Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
take care of urself first


__ADS_3

Hari ini Shenna dan juga Lardo membuat janji untuk mengunjungi salah satu perpustakaan kota setelah pulang sekolah nanti.


Shenna terlihat sangat bersemangat saat dalam perjalanan menuju ke perpustakaan kota tersebut karena ia sudah cukup lama tidak berkunjung kesana.


Shenna bisa dibilang cukup sulit mendapatkan izin untuk keluar rumah dari Tuan Vans saat akhir pekan tiba, Tuan Vans hanya memperbolehkan Shenna pergi apabila ditemani oleh pelayan dan juga pengawal pribadinya.


"Apa kau senang?"


"Tentu, kenapa tidak?" Ucap Shenna menjawab pertanyaan Lardo sambil tersenyum lebar. "Syukurlah jika kau merasa senang, mungkin lain waktu kita akan pergi mengunjungi tempat lain untuk menghibur diri." Shenna langsung mengacungkan kedua ibu jarinya setuju.


"Kau benar, aku sangat suka berjalan-jalan mengelilingi kota. sejujurnya ada banyak sekali tempat menarik di Athlanda yang belum sempat aku kunjungi."


Mendengar ucapan Shenna langsung membuat Lardo mengarahkan sebelah tangannya untuk mengusap puncak kepala Shenna dengan lembut.


"Kau tinggal katakan kau ingin berkunjung kemana, jika luang kita akan pergi ke tempat itu." Shenna membulatkan matanya tidak percaya lalu tersenyum lebar. "Benarkah? apa kau akan mengajakku berkeliling kota dan mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya?" Tanya Shenna sementara Lardo hanya mengangguk pelan sebagai jawaban.


"Terima kasih, aku tau kau adalah anak bodoh yang sangat baik hati."


Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke perpustakaan kota. beberapa menit setelah sampai disana, terlihat perpustakaan kota tengah di padati pengunjung. banyak sekali pengunjung yang memenuhi setiap sudut perpustakaan ini baik dari lantai 1 maupun lantai 24.


"Ini bukan hari libur, tapi kenapa perpustakaannya terlihat sangat ramai?" Lardo melipat kedua tangannya di depan dada dengan pandangan yang terus mengamati suasana perpustakaan saat itu.


"Tentu saja, mereka datang kesini karena mereka merasa butuh akan ilmu. makanya mereka berkunjung ke tempat ini tanpa mengenal waktu." Shenna membenarkan apa yang di ucapkan oleh Lardo.


"Ayo kita ke lantai 4, temani aku mencari satu buku." Lardo meraih tangan Shenna lalu menggenggamnya erat menuju lift dan pergi ke perpustakaan lantai 4. Setelah sampai di lantai 4, suasana ruangannya terlihat sangat berbeda dengan suasana di ruangan lantai 1 tadi.


Suasana ruangan lantai 4 terlihat sedikit tenang tanpa ada suara bising sedikit pun, terlihat orang-orang yang tengah terfokus pada laptop dan juga buku yang berada di hadapan mereka, ini adalah suasana yang penuh dengan ketenangan.


"Dengar-dengar buku itu berada disini." Lardo terus terfokus mencari sebuah buku dari rak satu ke rak yang lain, Shenna bahkan sama sekali tidak tau buku seperti apa yang di cari oleh Lardo.

__ADS_1


"Akhirnya, aku menemukan buku ini."


Betapa terkejutnya Shenna saat melihat judul buku yang sedari tadi di cari-cari oleh Lardo.


'6 rahasia menjadi CEO sukses'


"Untuk apa kau membaca buku itu?"


"Hanya untuk mempelajarinya sedikit demi sedikit, siapa tau aku bisa menjadi seorang CEO yang sukses di masa depan. betul kan?" Shenna langsung memasang ekspresi datar saat mendengar jawaban yang di berikan oleh Lardo lalu kembali mengikuti Lardo mencari tempat nyaman untuk membaca buku.


Mereka memilih untuk duduk di depan sebuah jendela kaca berukuran besar yang saat itu memperlihatkan pemandangan kota dengan sangat indah. Gedung-gedung pencakar langit yang tertata rapi, jalan raya yang cukup di penuhi oleh kendaraan dan juga beberapa taman yang dikelola oleh Departemen kehutanan kota.


Shenna bahkan terlalu terfokus pada pemandangan yang berada di hadapannya sampai ia tidak tersadar apabila Lardo sedari tadi terus memandangi wajahnya.


"Kau suka?" tanya Lardo yang langsung mendapat anggukkan dari Shenna sebagai jawaban.


