Lord Of Athlanda

Lord Of Athlanda
she moves away from me


__ADS_3

3 hari berlalu, Lardo terlihat sangat sibuk menjalani aktivitasnya seperti biasa. ia juga mengikuti les untuk menambah waktu belajarnya agar ia dapat menguasai semua mata pelajaran dengan mudah dan lulus dengan nilai yang bagus, mengingat sekarang dia sedang duduk di bangku kelas 3 SMP.


Ia juga mulai mengurangi jadwal basketnya dan terus terfokus pada pembelajaran. bahkan saat di rumah, Lardo tidak henti-hentinya belajar demi mendapatkan nilai yang bagus.


Lardo sekarang sedang berada di perpustakaan untuk meminjam buku pelajaran yang ia perlukan, dan tanpa sengaja, ia bertemu dengan Leora yang saat itu baru saja tiba di perpustakaan sambil membawa beberapa buku di tangannya.


Lardo menatap ke arah Leora cukup lama, Leora yang menyadari keberadaan Lardo pun menoleh sekilas ke arah Lardo setelah itu pergi meninggalkan perpustakaan tanpa mengatakan sepatah kata pun. Lardo tersadar bahwa Leora nampaknya masih marah karena kejadian tempo hari.


"Jika kau berani bersikap kurang ajar atau mengatakan hal yang tidak-tidak kepadanya, aku tidak akan segan memberikanmu pelajaran." Lardo mengingat dengan jelas ucapan Leora hari itu yang memperingatkan dirinya untuk tidak bersikap kurang ajar pada Hayate. Lardo berusaha untuk bersikap masa bodo akan hal itu lalu ia kembali ke kelasnya.


"Kak Lardo!"


Saat Lardo baru saja ingin beranjak dari perpustakaan dan kembali ke kelasnya, seorang murid perempuan menghampiri Lardo sehingga membuat langkah Lardo terhenti. Lardo membalikkan tubuhnya menghadap ke arah murid perempuan yang sekarang tengah tersenyum ke arah Lardo.


"Ada apa?" Tanya Lardo bingung. murid perempuan itu melangkah mendekat kepada Lardo sehingga membuat Lardo terdiam mematung. "Aku ingin menyampaikan sesuatu, apa kau ada waktu?"


Lardo mengajak murid perempuan itu keluar dari perpustakaan dan berbicara di koridor yang terletak di depan tangga menuju lantai 3. "Apa yang ingin kau sampaikan padaku?" Murid perempuan itu meremas ujung roknya gugup lalu ia berusaha memberanikan diri untuk menatap mata Lardo. "Eummm... Aku ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu." Lardo hanya terdiam dengan tatapan dinginnya itu memperhatikan murid perempuan yang sekarang sudah berada di hadapannya.


"Namaku Erika Mizuki, aku murid kelas 1-B. aku ingin menyampaikan bahwa aku... aku..." Murid perempuan yang bernama Erika itu seketika menjadi sangat gugup hingga terlihat sebuah keringat mengalir dari pelipisnya. hal ini sontak membuat Lardo mengerutkan dahinya bingung.


"Aku..."

__ADS_1


"Kau kenapa?" Tanya Lardo yang langsung mendapat tatapan penuh rasa gugup dari Erika. "Aku sangat mengagumi, Kak Lardo." Lardo ber-oh ria setelah mendengar ucapan Erika sehingga langsung membuat Erika melongos saat itu juga. "Hanya itu yang ingin kau sampaikan?" Erika menganggukkan kepalanya pelan sambil memasang ekspresi memelas.


"Baiklah, aku kembali ke kelas sekarang."


Mendapatkan reaksi seperti itu dari Lardo membuat Erika terkejut, ia secara spontan langsung meraih sebelah tangan Lardo hingga membuat Lardo menghentikan langkahnya. "TUNGGU SEBENTAR!" Lardo membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Erika. terlihat air mata sudah menggenang di pelupuk mata Erika sehingga membuat Lardo menggarukkan kepalanya yang sama sekali tidak terasa gatal karena merasa bingung.


"Kenapa?"


"Aku sangat menyayangi, Kak Lardo." Jawab Erika dengan nada suara yang terdengar gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk matanya pun tumpah membasahi pipi mulusnya itu. "Jadikan aku kekasihmu, aku mohon..." Lardo terdiam cukup lama sambi terus mendengarkan ucapan Erika saat itu.


"Aku akan melakukan apapun yang kau mau agar kau bisa bersama denganku. aku juga rela memberikan tu-" Lardo mengarahkan sebelah tangannya untuk membungkam mulut Erika sehingga membuat Erika sangat terkejut sampai membulatkan matanya lebar.


