Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
last day with you


__ADS_3

Tiba sudah hari dimana Lardo akan pindah ke Preston bersama dengan keluarganya. Sakura datang pagi-pagi buta untuk bertemu dengan Lardo sebelum kepergiannya. sementara Shenna tidak kunjung datang hingga hari menjelang siang.


"Kemarin dia kemari."


Ucap Lardo kepada Sakura sambil mengeluarkan tas besar yang berisikan semua barang-barang miliknya dari dalam gubuk.


"Huh... dia pasti merasa sangat sedih karena harus berpisah denganmu."


Lardo melirik ke arah Sakura sekilas sambil tersenyum masam. Lardo sudah mengetahui akan hal itu, Shenna memang satu-satunya orang yang paling tidak bisa melepas kepergiannya.


"Kau akan kembali lagi kesini, kan?"


"Iya."


Jawaban yang di berikan Lardo membuat Sakura menoleh ke arahnya lalu menarik senyum manisnya. "Kau harus bisa menepati ucapanmu itu, ya?" Lardo menganggukkan kepala pelan.


"Bagaimana pun juga aku sudah berjanji pada Shenna untuk kembali lagi kesini. Selama aku tidak berada disini, aku harap kau bisa menjaga dia dengan baik dan selalu menemani dia. aku tidak ingin dia merasa kesepian, apa kau bisa?"


Sakura bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Lardo, ia duduk di hadapan Lardo sambil menggenggam tangannya erat. "Aku menganggap kau dan juga Shenna sebagai sahabatku, aku pasti akan selalu menemani dia tanpa kau minta sekalipun. kau tenang saja, yang perlu kau lakukan hanya belajar dengan giat disana agar kau bisa mewujudkan semua mimpimu di masa depan."


Lardo mempercayai semua ucapan Sakura, karena hanya Sakura lah harapan Lardo satu-satunya yang bisa menemani Shenna agar Shenna tidak merasa kesepian disaat dirinya tidak ada.


Sekarang Lardo berfikir bahwa dirinya bisa pergi dari Athlanda dengan perasaan tenang, semua tentang Shenna ia serahkan kepada Sakura.


"Lardo, ayo kita berangkat." Ucap Rossa yang membuat Lardo serta Sakura menoleh ke arahnya. Lardo menganggukkan kepala pelan lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah Sakura sambil tersenyum tipis.


"Tolong berikan ini kepada Shenna."


Lardo merogoh isi di dalam tas besar miliknya dan mengeluarkan sebuah surat yang sudah ia tulis kemarin malam untuk di berikan kepada Shenna.


"Sampaikan permintaan maaf ku padanya, karena aku tidak bisa menemani dia disini untuk sementara waktu. aku akan kembali saat waktunya tiba, tolong jaga Shenna dengan baik." Sakura meraih surat itu dan menggenggamnya erat sambil tersenyum kecil. "Sakura, aku sangat mempercayaimu." Lardo meraih tas besar miliknya dan berjalan menghampiri Rossa, Lili dan juga Derry yang sudah siap untuk pergi menuju Preston.


Sakura hanya terdiam dengan air mata yang menggenangi pelupuk matanya. meskipun dia tidak begitu dekat dengan Lardo, tapi kepergian Lardo membuatnya merasa sangat sedih. Ia yakin bahwa Shenna juga merasakan hal yang sama, ditambah lagi Lardo dan juga Shenna berhubungan sangat dekat. Keduanya sama-sama saling mencintai, pasti sangat berat untuk Shenna melepas kepergian Lardo.


Taksi yang akan membawa keluarga Lardo pergi menuju stasiun sudah tiba, Lardo bersama dengan Derry memasukkan semua barang-barang mereka ke bagasi mobil sementara Rossa dan juga Lili sudah masuk ke dalam taksi itu lebih dulu.

__ADS_1


"LARDOOOOOO, TUNGGU!"


Lardo terkejut mendengar suara yang memanggil namanya dari kejauhan dengan nada suara yang sangat kencang. ia menoleh ke asal suara bersama dengan Derry dan juga Sakura.


Ia melihat Shenna tengah berlari dengan sangat cepat sambil terengah-engah menghampiri dirinya. air mata yang berjatuhan membasahi pipi mulusnya membuat kondisi Shenna saat itu sangat menyedihkan.


Kaki Shenna tiba-tiba terasa sangat lemas karena sudah berlari terlalu jauh. ia terjatuh karena tersandung sebuah batu sehingga membuat Lardo langsung melangkah menghampirinya.


Dengan sekuat tenaga, Shenna berusaha untuk bangkit namun ia merasa tidak sanggup lagi karena kakinya sudah terluka akibat terjatuh tadi. ia menangis terisak sambil menundukkan kepalanya. ia sangat benci kondisi disaat dia terlihat tidak berdaya seperti sekarang.


"Shenna..."


Lardo mendudukkan tubuhnya di hadapan Shenna lalu menggenggam kedua bahu Shenna dengan sangat erat. Shenna masih saja menundukkan pandangannya dengan air mata yang terus saja berjatuhan. "Kau... jangan menangis, kumohon." Lardo langsung menarik Shenna ke dalam pelukannya dan memeluk tubuh itu dengan sangat erat.


"Aku baik... Lardo, aku baik-baik saja." Shenna membalas pelukan Lardo sambil tersenyum tipis meskipun air mata terus berjatuhan dari pelupuk matanya. "Maafkan aku karena terlambat menemuimu, sekarang kau sudah ingin pergi, ya?" Lardo tidak kuasa menahan tangisnya.


