Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
about ur feel


__ADS_3

"Because?"


"Because... I love you."


Lardo terkejut mendengar jawaban dari Shenna, ia langsung menatap mata Shenna dengan tatapan lekatnya karena merasa sangat tidak percaya. selama ini Lardo pun memiliki perasaan terhadap Shenna, ia tidak menyangka bahwa Shenna pun merasakan hal yang sama seperti apa yang dia rasakan.


"Maaf."


Lardo berusaha untuk tetap tenang, ia menggerakkan sebelah tangannya untuk mengusap pipi Shenna dengan sangat lembut sambil tersenyum tipis. "Untuk apa meminta maaf seperti itu? aku senang kau berani mengatakan tentang perasaanmu kepadaku, terima kasih. aku sangat menghargai keberanianmu." ucap Lardo yang membuat Shenna terdiam cukup lama.


"Jika kau ingin menjauh dariku agar perasaanku terhadap dirimu menghilang maka lakukan saja, aku sama sekali tidak keberatan." Lardo menggelengkan kepalanya cepat, menolak apa yang baru saja Shenna katakan. "Tidak, aku tidak akan menjauhi dirimu." Ucap Lardo.


Lardo meraih kedua tangan Shenna yang saat itu berada di atas pahanya lalu menggenggam kedua tangan itu dengan sangat erat. "Aku tidak akan menjauhimu karena aku pun memiliki perasaan yang sama terhadap dirimu." mendengar apa yang di ucapkan Lardo sontak membuat Shenna terkejut hingga kedua matanya membulat sempurna.


"Bagaimana bisa?"


"Entah, rasa nyaman apa yang membuat aku tidak ingin kehilangan dirimu. aku selalu saja ingin selalu berada di sampingmu, menemanimu, dan menjagamu." Shenna tersipu malu mendengar ucapan Lardo.


Ini adalah kali pertama ada seorang lelaki yang mengungkapkan perasaannya kepada Shenna, maka dari itu Shenna merasa cukup gugup dan tidak tau bagaimana cara menahan kebahagiaan ini.


"Apa kita masih bisa bersahabat?"


"Tentu, kenapa tidak?" Ucap Lardo sambil tersenyum tipis. "Kenapa tidak lebih dari itu?" batin Lardo berbicara.


"Aku takut apabila mengatakan hal ini kepadamu, persahabatan kita akan hancur nantinya dan tidak bisa dipertahankan lagi. tapi aku ingin kau mengetahui apa yang aku rasakan, aku sudah menyimpan rasa ini cukup lama. kau adalah pria pertama yang membuat aku merasa nyaman saat bersama denganmu, bahkan ayahku pun tidak bisa membuatku merasa nyaman saat aku berada di dekatnya." Lardo tersenyum bahagia mendengar pengakuan Shenna barusan.


Apa yang di ucapkan Shenna memang benar, sekalipun mereka berdua saling mencintai, tetapi lebih baik hubungan mereka tetap seperti ini. karena jika Lardo menginginkan Shenna menjadi kekasihnya, saat hubungan mereka berakhir nanti, mereka tidak bisa lagi menjadi dekat seperti sekarang ini.


"Lardo, aku menyayangimu."


"Aku tidak dapat menahan rasa cemburu saat melihat kau perhatian terhadap Sakura tadi, aku rasa sudah waktunya kau mengetahui tentang hal ini. Maaf jika aku dengan lancangnya mencintai dan men-"


Tiba-tiba Lardo menarik tengkuk Shenna dan mengecup bibir Shenna lembut. Shenna terkejut bukan main dengan apa yang dilakukan Lardo saat itu. Lardo memperdalam ciumannya dan bermain dengan lidah Shenna di dalam sana.


Shenna yang nampaknya mulai terbawa suasana langsung mengalungkan kedua tangannya di atas leher Lardo dan mengikuti gerakan lidah Lardo dengan cukup lihai.



Ini sudah yang kedua kalinya dan Shenna tidak pernah merasa menyesal telah memberikan ciuman pertama dan keduanya kepada Lardo. mungkin untuk selamanya ia berharap bahwa hanya Lardo lah yang pantas mendapatkan ini. bukan lelaki lain.

__ADS_1


"Lardo..."


Lardo mulai turun menciumi leher jenjang Shenna, hembusan nafasnya yang seakan-akan menggelitik membuat Shenna merasa sedikit geli. aroma parfum yang dikenakan oleh Shenna sangat tercium di sana.


"Lardo, hentikan kumohon."


