Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
bad news


__ADS_3

Sudah tiba saatnya pembagian hasil ujian kenaikkan kelas. Shenna, Lardo dan juga Sakura merasa sangat penasaran akan hasil ujian mereka. mereka bertiga sangat berharap bahwa hasilnya akan sangat memuaskan sehingga dapat menghilangkan rasa cemas pada diri mereka.


"Kau sudah dapatkan kertasnya?"


Lardo memperlihatkan kertas putih berisikan hasil ujian kenaikkan kelas yang sudah berada di dalam genggamannya kepada Shenna dan juga Sakura sambil tersenyum lebar.


"Mau lihat bersama-sama?"


"Tentu saja." Jawab Sakura mantap. Shenna, Lardo dan juga Sakura akhirnya membuka selembaran kertas itu secara bersamaan.


Lardo membuka matanya lebar-lebar saat melihat hasil ujian kenaikkan kelasnya dan membaca setiap kalimatnya dengan sangat teliti.


Keputusan :


Berdasarkan keputusan rapat dengan menimbang hasil belajar semester I dan II, Siswa yang bernama, Lardo Dimitri dinyatakan :


Naik kelas : 9


Lardo menarik senyum lebar lalu menatap ke arah Shenna dan juga Sakura yang saat itu juga tengah memasang ekspresi bahagia. "Bagaimana hasilnya?" Tanya Sakura kepada Shenna. spontan Shenna langsung menjerit kencang lalu memeluk Sakura dengan sangat erat.


"Aku naik kelassss! bagaimana denganmu?"


"Aku juga." Sakura dan juga Shenna saling berpelukan dengan sangat erat karena merasa sangat bahagia, lalu mereka berdua mengalihkan pandangan mereka ke arah Lardo yang tengah terdiam sambil memandang kepada mereka berdua.


"Kau juga naik kelas, kan?"


"Apa kau berfikir siswa tampan dan juga cerdas seperti diriku ini akan tinggal kelas?" Tanya Lardo dengan ekspresi berbangga diri sambil melipat kedua tangannya di depan dada yang membuat Shenna serta Sakura langsung memberikan tatapan malasnya.


"Akhirnya, hasil ujian ini membuatku merasa lega. Aku tidak menyangka bahwa aku dan juga Lardo menjadi peringkat teratas di kelas." Ucap Shenna yang tidak bisa menjelaskan betapa bahagianya dia saat itu.


"Itu karena kita adalah murid paling tekun."


"Kau benar, Lardo. kalian berdua adalah murid tercerdas di kelas 8A, bahkan banyak guru yang sudah mengakui kecerdasan kalian." Potong Sakura sambil tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kyaaa! Tidak mungkin! bagaimana aku bisa tinggal kelas?! bagaimana aku akan menjelaskannya kepada kedua orang tuaku?! mereka pasti akan sangat marah jika tau aku tidak naik kelas."


Terdengar suara gaduh dari seberang sana yang memperlihatkan Axel tengah merengek dengan selembar kertas hasil ujian yang berserakan di jalan. Teman-teman yang berada di sekelilingnya pun terlihat tengah berusaha menenangkan Axel namun ia terus saja merengek tanpa henti.


Melihat pemandangan ini membuat Lardo, Shenna dan juga Sakura terkekeh pelan. "Itu adalah akibat atas perbuatannya selama ini yang terus saja memandang rendah pada Lardo." ucap Shenna yang membuat Lardo menoleh ke arahnya sambil tersenyum simpul. "Sekarang dia sudah mendapatkan karma atas perbuatannya sendiri." Sambung Lardo.


Axel dan juga teman-temannya tiba-tiba menyadari kehadiran Lardo, Shenna dan juga Sakura di dekat mereka. Axel langsung berusaha bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Lardo dengan tatapan penuh amarah.


"Kauuu! pengemis jalanan! kau pasti sudah berbuat curang agar bisa mendapatkan nilai yang bagus dan juga naik kelas, benar kan?!" Tuduh Axel sambil melemparkan tatapan kesalnya kepada Lardo. sementara Lardo hanya memasang wajah datar dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana.


"Benarkah? bukankah kau sendiri yang sudah berlaku curang agar bisa mendapatkan nilai bagus? diam-diam memasukkan selembar kertas contekan ke dalam kolong meja, apa kau fikir aku tidak mengetahui hal itu?" Axel terkejut mendengar kata-kata Lardo barusan.


"Tidak! kau sedang mengatakan suatu omong kosong, aku tidak pernah menggunakan cara curang hanya untuk mendapatkan nilai bagus. lagi pula guru pun mengakui kecerdasanku selama ini. akui saja bahwa kau yang sebenarnya melakukan tindakan curang itu!"


Lardo mendengus pelan sambil tersenyum miring. "Kau yang sebenarnya tengah mengatakan suatu omong kosong, bukan aku. Kau seharusnya tau bahwa Tuhan akan mempermudah pekerjaan apapun yang dilakukan dengan cara jujur, dan akan mempersulit setiap pekerjaan yang dilakukan dengan cara curang." Bisik Lardo di telinga Axel lalu melangkah pergi bersama dengan Shenna dan juga Sakura, meninggalkan Axel yang masih mematung di tempat.


Shenna tertawa terbahak-bahak saat mengingat ekspresi Axel yang merasa sangat kesal karena mendengar ucapan Lardo. "Dia memang pria yang tidak tau malu." Ucap Shenna masih tidak berhenti tertawa.


Lardo yang menyadari hal itu langsung menggenggam tangan Shenna erat, "aku akan menemani Shenna menghabiskan waktunya selama liburan kenaikkan kelas ini. kita berdua bisa berkunjung ke perpustakaan kota dan juga tempat-tempat lainnya. bukankah aku berjanji padamu bahwa aku akan mengajakmu mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kau kunjungi sebelumnya di Athlanda?" Shenna tertegun mendengar ucapan Lardo, dan sempat terdiam cukup lama.


