
Lardo baru saja sampai di sekolah, ia baru saja ingin menaikki tangga lantai 2 menuju ke lantai 3 namun secara tiba-tiba ia tidak sengaja berpapasan dengan Kyoko sehingga membuat Kyoko menghentikan langkahnya lalu menghadap ke arah punggung Lardo yang saat itu tengah melangkah naik.
"Kak Lardo!"
Mendengar seseorang memanggil namanya membuat Lardo menghentikan langkahnya lalu menatap ke arah Kyoko. Kyoko menaikki beberapa anak tangga perlahan-lahan hingga ia berdiri berhadapan dengan Lardo saat ini. "Selamat pagi." Sapa Kyoko terdengar ramah, Lardo menarik senyum tipis lalu mengangguk pelan, "Selamat pagi, Kyoko."
"Kau datang pagi sekali, apa ada ujian di jam pertama?"
Lardo menggeleng pelan sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana. "Hanya saja aku berfikir datang lebih cepat itu lebih baik dibandingkan datang terlambat." Kyoko tersenyum lebar mendengar jawaban Lardo. ia sangat terpesona dengan sikap Lardo yang rajin dan juga sangat menghargai waktu.
Kyoko berdeham pelan lalu menatap Lardo lekat, "Kak Lardo... apa kau mau makan siang bersama denganku nanti?" Senyum ramah yang tercetak di bibir Lardo langsung menghilang seketika, ia mengernyitkan dahinya sambil mengalihkan pandangannya dari Kyoko ke arah lain. "Maaf, aku sudah ada janji dengan Leora untuk makan siang bersama dengannya." Saat itu juga raut wajah Kyoko berubah menjadi sangat kecewa. lagi dan lagi Leora menghalangi dirinya untuk lebih dekat dengan Lardo.
"Bagaimana dengan nanti malam? apa kau ada waktu luang? aku ingin mengajak kau untuk makan malam di rumahku." Lardo menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal sambil menggeleng pelan. "Maafkan aku, Kyoko. aku harus belajar sebagai persiapan untuk ujian kelulusan beberapa bulan lagi." Kyoko mengepalkan tangannya erat. Lardo seakan-akan membangun dinding penghalang agar Kyoko tidak mendapatkan celah sedikit pun untuk mendekatinya. "Aku rasa aku harus kembali ke kelas sekarang, sampai jumpa..." Lardo baru saja hendak menaiki anak tangga namun pergelangan tangannya di raih oleh Kyoko sehingga membuat Lardo menghentikan langkahnya lagi.
Ia menoleh ke arah Kyoko sedikit dan melihat Kyoko tengah menundukkan kepalanya. hal ini membuat Lardo merasa sangat bingung. "Kyoko, ada apa?"
"Aku menyukaimu..."
Lardo menaikkan sebelah alisnya karena tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Kyoko barusan. "Aku menyukaimu, Kak Lardo." Bersamaan dengan Kyoko yang mengungkapkan perasaannya kepada Lardo, saat itu juga Leora tiba di tangga lantai 2 dan baru saja ia hendak menaiki tangga menuju lantai 3, namun secara tidak sengaja melihat Lardo dan juga Kyoko tengah berbincang di tangga menuju lantai 3. dengan terpaksa Leora menghentikan langkahnya dan mengamati kejadian di hadapannya saat itu.
__ADS_1
"Aku benar-benar menyukaimu."
Leora membulatkan matanya terkejut, ia dapat mendengar sangat jelas bagaimana Kyoko mengungkapkan perasaannya kepada Lardo, hal ini membuat Leora terdiam di tempat dan menatap mata Lardo yang sekarang tengah menatap ke arah Kyoko. "Aku menyukaimu sejak lama, meski kau baru saja pindah ke sekolah ini, aku sudah sangat menyukaimu." Leora tidak menyangka bahwa Kyoko akan mengungkapkan perasaannya kepada Lardo dengan sangat lantang dan tanpa ragu, tidak seperti dirinya.
"Aku ingin kau menjadi kekasihku..."
Sekali lagi, Leora di buat tidak berkutik mendengar ucapan Kyoko yang ditujukan kepada Lardo. begitu pun dengan Lardo, sekarang ini dia hanya terdiam tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya. "Apa yang sedang kalian lakukan disini? kalian hanya menghalangi jalan saja." Ucap Leora sinis yang membuat Lardo dan juga Kyoko sontak menoleh ke arahnya. Lardo dan juga Kyoko terkejut bukan main saat mengetahui bahwa Leora berada di dekat mereka berdua.