"Hentikan omong kosongmu itu dan fokus lah pada buku yang tengah kau baca sekarang!" Lardo terkekeh mendengar ocehan dari Shenna, ia menarik senyumnya tipis dan memandang Shenna sekilas dengan tatapan lembutnya sebelum ia kembali terfokus pada sebuah buku yang berada di genggamannya itu.


Tanpa sadar pipi Shenna mendadak mengeluarkan semburat merah setelah mendengar ucapan Lardo tadi. Lardo terlihat sangat memperhatikan dirinya hingga ia tak kuasa menahan malu saat mendapat perhatian dari Lardo.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, Lardo dan juga Shenna berniat untuk segera kembali ke rumah mengingat Shenna tidak diizinkan pulang larut malam oleh orang tuanya. Awalnya Lardo berniat untuk mengantar Shenna hingga sampai di rumahnya namun Shenna menolak dengan sangat tegas.


"Apa tidak masalah jika kau pulang sendirian?" Shenna menganggukkan kepalanya sementara Lardo hanya memasang ekspresi datar sambil terus menatap ke arah Shenna sedikit khawatir. "Sudahlah, bocah bodoh. kau tidak perlu khawatir seperti itu, aku akan baik-baik saja. Kau harus menjaga dirimu dulu baru kau boleh menjaga orang lain, okey?"



Lardo sempat terkejut lalu ia menarik senyum tipis saat mendengar ucapan Shenna. Terkadang Lardo merasa ada banyak hal di dalam diri Shenna yang membuat Lardo sangat mengaguminya.


Perhatian yang Shenna berikan terhadap dirinya, kasih sayang dan juga sikap peduli yang nampaknya tidak Shenna berikan kepada orang lain selain Lardo membuat Lardo terkadang merasa bahwa ia sangat berharga untuk Shenna.

__ADS_1


"Cepat pulang! ibumu pasti sudah khawatir, kau tidak ingin membuat ibumu khawatir kan?" Lardo langsung tersadar dari lamunannya lalu ia menganggukkan kepalanya cepat.


Shenna sempat terkekeh pelan saat melihat ekspresi Lardo yang cukup menggemaskan barusan. "Baiklah, kalau begitu aku pulang. kau hati-hati di jalan, ya?" Shenna hanya membalas ucapan Lardo dengan senyum manisnya lalu melambaikan tangannya kepada Lardo.


Lardo pun mulai melangkahkan pergi meninggalkan Shenna menuju rumahnya, begitu juga dengan Shenna. tetapi secara tiba-tiba, hidung Shenna kembali mengeluarkan darah.


Shenna awalnya sempat panik saat melihat darah yang mulai menetes dari lubang hidungnya. ia dengan cepat mengeluarkan sebuah sapu tangan dari saku jaketnya lalu menghapus darah itu menggunakan sapu tangan yang berada di genggamannya saat ini.


Ia menghela nafas lega, karena untungnya hal ini tidak terjadi saat dia masih bersama dengan Lardo. apabila hal ini terjadi saat dirinya masih bersama dengan Lardo, mungkin Lardo akan sangat mengkhawatirkan dirinya.


Shenna kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah keluarga Vans. Shenna terus mengingat tentang bagaimana senangnya ia hari ini karena bisa meluangkan banyak waktu untuk pergi bersama dengan Lardo.


Ia merasa ada sesuatu hal yang berbeda di dalam dirinya, ia merasa sangat perduli, perhatian dan juga menyayangi Lardo karena sebelumnya ia tidak pernah bersikap seperti ini terhadap orang lain. menurut Shenna ini adalah satu hal yang aneh.


"Apa mungkin Lardo sudah meluluhkan hatiku dan membuatku tertarik padanya?" Shenna mengepalkan kedua tangannya di depan dada dan terdiam sebentar.


Jika memang hal itu benar, apa akan menjadi hal yang pantas apabila Shenna jatuh cinta pada sahabatnya sendiri yang selama ini sangat ia sayangi?


"Lardo tidak boleh mengetahui hal ini, aku harus bisa menyimpan perasaanku terhadap dirinya. Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya."


Shenna menghela nafas pelan lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket setelah itu kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumahnya.


Sementara Lardo...


Lardo terus saja termenung saat dalam perjalanan menuju ke rumah. Ia tidak mengira bagaimana bisa ia merasakan hal semacam ini? dan bagaimana bisa ia menaruh rasa pada sahabatnya sendiri?


Ia bahkan sama sekali tidak tau apa Shenna juga memiliki perasaan yang sama atau tidak terhadap dirinya.


"Hah, bagaimana bisa aku mencintai dia?"

__ADS_1


__ADS_2