
"Siapa kamu?" Sekali lagi aku bertanya kepada si pembunuh itu. Pembunuh yang sepenuhnya memakai pakaian hitam serta menutupi semua anggota tubuhnya kecuali di bagian mata.
"Haha, responmu bagus juga." Ucap si pembunuh dan segera menjauhkan belati itu dari leherku.
"Suara wanita!" Pikirku.
"Namaku adalah Feifei, Pemimpin dan penanggung jawab semua pasukan yang ada dikota evanest. Jangan takut, aku takkan membunuhmu." Ucap Feifei yang melihat ekspresi terkejutku.
"Ternyata pemimpinya adalah seorang wanita." Gumamku dalam hati.
"Maafkan aku, aku hanya terkejut dengan belati yang tiba tiba akan menusuk leherku. Itu benar benar mengagetkanku." Ucapku.
"Namaku Raizhen yang diakui sebagai pahlawan. Selain itu, apa keperluanmu datang menemuiku?" Tanyaku padanya mengenai kedatanganya.
"Haha, ternyata kamu tak suka basa basi. Baiklah, mari ikuti aku ke istana. Mereka semua menunggumu, Termasuk kekasihmu yang cantik." Ucap Feifei dengan tawanya yang renyah namun berkesan.
"Tapi sebelum itu. Tadi kau berniat menusukkan belatimu padaku, sekarang kamu menyuruhku ke istana. Niat aslimu yang mana? Aku juga tak bisa mempercayai orang begitu saja kan? Apalagi orang yang mencurigakan yang tak memperlihatkan wajahnya!" Ungkapku padanya sambil melihat status info mengenai dirinya.
"Status Info"
"Ding"
Nama : Feifei
Title :
- Pembasmi Monster (semua statistik meningkat 2)
- Penyelamat (semua statistik meningkat +3)
- Pemimpin para pemimpin (Semua statistik meningkat +5)
Ras : Manusia
Level : 2 5
Kekuatan : 3 5
Kekuatan sihir : 3 0
Stamina : 3 2
Kecepatan : 3 8
Ketahanan : 3 2
Inteligen : 3 0
Kesehatan : 6 4 0
Mana : 3 0 0
Keterangan : Terlahir dalam ras manusia yang terlatih menjadikan tubuh kuat dalam kekuatan fisiknya dan sihirnya. Pertahanan, Stamina dan kecepatanya adalah hasil dari pelatihan nya. meskipun masih muda, ia sudah menjadi pemimpin para pemimpin dan menjadi seorang pembasmi monster yang lebih dari 25.000.
__ADS_1
Keterangan tambahan : orang yang mudah tersinggung, membenci namanya cinta dan laki laki lemah. Mendedikasikan hidupnya pada tuan putri dan kota evanest.
"Wauhh, Semua statistiknya sudah mencapai 30 poin kecuali levelnya yang masih 25. Pantas jika dia menjadi pemimpin para pemimpin." Pikirku.
"Apa kau tak percaya padaku?" Tanya Feifei dengan dingin.
"Aku tak begitu mempercayai orang yang hampir membunuhkuu!" Ujarku dengan penekanan pada kata terakhir.
"Slash" Feifei menggunakan belati dan benar benar berniat menggorokku. Namun, aku sudah bersiap untuk sebuah pertarungan.
"Clank Clank" Sebuah belati dan pedang bertabrakan dengan kecepatan yang menakutkan. kecepatan yang cukup seimbang antara Aku dan Feifei sehingga Aku masih bisa mengikuti gerakan tebasan belati yang diarahkan Feifei padaku.
"Seharusnya kekuatan fisikku lebih tinggi dengannya, namun aku masih terus terusan hanya bisa menangkis seranganya yang cepat dan berbobot setiap tebasan belatinya." Ungkapku dalam hati dan terus menangkis serangan belati.
"Shadow"
Feifei tiba tiba menghilang tepat di depanku. Aku melihat sekeliling namun tak mendapatkan jejak darinya.
"Diatasmu tuan!!" Teriak kurotama yang hanya terdengar olehku menyadarkan kebingunganku dan segera ku arahkan pedangku kearah atas dan menangkis belati yang diarahkan tepat diatas kepalaku.
"Clankkkk"
"Over supression" Tiba tiba belati yang kutangkis dengan pedangku menjadi terasa berat.
"Hiyaaaaaaaaghhhh!" Teriakku yang berusaha menjaga keseimbangan pedang.
"Shadow" Lagi lagi Feifei menghilang dan tak meninggalkan jejak seakan akan ia benar benar menghilang dari pengamatanku. Kemampuan Shadow adalah kemampuan yang merepotkan seperti pertarunganku dengan raja Sponge Choco saat di tutorial lantai 01.