Bodoh, mereka bahkan sampai lupa kalau mereka tengah berada di uks sekolah. tapi Lardo masih terus melanjutkan permainannya sehingga membuat Shenna terpaksa mendorong tubuh Lardo agar menjauh darinya.


"Kau! dasar mesum!" Cibir Shenna yang langsung membuat Lardo melipat kedua tangannya di depan dada lalu tersenyum miring. ini adalah kali pertama ia mencium seorang perempuan selain ibunya. Lardo merasa bahwa Shenna kini sudah memiliki posisi spesial di dalam hidupnya.


clek!


Pintu ruang uks terbuka, terlihat Sakura sudah membawa nampan di genggamannya yang berisikan teh hangat dan juga beberapa obat di atas piring. "Hei, aku sudah menemukan obat yang cocok untukmu dan membuatkanmu teh hangat."


Sakura meletakkan nampan itu di atas kasur uks dan memberikan teh hangat dan juga obatnya kepada Shenna. "Ini, karena masih lumayan panas, minumnya harus pelan-pelan, ya? Sebelumnya aku ingin bertanya, apa kau memiliki alergi terhadap obat?" Shenna menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, kau boleh minum teh hangat dan juga obatnya sekarang." Shenna tersenyum kecil lalu memasukkan obat itu ke dalam mulutnya sebelum meminum teh hangat itu perlahan-lahan.


Setelah teh hangat itu selesai di minum oleh Shenna hingga tersisa setengah, Lardo mengambil cangkir teh itu dan meletakkannya di atas meja yang terletak di samping kasur uks. "Bagaimana, apa kondisimu sudah terasa lebih baik sekarang?" tanya Sakura dengan nada suara lembut.


"Sudah lebih baik, terima kasih Sakura."


Ternyata Sakura adalah perempuan yang baik dan juga sangat perhatian, tidak seburuk yang Shenna pikirkan. awalnya memang sangat sulit membujuk Sakura untuk berteman dengannya, tapi sekarang Sakura bahkan sangat memperdulikan kondisi Shenna. "Apa kau masih mau beristirahat disini?" Tanya Sakura.


"Tidak, sebentar lagi aku akan mengantar Shenna pulang karena hari mulai petang." jawab Lardo yang membuat Sakura menganggukkan kepala mengerti.


"Baiklah, kau harus menjaga Shenna dengan baik. jangan sampai terjadi apa-apa dengannya." ucap Sakura memperingatkan. ia meraih tas miliknya yang berada di tepi kasur uks lalu mengenakan tas itu sebelum bangkit berdiri.


"Aku mungkin akan pulang duluan, tidak masalah kan?" tanya Sakura, Shenna menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. "Tidak, aku justru sangat minta maaf karena harus menemaniku disini, kau jadi pulang terlambat." Sakura mengusap kaki Shenna pelan sambil tersenyum lebar. "Tidak perlu minta maaf seperti itu, kau sama sekali tidak merepotkanku. justru aku merasa sangat senang karena kehadiranmu dan juga Lardo membuat aku merasa bahwa aku sekarang telah memiliki seorang teman." Ucap Sakura yang membuat Shenna terdiam sambil menatap mata Sakura lekat.


Shenna menarik senyumnya tipis sambil terus menatap ke arah Sakura dengan tatapan hangatnya. "Kita sekarang adalah teman." ucap Shenna. Sakura sempat terkejut mendengar ucapan Shenna.


"Benarkah?"


"Tentu, kita sekarang berteman." sambung Lardo yang diikuti oleh anggukkan kepala dari Shenna. Sakura tersenyum lebar saat Shenna dan juga Lardo menganggap Sakura sebagai teman mereka. Sekarang Sakura tidak lagi sendirian karena dia memiliki Shenna dan juga Lardo sebagai temannya.


"Jangan pernah merasa sendirian lagi, ya? sekarang kau memiliki kita berdua sebagai tempatmu berbagi cerita." Ucap Shenna. Sakura melangkah mendekati Shenna dan memeluknya erat. tanpa sadar Sakura meneteskan air mata sehingga membuat hoodie yang dikenakan oleh Shenna sedikit basah.


"Shenna... terima kasih."

__ADS_1


Shenna membalas pelukan Sakura lalu mengusap punggung Sakura dengan sangat lembut sambil tersenyum lebar. Lardo pun ikut tersenyum melihat apa yang berada di hadapannya sekarang.


Shenna selalu membuat Lardo jatuh cinta padanya karena kebaikkan dan juga kemurahan hatinya, ia merasa bahwa ia tidak salah memiliki perasaan terhadap perempuan seperti Shenna.