Tangisnya pecah namun ia berusaha untuk tetap bungkam. Shenna melepas pelukan Lardo perlahan-lahan lalu menatap Lardo yang tengah menangis di hadapannya sekarang. "Hei, bocah bodoh. Ayo kita lepas kepergianmu dengan senyuman, jangan terus bersedih seperti ini."


Lardo tak kuasa melihat Shenna berusaha tegar di hadapannya seperti sekarang. tersenyum dengan air matanya yang terus berjatuhan membuat hati Lardo terasa sangat sakit ketika melihatnya.


"Iya."


Shenna merasa dadanya sangat sesak, ia mengarahkan sebelah tangannya pada puncak kepala Lardo lalu membelai kepala Lardo pelan. "Jaga kesehatanmu dan jangan lupa untuk makan dengan teratur." Lardo menaikkan pandangannya kepada Shenna yang saat itu tengah menatapnya sambil tersenyum tipis.


"Apa kau tidak sedih?"


Pertanyaan yang dilontarkan Lardo langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Shenna. "Tidak, ini adalah hari terakhir bersama denganmu. aku tidak ingin mengantar kepergianmu dengan air mata, lagipula kau berjanji untuk kembali, lalu untuk apa aku bersedih?"


Lardo tertegun lalu meneteskan air matanya. "Jangan lupakan aku, aku akan segera kembali." Ucap Lardo lalu ia menundukkan kepalanya tidak kuasa.


Shenna berusaha bangkit sambil menggenggam bahu Lardo agar ikut bangkit bersama dengannya. "Baiklah, aku tidak akan melupakanmu, bocah bodoh. sekarang sudah saatnya kau pergi, kan? jangan sampai kalian ketinggalan kereta."


Lardo merasa tubuhnya sangat lemas, berat rasanya untuk pergi meninggalkan Athlanda apalagi meninggalkan Shenna. ia menaikkan pandangannya kearah Shenna sedikit tanpa senyum yang tercetak di bibir manisnya.


"Kau harus berjanji padaku untuk belajar dengan giat disana, kau harus bisa menjadi kebanggaan keluargamu." Shenna meraih kedua tangan Lardo lalu menggenggamnya erat sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


Terlihat Derry berjalan menghampiri Lardo lalu meletakkan tangannya di atas bahu Lardo sehingga membuat Lardo menatap ke arah Derry. "Ayo, kita harus bergegas."


Sakit, hati Shenna terasa sangat sakit. Lardo mengiyakan ucapan Derry dengan anggukkan kepalanya lalu berjalan ke arah mobil taksi yang sudah menunggunya sedari tadi. Shenna hanya bisa berdiri dan terdiam di tempat, melihat sosok yang sangat dia sayang pergi meninggalkannya.


Sebelum melangkah masuk ke dalam taksi, Lardo menoleh sekilas ke arah Shenna dengan tatapan yang sangat menyedihkan. hal ini membuat Shenna tak kuasa menahan air matanya dan membiarkan air matanya tumpah begitu saja.


Lardo melangkah masuk ke dalam mobil bersama dengan Derry. supir taksi pun menjalankan mobilnya dan pergi menuju stasiun. Shenna yang melihat mobil taksi itu mulai menjauh pergi langsung berlari mengejar mobil itu.


Sakura yang melihat kejadian di hadapannya pun tak kuasa menahan tangis. Shenna terjatuh sekali lagi, kedua kakinya terasa sangat lemas dan dia terjatuh tidak berdaya sekarang. Sakura dengan cepat langsung menghampiri Shenna yang saat itu tengah terduduk sambil menundukkan pandangannya dan menangis terisak.


"Shenna, jangan seperti ini." Sakura menarik Shenna kedalam pelukannya dan memeluk Shenna dengan sangat erat. Shenna tidak lagi bisa berpura-pura tersenyum saat melihat Lardo pergi meninggalkannya.


Sedangkan Lardo, setelah masuk ke dalam mobil, ia hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibirnya. Rossa dan Derry merasa sangat sedih melihat kondisi putranya seperti sekarang ini.


Rasa bersalah di dalam diri Rossa pun semakin memuncak, ia merasa telah merebut kebahagiaan putranya.


Lardo mengingat beberapa hari sebelum ia pergi, dimana Shenna sempat menahan kepergiannya dan meminta Lardo untuk tetap berada di Athlanda.



Tangis Lardo kembali pecah, ia menutupi wajahnya itu dengan kedua tangannya sendiri. ia membiarkan seluruh air mata membasahi wajahnya. Rossa menggerakkan sebelah tangannya untuk merangkul tubuh Lardo dan berusaha untuk menenangkan putranya itu.


"Jangan menangis lagi, anakku."


Lardo tidak bisa menahan tangisnya, ia terus mengingat bagaimana hari-hari yang ia lewati bersama Shenna. bercanda tawa sambil mengobrol bersama. ia melewati hari-harinya bersama Shenna penuh dengan suka cita.



Lardo merasa dadanya sangat sesak, ia tidak sanggup menuangkan seluruh kesedihannnya lagi. ia bahkan masih mengingat dengan jelas bagaimana suara isak tangis Shenna yang meminta dirinya untuk tidak pergi dari sisinya.



"Sakura, dia sudah pergi. ke... kesayanganku... dia sudah pergi." Sakura memeluk tubuh Shenna erat sambil menangis terisak bersama dengannya.


"Dia akan kembali kepadamu. jangan khawatir, dia akan menepati janjinya."

__ADS_1


__ADS_2