"Fokus tuan." Ujar Kurotama yang memperingatanku dan terus terusan mengambil sebagian mana milikku untuk dijadikan energinya.
"Untuk saat ini jangan, aku juga ingin berlatih menggunakan pedang baruku, si kurotama" Ungkapku pada Raisa Dan Kurotama lewat telepati.
Aku melihat sekeliling kamar, namun tak menemukan jejak apapun padanya.
"Apa dia juga mempunyai kemampuan menghilang?" Ucapku pelan.
"Haha, kamu benar." Sebuah belati sudah tertempel pada leherku dan perlahan sosok Feifei muncul didepanku.
"Bukankah ini termasuk curang jika menggunakan kemampuan menghilang saat kita lagi beradu pedang?" Ucapku mengejek Feifei.
"Jika aku ingin membunuhmu, aku sudah bakal membunuhmu. Apa kamu masih tak percaya padaku? Jika aku mempunyai niat buruk padamu, aku sudah akan melakukanya!" Balas Feifei yang ternyata tak suka dengan pernyataanku di awal dan segera menjauhkan belati dari leherku.
"Maafkan aku, aku hanya tak bisa begitu mempercayai orang yang tak menunjukkan wajahnya!" Ungkapku pada Feifei.
"Bukannya kau hanya ingin melihat wajahku?" Ucap Feifei dengan suara yang seperti merendahkanku.
"Aku sudah mempunyai wanita dihatiku, aku takkan tertarik denganmu! Mari pergi ke istana, aku akan mempercayaimu" Jawabku dengan memasang ekspresi jijik ke arah Feifei.
"Kurang aj**" Feifei marah dan sekali lagi mengarahkan belati ke arah leherku. Tapi aku dengan mudah menangkis belati dengan pedangku dan segera menangkap pergelangan tangannya. Aku mendekatinya dan berbisik padanya.
"Bukankah kau adalah pemimpin para pemimpin? Bukankah kau penanggung jawab semua pasukan? Namun, Sifatmu yang pemarah dan mudah tersinggung ini apakah pantas untuk menjadi pemimpinnya para pemimpin? Kurangi sifat mudah tersinggungmu dan mari selamatkan kota evanest besok malam."
"Bukannya kamu yang memulai ini!!" Teriak Feifei yang tak terima dengan ucapanku.
__ADS_1
"Bukannya kamu yang memulai untuk mencoba membunuhku?" Ucapku menyindirnya.
"Aaah, sudahlah. Mari kita pergi ke istana." Tambahku dan mengakhiri perdebatan dengan orang yang keras kepala.
"Hump" Jawab Feifei yang terdengar cemberut dan berjalan keluar dari kamar.
"Benar benar dah." Ucapku pelan sambil menggelengkan kepala dan segera mengikuti Feifei.
Singkat cerita, matahari mulai terbenam dan aku sudah berada di depan pintu istana dengan Feifei.
Aku dan Feifei segera masuk ke istana, didalam istana aku melihat sosok yang sudah tak asing bagiku, Tuan putri, Silvia dan para pemimpin (Zhiev, Lily, Ragnar dan Vir). namun mereka semua seperti kehilangan harapan dan putus asa.
"Kenapa ini?" Tanyaku dalam hati.
/-/-/-/-/-/-/-/-/
Pengingat.
Silvia \= si Pahlawan dan juga kekasih si MC.
Tuan putri \= Putri kerajaan Evanest
Raisa \= Ratu vampir yang menjadi mitra si MC.
(Suara Raisa saat didalam diriku hanya terdengar olehku dan juga Sistem. namun, jika Raisa sudah keluar dari tubuhku. Dia dapat berbicara pada siapapun dan siapapun bisa mendengar ucapan Raisa)
Kurotama \= Pedang Jiwa hitam yang menjadi mitra ke 2 si MC.
(Saat ini, Suara Kurotama hanya terdengar olehku dan juga Sistem karena adanya alasan yang mendasar)
Zhiev \= pemimpin pasukan yang menjaga perbatasan barat kota.
Lily \= pemimpin pasukan yang menjaga perbatasan selatan kota.
Ragnar \= pemimpin pasukan yang menjaga perbatasan Timur kota dan menjadi pedang si MC.
Vir \= pemimpin pasukan yang menjaga perbatasan utara kota dan menjadi pedang si MC.
Feifei \= Pemimpin para pemimpin. Penanggungjawab seluruh pasukan kota.
Jika ada saran atau kritik. silahkan berkomentar ya di kolom komentar.
Jangan lupa like dan beri bintang 5 ya.
Vote dan juga jadikan favorit. ehe ehe
__ADS_1
terimakasih