.

__ADS_1


Tuan putri mendongak menatap langit istana dan berkata. "Itu tak mungkin untuk saat ini, jika kita tidak dibayangi oleh invasi iblis dan monster, kita pasti bisa melakukan pencarian itu. Selain itu, hutan greenstar sangat jauh, bahkan harus mengendarai burung Phoniex es selama 5 hari tanpa henti."


"Selain itu, pasti banyak monster dan iblis di luar sana," tambah Tuan Putri.


Feifei menggigit bibir bawahnya, ku merasa ia ingin menyelamatkan anak buahnya yang berharga.


"Jalan buntu ini membuat hanya 1 pilihan yakni membunuh Zhiev," gumamku dalam hati, meski begitu kita senua yang berada di sini pasti takkan tega jika harus membunuh temannya sendiri.


Karena kebuntuan ini, Aku segera bertanya kepada sistem. "Sis, apakah ada hal yang bisa dilakukan saat ini?"


"Ding"


"Hanya 2 pilihan, mencari master tabib alkemis yang dibicarakan oleh Feifei. Jika tidak itu, maka harus kita lenyapkan," jawab Sistem yang aku pun sudah tahu jawabannya.


"Namun ... Aku dapat menteleportasimu ke tempat hutan greenstar, sayangnya ...



Jangan lupa tinggalkan jejak dengan memberi saya like atau saran supaya cerita ini lebih bagus.



Jika kalian berkenan. kalian bisa baca novel dari kakakku yang berjudul "Menggapai Pelangi" dengan genre Action, Romance dan Comedy.

__ADS_1



Ceritanya bagus kok dan sangat cocok buat kalian yang suka genre romantis komedi.


__ADS_2