"Benarkah kau akan menemaniku?"


"Tentu saja." Jawab Lardo memang senyum lebar yang terukir di bibir manisnya.


"Ahhh... itu ide yang bagus, kalian harus menikmati waktu libur ini sebaik mungkin." Sambung Sakura yang mendapat anggukkan kepala setuju dari Lardo.


Shenna merasa, mungkin akan sangat menyenangkan apabila dia bisa menghabiskan waktu liburnya bersama dengan Tuan Vans tapi itu bukanlah suatu hal yang mungkin. Tuan Vans selalu di sibukkan oleh pekerjaannya, akan sangat sulit meminta waktunya agar bisa menemani Shenna menghabiskan waktu libur kenaikkan kelas ini bersama dengan dia.


Lagipula mengingat bagaimana hubungan mereka berdua akhir-akhir ini membuat Shenna membuang jauh-jauh harapannya itu. Setelah mendengar ucapan Lardo yang bersedia menemani Shenna menghabiskan waktu libur kenaikkan kelas bersama-sama membuat Shenna kembali merasa bahagia.


Sebelumnya ia selalu menghabiskan waktu libur dengan berdiam diri di dalam rumah dan bermain bersama dengan para pelayan, tapi sekarang ia punya Lardo yang bersedia menemani Shenna kapan pun juga.


"Kita akan mengunjungi ChocoVilla jika kau mau, kita akan menikmati berbagai macam kue cokelat disana." Dengan kehidupannya yang terbilang cukup sederhana, Lardo selalu berusaha sebisa mungkin untuk terus menemani Shenna.

__ADS_1


Hal ini membuat Shenna merasa bahwa dirinya sudah menjadi seseorang yang sangat berharga untuk Lardo setelah keluarganya. Semakin banyak perhatian, kasih sayang, dan juga kelembutan yang diberikan Lardo kepada Shenna membuat Shenna semakin jatuh cinta pada dirinya.


Tiba-tiba penjaga sekolah berjalan menghampiri Shenna, Lardo dan juga Sakura yang tengah berbincang sambil tertawa bersama. "Nak Lardo, ibumu mencarimu di lobby." Lardo tertegun saat mendengar bahwa Rossa tengah berada di sekolahnya. ada keperluan apa?


Lardo langsung pergi menuju lobby di temani oleh Shenna dan juga Sakura yang berjalan di belakangnya. saat sampai di lobby, pandangan Lardo terfokus ke arah Rossa yang tengah terduduk di atas sofa lobby dengan derai air mata yang tak kunjung berhenti.


Lardo pun merasa sangat terkejut dan juga khawatir melihat Rossa dalam kondisi seperti itu, ia langsung menghampiri Rossa dan memeluk tubuhnya erat. "Ibu, kenapa ibu menangis? apa ada sesuatu? ceritakan padaku."


Rossa menangis sesegukan di dalam pelukan Lardo, tubuhnya bergetar hebat seakan tak kuat menahan sedih yang ia rasa. Lardo semakin merasa cemas, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya menimpa ibunya sampai ia terus menangis seperti ini.


"Lardo, ayahmu..."


Bibirnya bergetar hebat bersamaan dengan tubuhnya, Lardo berusaha untuk menenangkan Rossa dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat. "Ada apa? apa yang terjadi dengan ayah?"


Tangis Rossa pecah, Shenna dan juga Sakura pun merasa khawatir sekaligus bingung. apa yang sebenarnya menimpa Tuan Dimitri sampai ibu Lardo menangis seperti sekarang ini?


"Ibu, katakan padaku. ada apa?" Lardo menangkup wajah Rossa dan memandang matanya yang penuh dengan derai air mata dengan tatapan lekat.


"Ayahmu mengalami kecelakaan, lukanya cukup dalam dan sekarang kondisinya sangat kritis. Jika ia tidak segera mendapatkan penanganan yang intensif maka dokter tidak dapat menyelamatkan nyawanya." Lardo terdiam, ia seketika mati rasa saat mendengar kabar tentang sesuatu yang menimpa ayahnya.


"Ibu, bagaimana bisa?"


Rossa menggelengkan kepalanya tidak kuasa, "Ibu juga tidak mengetahui secara detail apa yang menimpa ayahmu sebenarnya. tapi seseorang yang menabrak ayahmu berhasil melarikan diri."


Shenna dan juga Sakura menangis terisak mendengar kabar Tuan Dimitri sekarang ini. ini pasti membuat keluarga Dimitri merasa sangat terpukul.


"Kenapa ayah tidak mendapatkan penanganan intensif secepatnya?" Rossa terdiam sambil menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangannya itu. "Lardo, maafkan ibu. ibu tidak memiliki biaya untuk itu semua, biayanya cukup besar. ibu tidak memiliki apa-apa lagi sekarang."


Hati Shenna merasa sangat teriris mendengar ucapan Rossa, keluarga Dimitri benar-benar tengah berada di dalam kondisi yang sangat sulit. Dan nyawa Tuan Dimitri pun tengah di pertaruhkan.


Shenna berfikir untuk meminta ayahnya membantu keluarga Dimitri dalam hal ini, tapi apakah ayahnya mau membantu keluarga Dimitri melihat bagaimana sikapnya yang selalu semena-mena terhadap keluarga yang memiliki status rendah.


"Lardo, aku akan berusaha membantumu." Ucap Shenna yang langsung membuat Lardo serta Rossa mengalihkan pandangannya ke arah Shenna.

__ADS_1


__ADS_2