
"Pembakaran Api hitam"
Tiba tiba muncul sebuah peti mati yang berdiri tegak menghadap ke arahku dan Zhiev, peti mati yang berwarna hitam pekat bahkan terlihat sedikit ada api di atasnya. Hanya dengan melihatnya dapat membuat pikiran menjadi berat.
"Krieeetttt, krit, krit srit"
Peti mati mulai terbuka perlahan dengan suara yang memekikkan telinga, Suara yang seolah olah dapat menusuk gendang telinga. Aku, Zhiev dan Anak anak yang di belakangku bahkan harus menutupi telinga nya masing masing agar dapat mengurangi dampak dari suara itu.
"Haha haha haha" Raja Bodoh Exyz terus tertawa dan tertawa dengan jahat nya. "Haha, Keluarlah kau wahai anak buah ku tersayang yang mempesona di dalam neraka, haha." tambahnya dengan bahagia.
"Tombak beribu es"
Zhiev menciptakan banyak tombak es yang melayang di udara dan di lemparkan menuju peti mati dan juga Si Raja bodoh Exyz yang tertawa terbahak bahak.
Tombak es yang awalnya ditujukan ke arah peti mati itu tiba tiba meleleh dan menguap. Sedangkan tombak es yang di tujukan ke arah Raja bodoh tiba tiba menghilang seakan akan ada sesuatu yang menetralkan sihir di depan Raja Bodoh. Senyum Zhiev makin lebar dan lebar, aku makin menggelengkan kepala dan bingung dengan obsesi Zhiev yang aneh ini.
"Baju besi es" "Pedang es"
Zhiev menggunakan kemampuan yang lain dan merubah dirinya layaknya seorang ksatria dengan baju besi yang terbuat dari es serta memegang pedang yang diciptakan dari es beku yang mempesona.
Baju besi es dan pedang es sama sama menyilaukan mataku, hawa dingin dari peralatannya seolah olah menembus kulit tipisku.
Zhiev dengan kecepatan maksimalnya bergerak menuju peti mati dan Raja Bodoh Exyz, sedangkan diriku diam di tempat untuk menjaga anak anak dan mengamatii pertarungan yang akan berlangsung.
"Sayatan pedang es" "Eksekusi Hawa dingin"
"Slash Slash Slash" "Slashhhhhh"
Zhiev menebas menyayat menusuk peti mati tanpa henti, tapi peti mati tak mengalami kerusakan apapun, bahkan tak tergores sedikitpun.
"Krieeeeeettttttttt"
Peti mati seketika terbuka seutuhnya, memperlihatkan kehadiran khusus di dalamnya. Sosok yang dapat menggetarkan jiwa dengan hawa yang mematikan memancar darinya.
Sosok itu perlahan keluar dari peti mati, setiap langkah kecilnya menggemuruhkan ruangan ini.
Hatiku tiba tiba bergetar, Zhiev yang di depan peti mati tersebut seketika gemetar seakan akan ketakutan melihat sosok yang keluar dari peti mati tersebut.
Sosok itu menyeret sebuah kapak besar yang penuh dengan darah. Hanya langkah santai darinya dapat menciptkan retakan pada lantai bawah tanah.
"Zhiev, mundur terlebih dahulu!!!" Teriakku. Aku menyuruh Zhiev agar segera mundur terlebih dahulu, karena sosok itu benar benar menakutkan.
Sosok itu Dengan wajah yang penuh dengan mata dan 1 mulut yang terbuka lebar memperlihatkan gigi gigi tajam nya, tanpa hidung tanpa telinga.
Badan besar berkulit merah dengan ekor yang mengikutinya. Badan besarnya diselimuti api warna hitam yang mencolok di antara kulit nya, tangannya memegang sebuah kapak besar dan menyeretnya dengan leluasa.
Saat aku melihat sosok itu pertama kali, aku teringat dengan sosok hellb*y yang berkulit merah semu gelap dengan ekor mungilnya, bedanya hanya di bagian wajah nya dan api hitam yang di miliki sosok ini.
__ADS_1
Aku melihat statusnya dan ternyata dia 10 level lebih diatasku.
"Ding"
"Status monster"
Nama : Hybrid BlackFire 2 5
Level : 2 5
Title : Hybrid (menambah semua statistik sebesar 3)
Kekuatan : ????
Kekuatan sihir : ???
Kecepatan : ???
Ketahanan : ???
Kesehatan : ????
Mana : ????