"Leora," Kedua mata Leora menatap ke arah Lardo yang baru saja memanggil namanya. "Lardo, bukankah kau ada jadwal piket hari ini? Apakah kau lupa?" Lardo mendelik mendengar ucapan Leora barusan. ia menganggukkan kepala gugup saat Kyoko menatap ke arahnya saat itu. "Be-benar... ah, aku hampir saja lupa. aku ada jadwal piket pagi hari ini."
"Ayo, kita pergi sekarang!" Leora menaiki beberapa anak tangga untuk menghampiri Lardo, ia meraih pergelangan tangan Lardo, menggandeng sebelah tangannya dan mengajak Lardo untuk menaiki anak tangga menuju lantai 3, meninggalkan Kyoko yang masih terdiam di tempat.
Kyoko menggerang merasa kesal dengan perlakuan Lardo barusan terhadap dirinya, ia mendudukkan tubuhnya pada anak tangga sambil menopang kepalanya. bagi Kyoko, Leora memang semenyebalkan itu. bisa-bisanya Leora membawa Lardo pergi di saat dirinya tengah berbicara dengan Lardo.
"Tidak baik duduk di anak tangga karena akan menghalangi orang-orang yang berlalu lalang, kau baru saja melanggar aturan sekolah." Kyoko tidak menjawab kata-kata yang dilontarkan oleh Hayate barusan. deru nafasnya masih terus membara karena merasa sangat kesal atas apa yang menimpanya barusan. "Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu? jangan bilang kalau ini ada hubungannya dengan Lardo dan juga Leora." Kyoko menaikkan pandangannya menatap ke arah Hayate dengan tatapan sinisnya. "Berisik." Balas Kyoko kesal. Hayate hanya terkekeh pelan mendengar jawaban yang di lontarkan sahabat masa kecilnya itu.
Hayate memijat tengkuknya pelan sambil menghela nafas dan memejamkan mata. "Sudahku katakan padamu jika kau mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintaimu, itu hanya akan berakhir sia-sia."
__ADS_1
"Tapi aku masih ingin berjuang untuk mendapatkannya." Hayate menurunkan sebelah tangannya lalu memasukkannya ke dalam saku celana saat mendengar ucapan Kyoko. "Sampai kapan kau terus berjuang untuk mendapatkan satu hal yang bahkan tidak akan pernah bisa kau dapatkan? aku sangat mengetahui apabila Lardo dan juga Leora saling mencintai satu sama lain, bukan hal yang mudah untuk kau bisa meluluhkan hati Lardo, Leora juga tidak akan membiarkan hal itu terjadi. percayalah padaku."
Kyoko sama sekali tidak ingin mendengarkan ucapan Hayate yang hanya akan membuat dirinya menyerah untuk mendapatkan Lardo. "Sampai kapan kau melakukan hal ini?" Tanya Hayate pelan yang nada suaranya terdengar sangat lembut di telinga Kyoko, Kyoko menaikkan pandangannya menatap Hayate dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
"Aku sangat mencintainya."
Hayate sudah mendengar pengakuan itu keluar dari mulut Kyoko berulang kali hingga membuatnya merasa sangat bosan. "Berhenti terfokus pada satu pria yang sama sekali tidak mengharapkan kehadiranmu di dalam hidupnya, itu membuatku sangat muak."
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"Lupakan dia, itu sangat mudah."
"Mudah bagimu belum tentu mudah bagi diriku."
Hayate menghela nafas berat karena merasa sangat lelah untuk mengingatkan Kyoko. "Kenangan membuat seseorang sulit untuk melupakan orang yang di cintainya, apa kau memiliki kenangan berharga dengan Lardo? tidak sama sekali 'kan? aku yakin akan sangat mudah untukmu melupakan Lardo, lagipula ada banyak pria yang jauh lebih baik dibandingkan Lardo di luar sana, kau bisa mendapatkannya dengan sangat mudah." Ucap Hayate yang membuat Kyoko termenung.
"Apa kau sudah menemukan perempuan yang pantas untukmu?" Hayate menatap kearah Kyoko saat mendengar pertanyaannya barusan. "Apa maksudmu?"
"Kau bilang ada banyak orang yang lebih baik di luar sana, yang lebih pantas untuk bersama denganmu. lalu apa kau sudah menemukan perempuan yang pantas untukmu?" Hayate terdiam selama beberapa menit membuat Kyoko terus menatap kepadanya. "Aku belum bisa menemukan perempuan lain yang pantas untukku, karena aku masih terjebak pada kenangan masa lalu bersama dengan perempuan yang aku sayangi." Kyoko mengernyitkan dahinya dalam.
__ADS_1
"Siapa?"
Hayate tidak menjawab pertanyaan Kyoko, justru ia hanya tersenyum kecil lalu menundukkan pandangannya.