
"Ding"
Nama : Zagred (Iblis Ilusi waktu dan pembangkitan)
Level : 32
Title :
- Kaki tangan Raja Iblis (Meningkatkan semua statistik sebesar +5)
- Ahli ilusi waktu dan pembangkitan (dengan mudah menciptkan ilusi dan juga dapat membangkitkan mayat hidup, tengkorak manusia dan hewan.
Kekuatan : ????
Kekuatan sihir : ???
Kecepatan : ???
Ketahanan : ???
Kesehatan : ???
Mana : ????
Kemampuan : ????
Keterangan :
Salah satu dari 13 bawahan raja iblis.
"Ding"
"Level pemain terlalu rendah untuk mendapatkan status musuh lebih lanjut," pemberitahuan dari sistem yang membuatku membeku. "Bagaimana aku bisa mengalahkannya?"
"Ding"
"Status monster"
Nama : Hybrid Chimera 2 7
__ADS_1
Level : 2 7
Title : Hybrid (menambah semua statistik sebesar 3)
Kekuatan : ????
Kekuatan sihir : ???
Kecepatan : ???
Ketahanan : ???
Kesehatan : ????
Mana : ????
Kemampuan : ????
Keterangan : Monster yang terbentuk dari penelitian gila salah satu bawahan Raja Iblis.
"Ding"
"Level pemain terlalu rendah untuk mendapatkan status musuh lebih lanjut," ucap Sistem.
"Guru," ujar Feifei yang membuatku heran dan segera bertanya pada Feifei. "Apa yang kau maksut?"
"Hahaha, kenapa kalian diam? Apakah kalian suka dengan pertunjukannya?!" Teriak Si Iblis Zagred dengan tawanya yang dapat menggetarkan jiwa jiwa yang sepi. Dari suaranya seakan-akan membawa ilusi yang membuat pikiran menjadi kacau balau.
Aku melirik Feifei yang memanggil si iblis zegred dengan sebutan guru. "Guru, kenapa kau menjadi seperti ini?! Kenapa kamu membuat dirimu mematuhi Si Raja Iblis?!" Teriak Feifei Keras. Si Iblis Zagred yang mendengarnya menoleh ke arah Feifei berada dan mencibir. "Oh, haha, apakah kamu si murid kesayanganku? Dimana adikmu? Haha."
"Feifei, sebenarnya ada apa ini? Mengapa kau menyebutnya guru? Dan apakah kamu punya adik?" Tanyaku yang makin tak mengerti dengan situasi yang terjadi. Feifei mengabaikan pertanyaanku dan segera berkata pada Si Iblis Zagred. "Guru, kumohon!!, kembalilah seperti guru kita seperti dulu!"
"Jangan terlalu banyak omong!" Teriak Iblis Zagred dengan mata merahnya menjadi makin merah hingga darah merah menetes dari matanya. Dia segera mengangkat dua tanganya ke arah langit dan merapalkan sebuah mantra sihir panjang.
"Bencana dari langit, malapetaka dari sifat, Sikap jahat menghantui, langit terbelah, angin panas, membuka celah neraka, terkutuk dalam jiwa memecah raga, kekacauan abadi."
"Oh tidak, lari dari tempat ini!!" Teriak Feifei memberi perintah. Sayangnya ...
"World Of Chaos"
__ADS_1
Sebuah sihir telah diaktifkan iblis Zegred. Seketika itu, langit benar benar terbelah diatas semua orang yang hadir dalam medan pertempuran. Dari belahan langit tsb, muncul sebuah mata merah besar penuh api yang besarnya dapat menutupi medan perang.
Tanah mulai bergetar pelan, namun perlahan makin cepat dan makin cepat. Tanah mulai berguncang hebat, diriku ikut terguncang mengikuti irama guncangan tanah.
Dari mata besar yang di belahan langit, tiba-tiba mengeluarkan lahar panas dari matanya, seperti mata manusia yang menangis.