"Hentikan." Pinta Lardo dengan nada suara yang terdengar dingin lalu ia menurunkan sebelah tangannya yang membungkam mulut Erika dan memasukkan sebelah tangannya itu ke dalam saku celana. "Jangan pernah melakukan hal bodoh hanya demi mendapatkan cinta dari seorang pria. itu hanya akan membuat dirimu terlihat seperti wanita rendahan di mata pria itu."


Sepanjang jalan menuju kelas, Lardo terlihat sangat lemas sambil terus menghembuskan nafasnya berat. "Kenapa mereka selalu berlebihan seperti itu, ya?" Gumam Lardo kesal. Secara tidak sengaja, Hayate berpapasan dengan Lardo lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah punggung Lardo yang mulai menjauh.


"Lardo Dimitri." Panggil Hayate yang berhasil menghentikan langkah Lardo. Lardo menarik nafas dalam lalu kembali menghembuskannya pelan. ia menoleh ke arah belakang dan menemukan sosok Hayate disana. "Kau..." Hayate tersenyum sungging lalu berjalan mendekat ke arah Lardo.


"Kebetulan sekali, senang bisa bertemu denganmu lagi." Sapa Hayate terdengar ramah yang hanya di balas dengan tatapan datar dari Lardo. "Ada apa?" Mendapat respon yang cukup dingin dari Lardo membuat Hayate terkekeh pelan lalu menggerakkan sebelah tangannya ke arah bahu kiri Lardo.


"'Tentang hubunganmu dan juga Leora..."

__ADS_1


"Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu." Jawab Lardo cepat. Hayate tersenyum sungging mendengar jawaban Lardo. "Benarkah? tapi sepertinya kau dan juga Leora saling memberikan perhatian terhadap satu sama lain, kalian juga sering sekali di temukan tengah bersama. apa benar tidak ada hubungan apapun di antara kalian berdua?"


Lardo terdiam mendengar ucapan Hayate yang sama sekali tidak berdasarkan fakta. "Dan juga..."



Hayate terdiam menatap lekat ke arah Lardo setelah mendengar jawaban darinya. "Benarkah? tapi kenapa waktu itu aku melihatmu keluar dari rumah Leora? kau juga terlihat sangat dekat dengannya akhir-akhir ini. sudahlah, Lardo... akui saja kalau kau memang memiliki hubungan yang spesial dengan Leora." Lardo menghela nafas pelan lalu melipat kedua tangannya di depan dada.


"Hayate..."


"Apa kau cemburu?"


Pertanyaan yang dilontarkan Lardo kepada Hayate sukses membuat Hayate membelalakkan matanya terkejut sekaligus gugup dalam satu waktu. "Apa yang kau katakan?" Lardo masih menatap Hayate dengan tatapan datarnya tanpa ekspresi apapun. "Terlihat dari semua pertanyaan yang kau berikan padaku, aku dapat menyimpulkan kalau sebenarnya kau merasa cemburu melihat aku bersama dengan Leora."


Hayate menggelengkan kepalanya cepat lalu mengerucutkan bibirnya kesal. "Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu? jelas-jelas Leora hanyalah rekanku dalam organisasi, aku sama sekali tidak menjalin hubungan dengannya."


"Benarkah?"


"Lalu untuk apa rasa cemburumu yang tidak berdasar itu?" Pertanyaan yang diberikan oleh Lardo benar-benar membuat Hayate tidak sanggup mengucapkan sepatah kata pun untuk menjawabnya. "Sudah ku katakan kalau aku tidak cemburu!" Bantah Hayate mempertegas.


"Kalau memang kau tidak merasa cemburu, berhentilah menanyakan hal-hal bodoh seperti tadi. kau sangat membuang-buang waktuku yang berharga ini." Cibir Lardo lalu melangkah pergi meninggalkan Hayate yang terlihat mati kutu di buatnya. Saat sampai di depan kelasnya, Lardo tidak sengaja bertemu dengan Leora yang tengah berbicara dengan murid perempuan sekelas Lardo.

__ADS_1


Leora menoleh sekilas ke arah Lardo lalu kembali memalingkan pandangannya seolah-olah ia tidak mengenal Lardo sama sekali. Lardo hanya menghela nafas pelan lalu melangkah masuk ke dalam kelasnya berusaha untuk bersikap biasa saja akan sikap Leora padanya. "Dia sepertinya menghindariku." Simpul Lardo setelah melihat tingkah Leora yang selalu menghindar darinya.


__ADS_2