Kemampuan : ????
"Ding"
"Level pemain terlalu rendah untuk mendapatkan status musuh lebih lanjut" Ucap Sistem.
"Hybrid adalah monster jenis baru yang tak belum bisa diidentifikasi, kini sistem hanya memberi nama Hybrid + elemen yang di bawanya + levelnya. Yang harus di ketahui adalah Hybrid sedikit lebih kuat daripada monster yang bertitle raja" Tambah sistem.
Sistem memperingatkanku agar hati hati melawan monster jenis Hybrid.
"Ini benar benar gawat." Ucapku dengan pelan sambil terus memutar otak agar bisa menyelamatkan anak anak yang masih ketakutan di belakangku.
Sekarang Hybrid BlackFire 27 tepat di depan Zhiev yang ternyata masih tak bergerak sejak tadi.
"Kenapa dia tak bergerak?" Ucapku pelan.
"Zhieeevvvvvv, lari dari sanaaaaaaa." Teriakku. Tapi Zhiev masih tak bergerak, bahkan melangkah selangkah pun aja tidak sama sekali.
"Haha haha haha, MATI kaliannnn" Tawa Raja Bodoh Exyz yang masih terus terdengar dengan suara arogan nya.
"OH Szhiiitttt"
Hybrid BlackFire tiba tiba mengangkat kapaknya dan berniat memotong Zhiev Secara vertikal. Aku buru buru lari sambil menembaki monster tersebut dengan Sihir Misil air Raja milikku, sayangnya sihirku yang ku tembakkan kepada nya tak mempengaruhi konsentrasi nya dan masih fokus kepada Zhiev.
__ADS_1
"Swinggg" suara kapak yang memotong udara dan segera menebas Zhiev
"Booom"
"Jeduarrrr"
Dengan panik, Aku menembaki Zhiev dengan sihirku hingga terpental menabrak dinding besi dan menghindari kapak Hybrid BlackFire. Sedangkan kapak Hybrid Blackfire menancap di lantai bawah tanah.
"Untungnya...." Aku menghela nafas lega.
Hybrid BlackFire menatapku, tubuhku seakan akan terkunci tak bisa bergerak. Bahkan kakiku terasa gemetar, tanganku rasanya kebas.
"Sis, apakah aku terkene efek beku.? Aku bertanya pada sistem.
"Anda bahkan tak terkena efek apapun, ini murni aura kekuatan dari nya, cepatlah bergerak" Sistem memberitahuku dan memperingatkanku.
"Huwaaaaaaaaaaa!!!" Setiap aku ingin menggerakkan kakiku, aku merasa kakiku ingin terlepas dariku.
Perasaan pedih perih menyerang tubuhku, Ini serasa menyakitkan seolah olah anggota tubuhku terbakar hingga melepuh. Tanpa Ku sadari, Kakiku gemetar dengan sendirinya.
"Apakah Zhiev mengalami situasi seperti ini tadi?" aku merasa panik dan bergumam sendiri di hatiku.
"Hahahah, apakah kamu bisa melepaskan diri dari kutukan api hitamnya !!!, haha haha, bahkan kaki tangan Raja Iblis sekalipun harus berhati hati kepada nya, haha haha!!!" Tawa Raja bodoh makin keras dan makin keras, aku ingin segera memotong lidahnya.
Zhiev yang Berada di dinding besi jauh disana masih belum stabil karena situasi yang dialaminya tadi.
Aku terus mendengar jeritan tangisan Anak anak yang di belakangku jauh, terus menangis dan menangis, ketakutan menyelimuti jiwanya, perasaan yang tak seharusnya dirasakan Anak anak seusianya.
"Aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri untuk saat ini dan mengakhiri semua ini secepat mungkin" tekadku dalam jiwa membara, berkobar bagai api.
Hybrid Blackfire perlahan menghampiriku, Aku menutup mataku dan melepaskan kemampuan pasifku Tubuh Baja.
Saat kemampuan pasifku terlepas, Aura Manaku bocor kemana mana menyelimuti ruangan ini.
Aku mencoba mengendalikannya agar bisa ku atur sebebas mungkin dan ku tujukan ke Arah Hybrid BlackFire yang terus berjalan perlahan mendekat ke arahku.
aku membuka mataku dan..
"Jreppp" "Clangggg"
jika ada saran atau masukkan, jangan lupa komentar.
jangan lupa like, favorit dan vote nya yaa..ehe
__ADS_1