Shenna melepas pelukannya perlahan-lahan dan menangkup wajah Sakura sambil menatapnya dengan tatapan hangat. ia mengusap air mata yang mengalir dari pelupuk mata Sakura sambil menggeleng pelan. "Jangan menangis, satu hal yang harus kau ketahui bahwa aku sangat tidak menyukai air mata." Lardo tersenyum mendengar ucapan Shenna.


"Gadis cantik yang murah hati, ia pantas mendapatkan banyak cinta dari orang-orang." batin Lardo berbicara.


"Shenna, Lardo, terima kasih. kalian adalah teman pertamaku di sekolah ini." Ucap Sakura dengan nada suara yang terdengar sedikit sesegukan.


"Tidak, jangan berterima kasih seperti itu. Kita sekarang adalah seorang teman, bukankah sudah seharusnya kita saling menemani dan juga saling membantu satu sama lain?" Tanya Shenna yang langsung di jawab dengan anggukkan kepala oleh Sakura.


"Sakura, kau gadis manis yang baik hati dan juga penyayang. tidak ada alasan untuk tidak menemanimu, hanya saja pemikiran beberapa anak di sekolah ini sangat sempit, kau pantas mendapatkan banyak teman dan kau tidak pantas di pandang rendah seperti itu. kau harus tumbuh menjadi gadis yang kuat, yang bisa melawan semua ucapan mereka, bukan diam di tempat dan membiarkan mereka menginjak-injak harga dirimu. sesederhana apapun kehidupanmu, harga dirimu sangat berarti lebih dari apapun." Ucap Shenna memperingatkan.


Sakura kembali memeluk Shenna dan menangis terisak di dalamnya, Sakura merasa sangat terharu karena Shenna terlihat sangat perduli dengan dirinya. "Shenna, aku menyayangimu."


"Aku juga."


-Diperjalanan pulang-


Lardo menemani Shenna pulang ke rumahnya walaupun Shenna hanya memperbolehkan Lardo mengantarnya sampai depan perumahan. Karena Shenna takut Lardo akan di marahi oleh ayahnya nanti.


Lardo tau bahwa perumahan yang di tempati oleh keluarga Shenna ini adalah perumahan yang di tinggali oleh keluarga-keluarga kaya di Athlanda. Lardo sempat berfikir memang seharusnya ia hanya mengantar Shenna sampai depan perumahan, karena dirinya tidak pantas masuk ke dalam perumahan yang di tinggali oleh banyaknya keluarga kaya di Athlanda.


Lardo pernah berkunjung ke tempat ini, dimana ia masuk ke area perumahan ini dan duduk di sebuah halaman rumah keluarga Vans. lalu Lardo mendapat perlakuan tidak mengenakkan dimana ia di tendang dan di seret agar segera pergi meninggalkan area rumah keluarga Vans.


"Shenna, siapa keluargamu?"


Shenna terdiam mendengar pertanyaan Lardo, "Keluargaku bukan siapa-siapa." Lardo tidak percaya dengan jawaban yang di berikan oleh Shenna. jika memang keluarganya bukan keluarga yang sangat berpengaruh di Athlanda, ia tidak mungkin bisa tinggal di perumahan ini.


"Kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang dari keluarga mana kau berasal? kau bahkan tidak pernah menyebutkan margamu padaku. " Shenna mengepalkan kedua tangannya di depan dada dengan tatapan cemas.


"Lardo, kau pasti akan mengetahuinya suatu saat nanti. aku sangat tidak ingin membahas perihal keluargaku sekarang ini." ucap Shenna yang membuat Lardo menaikkan sebelah alisnya bingung.


Ia menarik nafas berat lalu menganggukkan kepala pasrah. "Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk bercerita tentang keluargamu padaku."


Shenna hanya tidak siap menceritakan tentang keluarganya pada Lardo, keluarganya terkenal dengan kekejamannya terhadap keluarga miskin di Athlanda, keluarga Vans tidak akan membiarkan keturunannya untuk bergaul dengan keluarga miskin. hal ini yang membuat Shenna enggan menceritakan perihal keluarganya kepada Lardo.


Di tambah lagi perlakuan ayahnya yang selalu seenaknya pada Shenna dan juga keluarga miskin di Athlanda. Shenna lebih baik memilih bungkam dibandingkan harus bercerita mengenai keluarganya kepada Lardo.

__ADS_1


"Lardo, maaf. Bukan waktu yang tepat untuk memberi tahumu perihal keluargaku."


__ADS_2