Lahar panas terjun kebawah bagai air terjun dan mulai membanjiri medan perang, pasukan dari Zhiev atau Feifei yang terkena lahar langsung terbakar, kulitnya melepuh, dagingnya matang, perlahan memperlihatkan tengkorak manusianya. Mereka yang terkena seakan-akan ingin berteriak namun tak bisa. Sedangkan pasukan tengkorak yang terkena lahar panas, mereka langsung terbakar jadi debu abu dan menyatu dengan lahar.
Aku ingin bergerak, tapi ku tak bisa melangkahkan kakiku sedikitpun. Ingin mengaktifkan sihir pertahanan, namun tak bisa mengeluarkan sihir. Aku teriak dalam hati, sayangnya sistem tak menjawab teriakanku, bahkan kurotama pedangku pun diam membisu. Aku terus mengutuk dan mengutuk dalam hati.
Akhirnya, giliranku tiba ...
Kakiku yang pertama kali kena lahar terasa sakit, benar benar sakit, membakar kakiku hingga melepuh. Ingin teriak tapi suara tak bisa keluar. Perlahan lahar panas sampai didadaku, organ dalamku dan tulang-tulangku seolah-olah hancur berkeping keping. Aku melirik Feifei yang seharusnya ada disampingku, ternyata sudah menjadi tulang belulang tanpa daging sadikitpun.
Aku ingin meronta tapi tak aku sudah kehilangan fungsi tubuhku, hanya menyisakan kesadaranku dan terus mengutuk dan mengutuk.
Hanya sekejap mata, aku sudah tenggelam dalam lautan lahar panas. Seperti halnya semua pasukan yang berada dalam medan perang.
"Apa aku akan mati seperti ini?" Kesadaranku perlahan menghilang.
--------------------------------------------------------
SISI LAIN
"The End," ucap Author yang nggak mood karena yang baca dan yang like sepi.
"F**K, Aku mati?!" Si pameran utama marah-marah karena sad ending jadinya. "Hey, masa aku mati? Gila nih author anj**g."
"Eh, jangan marah sama aku!. Kamu tahu nggak bahwa novel ini produk gagal? Ahaha ahaha," cibir author yang merasa lelah dengan apa yang terjadi. Capek-capek nulis tapi nggak muluk muluk nih novelnya.
"Ahahha, salahmu sendiri karena membuat novel yang nggak jelas. Selain itu, kamu makai sudut pandang pertama, yang bakalan susah untuk menjabarkan cerita dan menjadikan cerita ini banyak bocornya! Aha aha" ejek Si Pameran Utama. (MC)
"Namanya aja pertama nulis. selain itu, aku bakalan buat cerita novel yang lain yang memakai sudut pandang ketiga." Ungkap Author dengan semangat.
"Meski begitu, terusin aja nih novel. Meski sepi pembaca, meski sepi like, meski sepi vote, meski nggak dihargain. Meski rate bintang kecil. Teruslah berkarya, bukannya semua orang pernah berjuang dari titik nol?" Saran si pameran utama yang mulai membuat pencerahan pada si Author.
"Kamu benar juga. tapi nyesek tauuuuuu kalau nggak terlalu dihargain. Padahal aku lebih suka jika ada yang memberi masukan pada novelku ini agar lebih baik dan lebih baik. Namun kebanyakan pasti hanya melihat sinopsis dan episode pertama. Sekali mereka membaca terus nggak suka, pasti mereka langsung cari cerita lain tanpa ninggalin saran atau apapun." Ceramah si author.
"Ya begitulah, aku selaku pameran utama masih ingin terus ada di novelmu ini. Meski novelmu emang nggak jelas sih.. ahaha haha." Ejek Si Pameran Utama yang emang rada gila sejak kesadarannya menghilang.
__ADS_1
"Entahlah, jika novel ini ingin ku lanjut ya bakal ku lanjut. Namun jika tidak ingin ya biarin aja novel ini berakhir seperti itu, hahaha hahaha." Ujar Author yang membuat keputusan.